JAYAPURA – Suasana dini hari di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Jayapura mendadak tegang. Sebanyak 12 orang narapidana dilaporkan nekat melarikan diri setelah membobol teralis besi sel pengasingan (strap sel) pada Jumat, 31 Oktober 2026 sekitar pukul 02.25 WIT.
Insiden pelarian massal ini baru terungkap secara resmi pada Sabtu, 1 November 2026 pukul 11.30 WIT, bertempat di Kampung Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, setelah Satuan Intelkam Polres Jayapura menerima laporan dan menghimpun data lengkap di lapangan. Kepala Lapas (Kalapas) Narkotika Kelas IIA Jayapura, Jimreves Engel Stender Muloke, saat dikonfirmasi memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut.
Melalui keterangan tertulisnya kepada Cenderawasih Pos, Minggu (1/10), Engel membenarkan bahwa ada sejumlah warga binaan yang kabur dengan cara merusak pengaman sel.
“Iya, ada 7 orang warga binaan yang melarikan diri dengan merusak teralis pintu kamar dan sampai saat ini masih dalam pencarian oleh petugas. Kami juga sudah menyurat ke pihak kepolisian untuk memohon bantuan pencarian dan penangkapan kembali,” ungkap Jimreves.
Berdasarkan informasi sementara, aksi pelarian ini diduga kuat sudah direncanakan secara matang. Otak di balik pelarian tersebut mengarah kepada narapidana berinisial Yonas Epa. Yonas sendiri berhasil diamankan di area beranggang. Diketahui, Yonas merupakan narapidana pindahan dari Lapas Abepura dalam kasus tindak pidana pembunuhan, dan diduga menjadi sosok yang menyelundupkan senjata tajam ke dalam blok hunian.
Para pelaku menempati ruang strap sel pojok belakang yang dihuni oleh total 16 narapidana. Dari jumlah tersebut, 12 orang sepakat untuk ikut serta dalam rencana kabur, sementara 4 orang lainnya memilih untuk tidak ikut.
Kelompok napi memotong dua ulir besi pada jeruji jendela pintu ruang strap sel menggunakan sebuah gergaji besi selundupan. Setelah berhasil menjebol teralis, mereka keluar menuju area bengkel lama yang sedang vakum. Para napi merangsek masuk ke area beranggang atau selasar pembatas antara bangunan lapas dan tembok luar.