Wednesday, May 29, 2024
24.7 C
Jayapura

Sudah Ada Enam Nyawa Melayang, Pantai Holtekamp Dinilai  Berbahaya

JAYAPURA-Sejak awal tahun 2024 kasus kasus wisatawan yang tenggelam hampir selalu terjadi setiap bulannya. Basarnas menyebut sejak Januari sampai April 2024 sudah ada 8 kasus kecelakaan laut terjadi dua diantaranya selamat sementara enam orang lainnya meninggal dunia.

“Kalau kita lihat terus yang terjadi sejak Januari sampai April 2024 ada 8 kasus kecelakaan laut terjadi di kawasan pantai holtekam dan ada 6 orang meninggal dunia”kata Sangat salah satu petugas jaga di pos Basarnas pantai Holtekamp, Senin (15/4),  kemarin.

Kasus kecelakaan orang tenggelam ini lebih disebabkan karena kelalaian masyarakat atau pengunjung pantai. Padahal pemerintah sudah mengeluarkan larangan mandi kepada para pengunjung saat berwisata disepanjang pantai Holtekamp itu.

Baca Juga :  Kembali ke Posisi Dua

“Dari jembatan merah sepanjang pantai ini ke sana, tidak boleh mandi, ini sangat berbahaya”katanya.

Basarnas sendiri sudah menyiapkan posko jaga di sekitar kawasan pantai Holtekamp, posko itu dibangun untuk memindahkan mereka dalam menjalankan tugas terutama penanganan terhadap peristiwa-peristiwa kecelakaan laut.

Biarnya berharap ke depan perlu ada pengawasan ekstra dari pemerintah mulai dari tingkat provinsi dan kota untuk meminimalisir atau menghindari terjadinya peristiwa kecelakaan serupa supaya tidak terus terjadi.

“Kalau dari kami, ini harus ada pengawasan dari pemerintah,  baik dari tingkat provinsi  juga kota,terutama pengawasan kepada orang yang berkunjung ke pantai ini” ungkapnya.

JAYAPURA-Sejak awal tahun 2024 kasus kasus wisatawan yang tenggelam hampir selalu terjadi setiap bulannya. Basarnas menyebut sejak Januari sampai April 2024 sudah ada 8 kasus kecelakaan laut terjadi dua diantaranya selamat sementara enam orang lainnya meninggal dunia.

“Kalau kita lihat terus yang terjadi sejak Januari sampai April 2024 ada 8 kasus kecelakaan laut terjadi di kawasan pantai holtekam dan ada 6 orang meninggal dunia”kata Sangat salah satu petugas jaga di pos Basarnas pantai Holtekamp, Senin (15/4),  kemarin.

Kasus kecelakaan orang tenggelam ini lebih disebabkan karena kelalaian masyarakat atau pengunjung pantai. Padahal pemerintah sudah mengeluarkan larangan mandi kepada para pengunjung saat berwisata disepanjang pantai Holtekamp itu.

Baca Juga :  Pemkab Nduga Raih Opini WTP ke Dua

“Dari jembatan merah sepanjang pantai ini ke sana, tidak boleh mandi, ini sangat berbahaya”katanya.

Basarnas sendiri sudah menyiapkan posko jaga di sekitar kawasan pantai Holtekamp, posko itu dibangun untuk memindahkan mereka dalam menjalankan tugas terutama penanganan terhadap peristiwa-peristiwa kecelakaan laut.

Biarnya berharap ke depan perlu ada pengawasan ekstra dari pemerintah mulai dari tingkat provinsi dan kota untuk meminimalisir atau menghindari terjadinya peristiwa kecelakaan serupa supaya tidak terus terjadi.

“Kalau dari kami, ini harus ada pengawasan dari pemerintah,  baik dari tingkat provinsi  juga kota,terutama pengawasan kepada orang yang berkunjung ke pantai ini” ungkapnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya