Ketua Satgas Asosiasi Peternak Ayam Petelur se-Tanah Tabi, Gatot Sugiantoro, mengatakan saat ini terdapat lebih dari 110 peternak dengan investasi mencapai lebih dari Rp200 miliar. Populasi ayam petelur mencapai sekitar 750 ribu ekor deng
Sekretaris Asosiasi Peternak Ayam Petelur Tanah Tabi (APTT) Aris secara terpisah mengakui, produksi telur memang melimpah karena selain hasil produksi peternak se Tanah Tabi yang meliputi Kota dan Kabupaten Jayapura, Keerom dan Sarmi juga
Komitmen itu mengemuka dalam rapat koordinasi yang dipimpin Asisten Sekretaris Daerah Bidang Administrasi Umum Provinsi Papua, Suzana D. Wanggai, bersama sejumlah organisasi perangkat daerah, instansi terkait, aparat penegak hukum, pelaku u
Ketua Himpunan Peternak Ayam Ras (HIPAR) Merauke Thomas Kimko, mengapresiasi berbagai program bantuan peternakan ayam petelur yang diberikan pemerintah, pihak swasta, maupun rumah aspirasi partai politik kepada masyarakat, khususnya Orang A
Aksi nyatanya ditunjukkan melalui keberhasilan menyulap lahan tidur seluas 8.000 meter di Timika Papua Tengah menjadi persawahan produktif pada pertengahan 2025, dan kini jenderal tempur yang menjadi momok bagi KKB Papua
Kepala Karantina Papua Selatan, Irsan Nuhantoro, menjelaskan bahwa kasuari memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan. Menurutnya, pengambilan telur dari alam dapat menghambat regenerasi populasi s
Reza, salah satu pedagang komoditas pertanian dan bumbu dapur di Pasar Otonom Kotaraja, mengatakan harga kebutuhan pokok saat ini cenderung naik-turun. Beberapa komoditas mengalami kenaikan, sementara lainnya justru turu
Ketua Asosiasi Paguyuban Peternak Rakyat Nasional (PPRN) Rofi Yasifun kepada Radar Surabaya menanggapi hal tersebut dengan mengatakan bahwa sebenarnya produksi dan stok telur di kandang sangat mencukupi. “Kalau bicara pr
sejumlah kebutuhan pokok yang mulai naik tersebut diantaranya telur ayam. Untuk telur ayam rata-rata naik Rp 5000 peraknya. Dari harga Rp 65.000 menjadi Rp 70.000 perrak. ‘’Untuk harga telur, rata-rata naik sekitar Rp
Dikatakan, pada penjelasan Ronald sebelumnya, produksi telur harian sudah mencukupi untuk kebutuhan normal dan MBG. Biasanya dalam menghadapi lonjakan permintaan pemerintah daerah melalui dinas terkait membuka dan member
Wakil Bupati Biak Numfor, Jimmy C.R. Kapisa, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus memantau ketersediaan pangan, termasuk telur ayam, sebagai salah satu komoditas penting menjelang perayaan Natal dan tahun baru (Natar
Dari pantauan media ini, masyarakat menyerbu untuk membeli telur ayam yang disediakan. Pasalnya, telur ayam yang dijual di GPM tersebut lebih murah yakni hanya Rp 50.000/rak sementara di pasar dengan ukuran yang sama sud
Sehingga pemerintah pusat telah mendorong setiap pemerintah kampung untuk memiliki usaha yang bisa menghasilkan pendapatan asli kampung maupun manfaatnya untuk masyarakat kampung dalam hal ketahanan pangan, salah satunya
"Saya lebih memilih menjual telur ayam kiriman dari Surabaya karena peminatnya masih banyak. Telur ini memiliki cangkang yang lebih kuat dan ukuran telur lebih besar dibandingkan telur ayam lokal. Bahkan, jika ukuran tel
Dari pantauan di lapangan saat ini, harga telur lokal di Biak berkisar antara 65 ribu hingga 75 ribu rupiah, tergantung pada pilihan telur dan ukuran yang disajikan. Harga yang bervariasi ini mencerminkan ketersediaan telur yang cukup di pasar lokal, dan juga berdasarkan sortiran telur berdasarkan kualitas dan ukurannya.
Sebenarnya, di hari-hari biasa, kata dia, produksi telur Merauke untuk kebutuhan masyarakat di Merauke cukup. Hanya di hari raya tertentu seperti Natal dan tahun baru serta Ramadan dfan Idulfitri kebutuhan cukup tinggi.
Sementara untuk sayur-sayuran, harganya berfluktuasi setiap harinya. Tergantung pasokan sayuran ke pasar. Misalnya untuk kangkung cabut, kadang 4 ikat kecil dengan harga Rp 10.000 dan kadang 3 ikat kecil dengan harga Rp 5.000. Sementara untuk bumbu-bumbuan masih stabil diharga Rp 55.000 perkilo baik bawang merah maupun bawang putih. Sedangkan untuk cabe rawit masih bertengger di harga Rp 85.000 perkilonya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Merauke Martha Bayu Wijaya, menjelaskan bahwa untuk mengantisipasi kebutuhan telur ayam saat memasuki bulan ramadan, maka pihaknya telah menyepakati dengan Himpunan Petelur Merauke untuk mendatangkan sebanyak 3.600 rak telur dari Surabaya.
Pemeriksaan Karantina meliputi pemeriksaan administratif dan pemeriksaan fisik. Secara administratif, dokumen lengkap. Terdapat Sertifikat Sanitasi Produk Hewan (KH-2) dari daerah asal dan Persetujuan Pemasukan Telur Konsumsi dari dinas terkait.
Pj Sekda Papua Selatan Drs Maddaremmeng, M.Si kepada wartawan di Merauke mengungkapkan, dengan melihat ketersediaan telur ayam ras tersebut saat ini yang sulit didapatkan masyarakat dengan harga yang sudah sangat tinggi antara Rp 100.000-120.000 setiap rak. Sementara kebutuhan masyarakat dalam menghadapi perayaan Natal meningkat.
Menurut Hartati, pembatasan ini dilakukan guna mendukung peningkatan pendapatan maupun kesejahteraan dari para pengusaha ayam petelur di Provinsi Papua. "Apalagi sebelumnya telah ada edaran dari gubernur terkait pembatasan telur ayam di Papua," ujarnya.
Di beberapa swalayan, telur kini menjadi buruan utama para pembeli. Para pedagang mencatat adanya peningkatan permintaan dikarenakan pasokan yang minim, meskipun harga belum kembali ke titik normal yang biasanya berada di kisaran Rp70.000 hingga Rp75.000 per rak.
Naiknya harga telur ini disebabkan oleh harga pakan yang kini melambung tinggi secara nasional sehingga distribusi pakan juga ikut berkurang.
Kata Sabelina, 50 persen pembuatan pakan bersumber dari jagung, sementara ketersediaan jagung di dalam negeri terbatas sehingga harga pakan ikut naik.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Merauke Martha Bayu Wijaya mengungkapkan bahwa telur 2 kontainer yang didatangkan tersebut dalam rangka menstabilkan harga telur saat ini sekaligus dalam rangka menghadapi bulan Ramadahan.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Papua, Debora Salosa, mengatakan kebijakan mengatur jumlah pasokan telur dari luar daerah ke Papua bertujuan melindungi peternak (telur ayam) lokal agar dapat meningkat pendapatan maupun kesejahteraannya.
Diakuinya, harga telur Anpu dan telur lokal sedikit berbeda, telur Anpu dijual Rp 2.200 - Rp 2.500 per butir. Sementara telur lokal Rp 2.500 - Rp 3000 per butir. "Memang ada perbedaan karena telur lokal soal tahan lama, lebih tahan lama, sementara telur Anpu tidak bisa lebih dari sebulan, " terangnya.
“Yang jelas Pemprov mendukung asosiasi ayam petelur local, apalagi jika hasilnya sudah surplus. Pelan – pelan kita coba kendalikan dulu dan itu kebijakan yang diambil. Ini akan dimulai dari dari sisi volume,” kata Herman kepada wartawan di Kantor DPR Papua, Kamis (16/11)
Kori Firman, penjual telur di Pasar Youtefa Abepura mengatakan, dari berbagai macam telur yang dia jual, telur lokal lebih diminati pembeli. Adapun peminat telur luar, khususnya telur dari Surabaya, hanya pengusaha warung ataupun restauran.
“Yang jelas Pemprov mendukung asosiasi ayam petelur lokal apalagi jika hasilnya sudah surplus. Pelan – pelan kita coba kendalikan dulu dan itu kebijakan yang diambil. Ini akan dimulai dari dari sisi volume,” kata Herman kepada wartawan di kantor DPR Papua, Kamis (16/11)
“Kami berharap juga seperti itu, artinya untuk saat ini telur sudah surplus di Jayapura, Timika dan beberapa daerah lainnya dan kami harapkan telur – telur dari luar tidak dibawa masuk lagi sebab peternak telur akan mengalami kesulitan untuk mencari pasar karena telur dari luar terkadang lebih murah,” kata Mega melalui ponselnya, Rabu (15/11).
Wakil Ketua Asosiasi Peternak Ayam Petelur Setanah Tabi, Johny Nofriady mengatakan, jumlah peternak ayam petelur di Papua saat ini 76 peternak. Dengan produksi telur setiap harinya 442.000 butir.