BEM Uncen Kecam Penembakan Wakil Ketua BEM

Kapolresta: Tak Ada Personel Gunakan Senjata Api 

JAYAPURA – Jajaran pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Universitas Cenderawasih menyampaikan kecaman keras atas tindakan represif aparat kepolisian saat membubarkan aksi demonstrasi peringatan New York Agreement di kawasan Perumnas III Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Sabtu (15/8).

   Lembaga kemahasiswaan Uncen menilai tindakan aparat pengamanan gabungan dalam membubarkan massa aksi yang dimotori oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB), BEM Uncen, dan MPM Uncen dilakukan secara tidak proporsional, brutal, serta mengabaikan prinsip-prinsip penegakan hukum dan hak asasi manusia (HAM).

   Aksi pembubaran massa tersebut diwarnai penggunaan tindakan keras oleh petugas di lapangan, mulai dari pemukulan, pelepasan tembakan gas air mata beruntun, penyemprotan air bertekanan tinggi dari kendaraan taktis water cannon, hingga penggunaan peluru karet.

Baca Juga :  Modus Jual Motor di Medsos, Dua Penipu Ditangkap

   Insiden tersebut mengakibatkan jatuhnya korban dari kalangan mahasiswa. Salah satu korban yang mengalami luka paling serius adalah Wakil Ketua BEM Uncen, Frengky Kabak. Korban mengalami luka di bagian betis yang diduga kuat akibat terkena tembakan saat bentrokan pecah di lapangan.

Kapolresta: Tak Ada Personel Gunakan Senjata Api 

JAYAPURA – Jajaran pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Universitas Cenderawasih menyampaikan kecaman keras atas tindakan represif aparat kepolisian saat membubarkan aksi demonstrasi peringatan New York Agreement di kawasan Perumnas III Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Sabtu (15/8).

   Lembaga kemahasiswaan Uncen menilai tindakan aparat pengamanan gabungan dalam membubarkan massa aksi yang dimotori oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB), BEM Uncen, dan MPM Uncen dilakukan secara tidak proporsional, brutal, serta mengabaikan prinsip-prinsip penegakan hukum dan hak asasi manusia (HAM).

   Aksi pembubaran massa tersebut diwarnai penggunaan tindakan keras oleh petugas di lapangan, mulai dari pemukulan, pelepasan tembakan gas air mata beruntun, penyemprotan air bertekanan tinggi dari kendaraan taktis water cannon, hingga penggunaan peluru karet.

Baca Juga :  Perangkat Daerah Diminta Gunakan Anggaran Secara Efisien

   Insiden tersebut mengakibatkan jatuhnya korban dari kalangan mahasiswa. Salah satu korban yang mengalami luka paling serius adalah Wakil Ketua BEM Uncen, Frengky Kabak. Korban mengalami luka di bagian betis yang diduga kuat akibat terkena tembakan saat bentrokan pecah di lapangan.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya