Terkait insiden ini menurut Kasatgas Humas ODC, Kombes Pol Yusuf Sutejo Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) tengah memainkan informasi yang belum terverifikasi naik namun diksecara laim berlebihan. “Kadang dimainkan , seperti adanya operasi militer besar-besaran, penggunaan drone, serta penembakan terhadap warga sipil. Hal ini diduga bertujuan untuk membentuk persepsi bahwa aparat melakukan tindakan represif terhadap masyarakat,” beber Yusuf.
Ditambahkan bahwa narasi yang dibangun KKB cenderung dramatik dan emosional, dengan tujuan menarik simpati publik sekaligus memperkuat legitimasi KKB sebagai pihak yang seolah-olah “melindungi” masyarakat sipil. Penyebutan korban dari kalangan lansia dan pemuda juga merupakan bagian dari strategi framing untuk menarik perhatian publik luas, termasuk komunitas internasional, dengan mengangkat isu kemanusiaan dan dugaan pelanggaran HAM.
“Selain itu, imbauan kepada aparat dan masyarakat non-Papua untuk meninggalkan wilayah dapat dimaknai sebagai ancaman terselubung, sekaligus upaya menciptakan rasa takut serta memperluas pengaruh KKB di wilayah tersebut,” tutupnya. (ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Terkait insiden ini menurut Kasatgas Humas ODC, Kombes Pol Yusuf Sutejo Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) tengah memainkan informasi yang belum terverifikasi naik namun diksecara laim berlebihan. “Kadang dimainkan , seperti adanya operasi militer besar-besaran, penggunaan drone, serta penembakan terhadap warga sipil. Hal ini diduga bertujuan untuk membentuk persepsi bahwa aparat melakukan tindakan represif terhadap masyarakat,” beber Yusuf.
Ditambahkan bahwa narasi yang dibangun KKB cenderung dramatik dan emosional, dengan tujuan menarik simpati publik sekaligus memperkuat legitimasi KKB sebagai pihak yang seolah-olah “melindungi” masyarakat sipil. Penyebutan korban dari kalangan lansia dan pemuda juga merupakan bagian dari strategi framing untuk menarik perhatian publik luas, termasuk komunitas internasional, dengan mengangkat isu kemanusiaan dan dugaan pelanggaran HAM.
“Selain itu, imbauan kepada aparat dan masyarakat non-Papua untuk meninggalkan wilayah dapat dimaknai sebagai ancaman terselubung, sekaligus upaya menciptakan rasa takut serta memperluas pengaruh KKB di wilayah tersebut,” tutupnya. (ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q