Dihandle Persipura, Jenasah M.R Kambu Dimakamkan di Maybrat
JAYAPURA–Kabar duka menyelimuti masyarakat Kota Jayapura. Mantan Wali Kota Jayapura, MR. Kambu, meninggal dunia di RSUD Dok II Jayapura, Jumat (24/7) pukul 09.19 WIT.Pantauan di RSUD Dok II Jayapura, jenazah almarhum menjalani proses pemulasaraan sebelum dibawa ke rumah duka di Jalan Nuri, Kamkey, Kota Jayapura.
Sejumlah keluarga, kerabat, sahabat, serta sejumlah tokoh masyarakat dan pejabat Pemerintah Kota Jayapura tampak hadir di rumah sakit untuk memberikan penghormatan terakhir. Di antaranya mantan pemain Persipura Eduard Ivakdalam, serta sejumlah pejabat dari Pemkot Jayapura.
Sekretaris Satpol PP Kota Jayapura Seknaf Kambuaya, mengatakan almarhum meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUD Dok II sejak Senin lalu.”Beliau meninggal pada pukul 09.19 WIT. Almarhum dirawat inap sejak hari Senin karena sakit, selain itu, faktor usia juga menjadi penyebab menurunnya kondisi kesehatan beliau,” ujarnya, kepada Cenderawasih pos.

Menurutnya, almarhum lahir pada 14 Juni 1948 dan tutup usia pada umur 78 tahun.Usai proses pemulasaraan, jenazah akan disemayamkan di rumah duka di Kamkey, Jalan Nuri. Selanjutnya pada Minggu (26/7) jenazah akan diterbangkan menuju Sorong dan dilanjutkan ke Kabupaten Maybrat untuk dimakamkan.
“Kami menunggu anak almarhum yang masih berada di Timika dan dijadwalkan tiba besok. Karena itu, keberangkatan jenazah ke Sorong baru dilakukan pada hari Minggu,” jelas Seknaf.
Rencananya, almarhum akan dimakamkan di Kabupaten Maybrat pada Selasa mendatang. Sementara kepergian MR. Kambu, meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Kota Jayapura. Sosok yang dikenal sebagai pemimpin visioner dan penuh keteladanan itu juga meninggalkan kesan yang sangat kuat bagi mantan Wali Kota Jayapura setelahnya, Benhur Tomi Mano (BTM).
Bagi BTM, almarhum bukan hanya seorang pemimpin, tetapi juga guru, pembimbing, sekaligus orang tua yang mempersiapkan lahirnya generasi pemimpin dari tanah Port Numbay.
“Beliau sosok yang sangat luar biasa. Dia mempersiapkan anak-anak Port Numbay untuk menjadi pemimpin di tanahnya sendiri. Dan itu nyata yang beliau lakukan,” ujar BTM saat mengenang almarhum, Jumat (24/7).
Menurut BTM, semasa memimpin Kota Jayapura, Mr. Kambu selalu berpihak kepada masyarakat asli Port Numbay. Keberpihakan itu diwujudkan melalui pembinaan generasi muda, pengangkatan aparatur sipil negara (ASN), hingga memberikan kesempatan kepada putra-putri daerah untuk menduduki jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kota Jayapura.
BTM mengungkapkan bahwa dirinya merupakan salah satu kader yang dipersiapkan langsung oleh almarhum untuk melanjutkan estafet kepemimpinan di Kota Jayapura.
“Beliau memanggil saya ke rumah jabatan. Sekitar pukul 12 malam, bapak dan mama (M.R Kambu dan istri) berdoa untuk saya dan keluarga. Saya sudah dianggap sebagai bagian dari keluarga mereka. Sejak saat itu beliau membimbing saya untuk menjadi pemimpin,” kenangnya.
Tidak hanya dirinya, M.R. Kambu juga memberi kepercayaan kepada sejumlah putra Port Numbay lainnya untuk memimpin wilayah-wilayah strategis. Di antaranya Benhur Tomi Mano sebagai Camat Abepura, Yan Hamadi sebagai Camat Jayapura Selatan, dan Musa Youwe sebagai Camat Jayapura Utara. “Beliau adalah pemimpin yang memiliki hikmat, arif, bijaksana, visioner, dan mempunyai integritas yang sangat tinggi,” katanya.