Mereka kemudian memanjat tembok pembatas lapas dan memecah diri menjadi dua tim pelarian dimana tim 1 sebanyak 3 orang melarikan diri melewati bundaran tembok Pos Cepu. Tim 2 sebanyak 4 orang bergerak melalui Pos Ambon kemudian memanjat atap seng rumah dinas (rumdis) lapas lalu melompat langsung ke area jalan raya di luar kawasan lapas.
Dari tangan para pelaku, petugas turut mengamankan barang bukti berupa 2 bilah pisau dapur dan 1 buah gergaji besi yang digunakan untuk memotong teralis. Detik-detik pelarian narapidana ini terekam jelas dalam kronologi operasional jaga malam petugas lapas pada Pukul 02.25 WIT.
Ketika itu Feri Kayba, selaku Wakil Kepala Jaga Piket Lapas Narkotika Kelas IIA Jayapura yang sedang bertugas di Pos 2, melihat tiga orang sudah berada di area Lapangan Volly Lapas. Tidak berselang lama, muncul sembilan orang lainnya bergabung bersama mereka. Kemudian pada, Pukul 02.26 WIT petugas piket pos segera bertindak cepat dengan melaporkan situasi darurat tersebut menggunakan perangkat HT ke pos blok, membunyikan lonceng alarm pos, serta melepaskan tembakan peringatan ke udara.
Suara tembakan ini membuat para narapidana panik dan berlari kocar-kacir mencari jalur pelolosan masing-masing menuju arah Pos Ambon yang sedang vakum. Petugas menara pemantau yang terus memonitor pergerakan napi melaporkan bahwa beberapa orang terlihat berlari di atas atap seng rumah dinas. Petugas jaga langsung melakukan penyisiran ke area tersebut dan mendapati narapidana Hendi Maskawara tergeletak di tanah dalam kondisi mengalami patah kaki akibat nekat melompat dari atap seng rumdis.
Hendipun langsung diamankan ke kantor. Tak lama petugas melakukan penyisiran ke blok kamar dan mendapati dua narapidana atas nama Rian dan Joel Hamadi. Keduanya sempat kabur namun memilih menyerahkan diri kembali melalui jalur pelarian mereka semula. Petugas langsung mengamankan keduanya.
Mereka kemudian memanjat tembok pembatas lapas dan memecah diri menjadi dua tim pelarian dimana tim 1 sebanyak 3 orang melarikan diri melewati bundaran tembok Pos Cepu. Tim 2 sebanyak 4 orang bergerak melalui Pos Ambon kemudian memanjat atap seng rumah dinas (rumdis) lapas lalu melompat langsung ke area jalan raya di luar kawasan lapas.
Dari tangan para pelaku, petugas turut mengamankan barang bukti berupa 2 bilah pisau dapur dan 1 buah gergaji besi yang digunakan untuk memotong teralis. Detik-detik pelarian narapidana ini terekam jelas dalam kronologi operasional jaga malam petugas lapas pada Pukul 02.25 WIT.
Ketika itu Feri Kayba, selaku Wakil Kepala Jaga Piket Lapas Narkotika Kelas IIA Jayapura yang sedang bertugas di Pos 2, melihat tiga orang sudah berada di area Lapangan Volly Lapas. Tidak berselang lama, muncul sembilan orang lainnya bergabung bersama mereka. Kemudian pada, Pukul 02.26 WIT petugas piket pos segera bertindak cepat dengan melaporkan situasi darurat tersebut menggunakan perangkat HT ke pos blok, membunyikan lonceng alarm pos, serta melepaskan tembakan peringatan ke udara.
Suara tembakan ini membuat para narapidana panik dan berlari kocar-kacir mencari jalur pelolosan masing-masing menuju arah Pos Ambon yang sedang vakum. Petugas menara pemantau yang terus memonitor pergerakan napi melaporkan bahwa beberapa orang terlihat berlari di atas atap seng rumah dinas. Petugas jaga langsung melakukan penyisiran ke area tersebut dan mendapati narapidana Hendi Maskawara tergeletak di tanah dalam kondisi mengalami patah kaki akibat nekat melompat dari atap seng rumdis.
Hendipun langsung diamankan ke kantor. Tak lama petugas melakukan penyisiran ke blok kamar dan mendapati dua narapidana atas nama Rian dan Joel Hamadi. Keduanya sempat kabur namun memilih menyerahkan diri kembali melalui jalur pelarian mereka semula. Petugas langsung mengamankan keduanya.