“Kami meminta dengan tegas Komnas HAM RI segera turun tangan membentuk tim investigasi dan menindaklanjuti kasus penembakan ini sampai tuntas,” tegas Amanus membacakan rilis pernyataan sikap di Jayapura. Sementara itu, Penanggung Jawab DPC-IPMNI, Arnamen Gwijangge, meminta penegak hukum memproses secara terbuka siapa saja oknum pelaku penembakan tersebut.
Ia mengatakan secara khusus, IPMNI mendesak Satgas Damai Cartenz di Pos Yosoma untuk mencabut klaim yang menyebut para korban sebagai anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)/TPNPB, dan secara resmi mengakui ketiganya sebagai warga sipil murni.
“Kami minta Satgas Damai Cartenz Pos Yosoma mencabut status korban sebagai TPNPB dan mengakui dua warga yang meninggal dunia serta satu korban luka sebagai masyarakat sipil murni,” ujar Arnamen.
Mahasiswa juga mendesak Menteri HAM RI, Pj Bupati Nduga, serta 25 anggota DPRK Nduga untuk turun langsung mengawal kasus ini hingga tuntas serta memfasilitasi kehadiran Komnas HAM ke lapangan. Di sisi lain, mahasiswa meminta jaminan keamanan bagi masyarakat sipil di wilayah Distrik Wandama hingga Kenyam (Ibu Kota Nduga) yang saat ini banyak ditempati warga pengungsian, agar bebas dari intimidasi maupun interogasi tanpa dasar hukum yang jelas.
Mereka juga memohon kepada Presiden Prabowo Subianto dan lembaga HAM independen untuk memastikan pertanggungjawaban hukum secara nyata, agar kesedihan keluarga korban tidak berhenti sebagai tangisan di ruang konferensi pers semata, sekaligus memberikan jaminan keamanan bagi warga pengungsian di wilayah Distrik Wandama hingga Kenyam dari intimidation maupun interogasi tanpa dasar hukum.(jim)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSÂ https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
“Kami meminta dengan tegas Komnas HAM RI segera turun tangan membentuk tim investigasi dan menindaklanjuti kasus penembakan ini sampai tuntas,” tegas Amanus membacakan rilis pernyataan sikap di Jayapura. Sementara itu, Penanggung Jawab DPC-IPMNI, Arnamen Gwijangge, meminta penegak hukum memproses secara terbuka siapa saja oknum pelaku penembakan tersebut.
Ia mengatakan secara khusus, IPMNI mendesak Satgas Damai Cartenz di Pos Yosoma untuk mencabut klaim yang menyebut para korban sebagai anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)/TPNPB, dan secara resmi mengakui ketiganya sebagai warga sipil murni.
“Kami minta Satgas Damai Cartenz Pos Yosoma mencabut status korban sebagai TPNPB dan mengakui dua warga yang meninggal dunia serta satu korban luka sebagai masyarakat sipil murni,” ujar Arnamen.
Mahasiswa juga mendesak Menteri HAM RI, Pj Bupati Nduga, serta 25 anggota DPRK Nduga untuk turun langsung mengawal kasus ini hingga tuntas serta memfasilitasi kehadiran Komnas HAM ke lapangan. Di sisi lain, mahasiswa meminta jaminan keamanan bagi masyarakat sipil di wilayah Distrik Wandama hingga Kenyam (Ibu Kota Nduga) yang saat ini banyak ditempati warga pengungsian, agar bebas dari intimidasi maupun interogasi tanpa dasar hukum yang jelas.
Mereka juga memohon kepada Presiden Prabowo Subianto dan lembaga HAM independen untuk memastikan pertanggungjawaban hukum secara nyata, agar kesedihan keluarga korban tidak berhenti sebagai tangisan di ruang konferensi pers semata, sekaligus memberikan jaminan keamanan bagi warga pengungsian di wilayah Distrik Wandama hingga Kenyam dari intimidation maupun interogasi tanpa dasar hukum.(jim)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSÂ https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q