JAKARTA – Sebuah dokumen pertahanan rahasia milik Amerika Serikat dilaporkan bocor ke ruang publik. Media asal India, The Sunday Guardian, mengungkap isi dokumen tersebut yang disebut memuat persetujuan Pemerintah Indonesia terhadap proposal yang diajukan Washington.
Dalam laporan yang dikutip pada Senin (13/4), artikel yang terbit sehari sebelumnya di laman Sunday Guardian menyebutkan bahwa Amerika Serikat mengajukan permintaan kepada Indonesia untuk memperoleh kewenangan serta akses izin lintas udara secara menyeluruh.
Menurut laporan tersebut, usulan itu disampaikan ketika Presiden Prabowo Subianto bertemu Presiden AS Donald Trump di Washington D.C. pada Februari lalu, tepatnya di sela kunjungan Prabowo menghadiri rapat perdana Board of Peace (BoP) pada 18–20 Februari 2026.
Sunday Guardian menuliskan, dalam pertemuan tersebut Prabowo disebut menyetujui proposal Amerika Serikat. Bentuk persetujuan yang dimaksud adalah pemberian otorisasi izin terbang lintas bagi pesawat AS di wilayah udara Indonesia untuk keperluan operasi kontinjensi, kondisi krisis, serta latihan militer bersama.
Sementara Kementerian Pertahanan Republik Indonesia akhirnya memberikan penjelasan terkait kabar yang menyebut adanya persetujuan final mengenai akses lintas udara militer Amerika Serikat di wilayah Indonesia. Isu ini mencuat setelah sejumlah media luar negeri mengabarkan adanya izin penerbangan massal bagi pesawat militer AS. Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Rico Ricardo Sirait, menegaskan bahwa dokumen yang beredar masih berupa rancangan awal.
JAKARTA – Sebuah dokumen pertahanan rahasia milik Amerika Serikat dilaporkan bocor ke ruang publik. Media asal India, The Sunday Guardian, mengungkap isi dokumen tersebut yang disebut memuat persetujuan Pemerintah Indonesia terhadap proposal yang diajukan Washington.
Dalam laporan yang dikutip pada Senin (13/4), artikel yang terbit sehari sebelumnya di laman Sunday Guardian menyebutkan bahwa Amerika Serikat mengajukan permintaan kepada Indonesia untuk memperoleh kewenangan serta akses izin lintas udara secara menyeluruh.
Menurut laporan tersebut, usulan itu disampaikan ketika Presiden Prabowo Subianto bertemu Presiden AS Donald Trump di Washington D.C. pada Februari lalu, tepatnya di sela kunjungan Prabowo menghadiri rapat perdana Board of Peace (BoP) pada 18–20 Februari 2026.
Sunday Guardian menuliskan, dalam pertemuan tersebut Prabowo disebut menyetujui proposal Amerika Serikat. Bentuk persetujuan yang dimaksud adalah pemberian otorisasi izin terbang lintas bagi pesawat AS di wilayah udara Indonesia untuk keperluan operasi kontinjensi, kondisi krisis, serta latihan militer bersama.
Sementara Kementerian Pertahanan Republik Indonesia akhirnya memberikan penjelasan terkait kabar yang menyebut adanya persetujuan final mengenai akses lintas udara militer Amerika Serikat di wilayah Indonesia. Isu ini mencuat setelah sejumlah media luar negeri mengabarkan adanya izin penerbangan massal bagi pesawat militer AS. Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Rico Ricardo Sirait, menegaskan bahwa dokumen yang beredar masih berupa rancangan awal.