Ia mencontohkan jika harga cabai rawit bisa tembus lebih Rp 100 ribu/kg, cabai keriting Rp 70 ribu/kg maka harga ini masih tergolong tinggi. Sebab bisanya jika normal harga cabai rawit kisaran Rp 70 ribu-80 ribu /kg, sed
Kondisi ini lantas mendapat tanggapan dari pencentus Noken UNESCO, Titus Pekei. Titus Pekei mengatakan produk tas modern bermotif noken sama sekali tidak menghormati kearifan lokal masyarakat Papua dan juga tidak menghar
Kata Carolina, tingkat pengangguran yang meningkat juga menyebabkan daya beli masyarakat melemah, tingginya utang pada level rumah tangga maupun usaha kecil, serta adanya sentiment negatif pada situasi ekonomi saat ini m
Sidak yang dipimpin Wakil Bupati itu menemukan adanya perbedaan harga yang cukup signifikan, sehingga dalam waktu dekat ini pemerintah bakal mengeluarkan satuan harga yang bisa digunakan oleh pedagang.
Dimana salah satu dari 14 Rancangan Peraturan Daerah Provinsi (Raperdasi) dan Rancangan Peraturan Khusus (Raperdasus) yang dimasukkan dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) tahun 2025 adalah Raperdasi
Los dalam pasar pun mulai terisi penuh. Para pedagang yang sering jualan di pinggir jalan sekitar pasar nampak tak kelihatan lagi. Dari pantauan Cenderawasih Pos, Rabu (23/4) sepanjang jalan utama masuk pasar Otonom t
‘’Kita harus buika trayek angkutan umum yang melalui pasar mama-mama Papua yang telah dibangun di sana. Atau di sana kita buat satu terminal kecil sehingga masyarakat dapat antar jemput di sana. Kita juga perlu tetapkan
Pasar yang dibangun dengan anggaran miliran rupiah ini sebenarnya sudah dibangun jalan aspal masuk, sehingga saat musim hujan, pedagang mama-mama Papua maupun masyarakat yang akan berbelanja di tempat tersebut merasa ny
Kata Sitorus, ini merupakan tindak lanjut arahan walikota dan wakil walikota dalam sidak pasa beberapa waktu lalu. "Penataan lahan parkir ini merupakan bagian dari aspirasi pedagang, maka dari itu kita perlu memanfaat
Diakui, jika nilai tukar rupiah terus melemah dan membuat daya beli masyarakat ikut menurun. Maka yang bisa dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat adalah menurunkan margin keuntungan toko.
Bawang merah Arso Rp 35 ribu/kg, bawang merah Surabaya Rp 50 ribu/kg dan bawang putih Rp 50 ribu/kg. Sedangkan kol Rp 10 ribu/kg dan kentang Rp 25 ribu/kg.
Setelah dilakukan berbagai upaya, Abisai Rollo dan Rustan Saru hanya butuh waktu satu minggu akhirnya berhasil menertibkan pedagang yang berjualan di jalan untuk kembali ke dalam area pasar hingga saat ini.
Tak hanya itu beberapa pedagang lain telah menjalankan aktivitas di sekitar lokasi kebakaran. Bahkan ada dari sekian pedagang Melaku jualan pingir bangunan yang rusak tersebut. Atas peristiwa tersebut, pemilik kios dik
Kini pasar itu menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Kota Jayapura. Seiring berjalannya waktu dan perkembangan zaman, pasar itu tetap berdiri di tengah gempuran berbagai persoalan, mulai dari masalah banjir
"Pasar Pharaa Sentani merupakan sumber PAD terbesar bagi Disperindag Kabupaten Jayapura, Tahun 2024 PAD yang diperoleh dari Pasar Pharaa Sentani Rp 2,2 miliar, untuk itu kami terus membenahi fasilitas pasar, dan berharap
Menurut Usman, diduga kebakaran tersebut terjadi karena korsleting listrik. Sebab, pemilik Kios tidak ada tempat dan masih berlibur di kampung halamannya. Proses pemadaman api, dilakukan oleh warga dengan mengguna
Seperti pantauan media ini di Pasar Wamanggu Merauke, untuk Cabe Rawit yang dijual dengan harga Rp 80.000 perkilonya tersebut adalah Cabe yang didatangkan dari Jayapura. Sedangkan Cabe Rawit yang dijual dengan harga Rp
Diakui, harga ikan yang paling menonjol naik adalah ekor kuning, ikan cakalang. Dimana sebelumnya harga ikan ekor kuning ukuran sedang mencapai Rp 130 ribu/ekor, kini kembali normal menjadi Rp 70 ribu/ekor.
Adapun harga komoditas yang kembali normal meliputi cabai rawit Rp 60 ribu/kg, cabai keriting dari harga Rp 60 ribu/kg kini turun menjadi Rp 50 ribu/kg, tomat Rp 5 ribu/kg dari sebelumnya Rp 10 ribu, bawang merah Arso da
Seorang pedagang, Alda saat ditemui menyebut, kondisi ini telah berlangsung sejak Sabtu 5 April 2025 setelah sebelumnya pasca hari raya Idul Fitri, harga cabai sempat naik hingga mencapai Rp 140 ribu per kilogram.
Genangan air setinggi mata kaki dari orang dewasa membuat tak ada pembeli yang masuk ke lokasi los pasar tersebut dan membuat pedagang yang ada disitu mengaluh dan meminta kepada pemerintah untuk menindak memperbaiki dra
Mama-mama Papua yang sekira 15-20 orang itu sedang sibuk menjajakan anyaman atau kulit ketupat yang mereka buat dari daun kelapa atau janur. Meski hanya beralas seadanya, namun para mama-mama Papua tetap semangat. Jar
Genangan air setinggi mata kaki dari orang dewasa membuat tak ada pembeli yang masuk ke lokasi los pasar tersebut dan membuat pedagang yang ada disitu mengaluh dan meminta kepada pemerintah untuk menindak memperbaiki dra
Meskipun situasinya ramai dan warga saling berdesakan demi mendapatkan barang kebutuhan pokok dengan harga murah di bawah harga pasar, sehingga mereka rela mengantri lama untuk dapat membeli kebutuhan pokoknya menjelang
Menyadari bahaya, para pedagang segera menyelamatkan diri. Tim gabungan Polres Waropen, Polsek Warbah, dan BNPB Kabupaten Waropen pun diterjunkan untuk mengevakuasi warga dan memadamkan api. Namun, keterbatasan peralatan pemadam membuat upaya pemadaman terkendala.
Menurut Tekno, naiknya harga ayam potong lokal bukan karena harga ayam dari petani, melainkan pemilik usaha pemotongan ayam harus menambah karyawan, jam kerja, dan lainnya, sehingga dibutuhkan penyesuaian harga.
Dari pemantauan dan peninjauan tersebut, hampir seluruh kebutuhan pokok terutama bumbu-bumbuan mengalami kenaikan. Yang paling signifikan adalah daun seledri yang sebelumnya dengan harga Rp 150.000 perkilo menjadi Rp 300.000 perkilo. Harga ini kemungkinan masih berpotensi naik pada H-1 Idul Fitri. Selain daun seledri atau daun sup yang naik signifikan tersebut, juga cabe.
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo menegaskan bahwa persoalan yang masih ada di pasar ini akan segera diatasi. Namun khusus lapak-lapak yang yang sudah disualp menjadi tempat tinggal bukan lagi tempat berjualan itu akan ditertibkan segera. "Kita kasih waktu sampai akhir bulan puasa, jika tidak dibongkar maka kami akan turun untuk menertibkan sendiri," tegasnya.
Pj Bupati Mimika, Yonathan Demme Tangdilintin mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan, untuk ketersediaan cadangan beras di Perum Bulog KC Timika saat ini masih mencukupi kebutuhan masyarakat Mimika hingga 4 sampai 5 bulan ke depan.
Dalam kunjungannya, IPDA Nikodemus Kencem menyapa para pedagang dan warga yang sedang berbelanja, serta berbincang mengenai berbagai isu terkait keamanan dan ketertiban di sekitar pasar.
Ayudin menerangkan, beras Mawar Sulawesi sebelumnya dijual diharga Rp 15 ribu per kilogramnya, kini naik diharga Rp 16 ribu. Sedangkan, jika dijual per satu karung bisa mencapai Rp700 ribu hingga Rp720 ribu.
Saat ini, harga ikan laut seperti ekor kuning ukuran sedang Rp 70 ribu, jika normal harganya Rp 50 ribu. Ikan cakalang ukuran sedang Rp 50 ribu, jika normal Rp 30 ribu, dan harga ikan salam Rp 50 ribu jika normal Rp 40 ribu.
Hal ini terkuak saat Disperindag Kota Jayapura bersama pihak kepolisian melakukan sidak di pasar beberapa waktu lalu. Dalam sidak tersebut, ditemukan Minyakita ukuran setengah liter (500 ml) berkurang 50 ml.
Fasilitas toilet atau Mandi, Cuci, Kakus (MCK) yang ada di kompleks Pasar Otonom Kotaraja ini, juga tidak lepas dari pengamatan Walikota Abisai Rollo dan juga Wakil Walikota Rustan Saru saat melakukan sidak di hari pertama kerja, pasca Sertijab dengan mantan Penjabat Wali Kota Jayapura awal pekan kemarin.
Abisai Rollo menyampaikan, pihaknya akan menertibkan oknum tersebut, karena los di pasar itu yang berhak mengambil retribusi hanya pemerintah dalam hal ini dinas terkait. "Para pedagang harus tau ini, agar tidak ada oknum yang memanfaatkan kesempatan ini (pungli)," ujar Abisai Rollo disela sidak berlangsung.
Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Papua, Hartati Sofia Iwanggin mengaku pihaknya akan meningkatkan pengawasan dengan mengutus penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) atau pejabat fungsional yang biasa melakukan pengawasan di lapangan.
Ini merupakan sidak ketiga bagi ABR-HARUS sapaan akrab walikota dan wakil walikota Jayapura priode 2025-2030 itu setelah dilantik 20 Februari 2025 lalu. Dalam sidak, ada beberapa persoalan yang ditemukan wali Kota dan Wakil Walikota yang disampaikan langsung oleh pedagang.
Tak hanya disitu saja di jalan masuk pasar Otonom tepatnya di Jalan depan kantor BBPOM Jayapura para pedagang kembali mendirikan tenda-tenda kecil untuk menempatkan dagangannya serta ada juga yang mengunakan mobil yang parkir di pinggir jalan tersebut.
Salah satu ibu rumah tangga yang tinggal di Entrop, Erni mengaku, maraknya pemberitaan negatif terkait Minyakita harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Pemerintah diminta melakukan sidak di Kota Jayapura.
Beragam sajian tersedia, mulai dari kue tradisional hingga makanan dan minuman kekinian. Selain itu, tersedia pula pilihan sayuran matang serta lauk-pauk siap santap. Rata-rata jajanan yang dijual merupakan hasil produksi industri rumahan (home industry), dengan sebagian besar pedagang juga menerima titipan kue dari individu pembuat kue lainnya.
Kondisi drainase di Pasar Lama Sentani, masih memprihatikan, bagaimana tidak, belum ada bangunan permanen untuk drainase khususnya jalur tempat penjualan ikan danau.
Namun, beberapa penjual takjil mengakui bahwa sudah hari ke 10 permintaan konsumen sepi tidak seperti momen puasa pada tahun-tahun sebelumnya. Ririn penjual takjil di Pasar Lama Sentani mengatakan, untuk puasa kali ini dirinya menyiapkan lebih dari 10 macam kue dan juga es buah, kolak dan kacang hijau.
Kepala Dinas Perindag Kabupaten Jayapura, Theopilus Tegai mengatakan, memang kondisi Pasar Pharaa saat ini tidak memungkinkan untuk menampung lebih dari 7.000 penjual baik itu penjual sembako, ikan asar, pinang, sayuran, aneka hasil kebun, pakaian dan sebagainya.
‘’Kalau tunggakan sewa kios-kios yang ada di Pasar Wamanggu Merauke saat ini hampir mencapai Rp 5 miliar,’’ kata Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM Kabupaten Merauke Erick Rumlus, kepada media ini di Merauke belum lama ini.
Kabid Penertiban Satpol-PP Kota Jayapura, Yulius Taruk mengatakan bahwa kurang lebih sudah tiga hari lamanya Satpol-PP Kota Jayapura menjaga di tempat itu seusai walikota dan wakil walikota Jayapura sidak di Pasar Otonom.
Sarifuddin dan Faisal, penjual komoditi pertanian dan buah-buahan di Pasar Otonom Kotaraja mengatakan, pedagang yang berjualan di luar pasar menyebabkan kemacetan dan merugikan pedagang yang sudah berjualan di dalam pasar.
Dia mengatakan, harapan warga pasar agar pemerintah daerah supaya konsisten menata pemanfaatan pasar itu, karena sebelumnya juga di masa kepemimpinan Pj Walikota Jayapura, Christian Sohilait, berulang kali melakukan penertiban, namun tidak konsisten dan pada akhirnya hampir semua pedagang meninggalkan pasar dan berjualan di luar pasar.
Salah satu pedagang di Pasar Sentral Hamadi, Tekno mengatakan, tujuan dari koperasi desa tersebut untuk memperkuat ekonomi desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan, dan memutus mata rantai distribusi barang yang merugikan produsen dan konsumen.
Hari pertama masuk kerja, Walikota Jayapura, Abisai Rollo dan Wakil Walikota, Rustan Saru menunjukkan totalitas yang tinggi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pimpinan. Pasalnya, mulai dari pagi hingga dini hari keduanya masih melakukan beberapa sidak di wilayah kerjanya.
Pengawan dilakukan mulai dari penyiapan, proses masak hingga distribusi dan jangka waktu yang layak hingga dikonsumsi para pelajar. Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Jayapura adalah Hermanto, mengatakan, pihaknya sudah pasti ikut terlibat aktif di dalam memastikan keberhasilan program makan bergizi gratis itu.
Selang beberapa saat kemudian, keduanya memutuskan untuk melakukan Sidak di pasar Youtefa dan otonom bersama OPD. Meski panas terik matahari, Ondoafi Besar Muaratami itu tiba di pasar otonom bersama Wakilnya Rustan Saru, disusul sejumlah pimpinan OPD.
Para pedagang yang antusias menyambut kedatangan pemimpin baru Kota Jayapura itu menyampaikan untuk menyelesaikan persoalan yang ada salah satunya adalah jam buka tutup pasar.
Kondisi ini terang Ezri, umumnya berdampak pada peningkatan curah hujan. Seperti diketahui gangguan gelombang Rossby yang terpantau aktif di PNG akan masuk ke bagian wilayah Papua pada awal Maret yang dapat meningkatkan intensitas hujan. Selain itu, suhu muka laut yang hangat di sekitar Samudera Pasifik bagian utara turut mendukung pembentukan awan hujan.
Ya, hanya saja cerita itu terjadi pada 35 tahun lalu. Disaat Kota Jayapura belum memiliki banyak pilihan pusat perbelanjaan seperti sekarang. Mau mencari pakaian, kebutuhan rumah tangga hingga kebutuhan sekolah semua bermuara di Pasar Ampera. Namun seiring waktu dan pesatnya pembangunan, pasar konvensional yang berada tak jauh dari Kali Anafre ini mulai ditinggal pembeli.
Pemerintah Provinsi Papua akan melakukan operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok jelang Ramadan dan Idul Fitri. Untuk saat ini, Pj Gubernur Papua, Ramses Limbong menyampaikan situasinya masih kondusif khususnya ketersediaan bahan pangan masih dalam rens aman.
Yuliana (45) salah seorang pedagang buah rambutan di pinggir jalan itu mengaku bahwa sampah tersebut bersumber dari para pedagang yang jualan di sepanjang jalan itu. "Itu bekasan dari jualan para pedagang di sini kemungkinan, tetapi biasanya ada petugas yang tiap pagi bersih-bersih disini," jelas Yuliana kepada Cenderawasih Pos.
Ketua Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Papua Ronald Antonio menyebut bahwa pemanfaatan potensi pasar tersebut harus dioptimalkan sehingga butuh dukungan semua pihak untuk menggarapnya.
Komunikasi dan koordinasi itu masih terus dilanjutkan agar memberikan pemahaman kepada masyarakat agar memahami upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah distrik Heram. "Sejauh ini kami sudah lakukan komunikasi kepada pihak-pihak terkait terutama pemerintah di tingkat distrik dan Kampung dan juga tokoh-tokoh masyarakat," ujarnya.
“Terkait dengan kesiapan menjelang hari besar keagamaan, BPN sudah menganjurkan kepada kami untuk menggelar pasar murah. Baik menjelang Ramadan maupun Idulfitri,” ungkap Lunanka.
Melihat upaya penertiban yang dilakukan Pemkot, Evert N Merauje menilai bahwa pasar tersebut tidak berdiri sendiri, dalam hal ini pasti ada yang mengkordinir yang membuat para pedagang ini tidak patuh dengan langkah Pemkot.
Kapolres Jayapura, AKBP Umar Nasatekay, S.I.K., melalui Kabag Ops Kompol Septen P. Sianturi, S.H, mengakui bahwa untuk area X Pasar Lama Sentani itu akan dipertegas kembali patroli, mengingat lahan tersebut sebelumnya telah dibangun fasilitas olahraga seperti volly pantai.
“Kami harap wali kota dan wakil wali kota terpilih bisa melakukan pembenahan secara menyeluruh untuk aktivitas jual beli di Pasar Otonom, sehingga pedagang lebih tenang berjualan. Tidak seperti saat ini, di depan jalan. Jika musim hujan kami kehujanan, terkena polusi debu, dan menimbulkan resiko lainnya seperti macet," jelas Salim.
Pencapaian awal Tahun 2025 ini tidak lepas dari dukungan penuh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Self-Regulatory Organization (SRO) dan anak usahanya, serta sinergi dan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam melaksanakan program edukasi pasar modal yang inovatif.
Menurutnya, seandainya jika pemilik hak ulayat mengizinkan, maka pemasangan 1.000 kubus tersebut suda dilakukan dari tahun 2024 lalu, dimana jika pemasangan drainase telah dilakukan secara otomatis jalan pasar lama sudah menjadi lebih.
Arifin menyatakan, saat ini kondisi bahu jalan baru otonom, di poros jalan Skyline-Tanah Hitam sudah hampir penuh dengan pedagang. Sehingga membuat area jalan tersebut semakin sempit. Selain keberadaan pedagang yang menumpuk, kondisi jalan semakin sempit ketika pada sisi jalan lainnya digunakan tempat parkir. Sehingga ruang untuk lalu lintas kendaraan semakin terbatas.
Kepala Dinkop dan UMKM Kabupaten Jayapura Haryanto, di Sentani, Jumat, mengatakan bahwa Pasar Akhir Pekan yang diselenggarakan Kopernis sebagai lembaga swadaya masyarakat (LSM) asal Jepang bersama pemerintah setempat, menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk olahannya.
Dengan kondisi tersebut, Ketua DPR Kabupaten Jayapura, Ruddy Bukanaung mengatakan terkait dengan kondisi pasar Pharaa Sentani DPR Kabupaten Jayapura juga telah melihat kondisi pelaku-pelaku usaha yang ada di Pasar Pharaa.
Salah satu persoalan yang menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah kota adalah kondisi infrastruktur pasar yang sangat minim khususnya jalan. Pasar ini juga kerap menjadi bulan-bulanan banjir, sehingga membuat kondisi jalan di dalam pasar tersebut becek dan berlumpur.
"Kalau menurut kami, kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah kemarin itu gagal. Menyuruh orang tidak boleh jual di dalam jalan masuk pasar, tetapi sekarang justru orang ramai-ramai jualan di jalan di luar sana, itu kegagalan," kata Supri Samber, salah satu warga yang ditemui di Pasar Otonom Kotaraja
Menurutnya banjir yang menggenangi Pasar Youtefa kemarin itu menimbulkan kerugian bagi pedagang. Namun dia mengaku tidak rugi terlalu besar. Sementara itu, pedagang lain, Kristina (30) mengatakan, sejak Senin (3/2) pasca kejadian dirinya tetap berjualan meski tempat jualannya masih tergenang akibat banjir.
Pedagang menyebut, harga daging babi mahal karena dampak African Swine Fever (ASF) yang sempat melanda Mimika beberapa waktu lalu mengakibatkan hampir 90 persen populasi babi di Mimika mati.
Banjir tersebut berasal dari luapan sungai yang ada samping pasar, baik Kali Acay maupun Siborhonyi. Luapan kali ini diperparah karena tersumbatnya salura air akibat banyaknya sampah yang dibuang sembarangan.
"Setiap hujan deras, Pasar Youtefa Abepura tergenang air. Ini mengakibatkan omzet pedagang menurun, karena jalan menuju pasar becek dan banyak pedagang tidak bisa berjualan lantaran tempat jualan mereka becek, kami pasrah saja," katanya, Selasa
Hal ini menyusul inflasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan pada Januari 2025 mencapai 4,55 persen, tertinggi di Indonesia. Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Jayawijaya Arther Ludwig Purmiasa mengatakan dari 38 provinsi di Indonesia, Provinsi Papua Pegunungan tertinggi dengan inflasi sebesar Rp4,55 persen.
"Jalanan yang becek tersebut juga akan mengakibatkan air tergenang hingga setinggi mata kaki orang dewasa, tetapi apabila hujan turun dengan lebat dan beruntun maka akan terjadi banjir," katanya.
Menariknya dari aksi yang diinisiasi oleh Komunitas Rumah Bakau Jayapura tersebut, juga ditemukan satu paket ganja kering siap edar. Ganja ini ditemukan di dalam kotas dus rokok yang dikemas di dalam plastic bening berukuran kecil.
Seperti pantauan media ini di Pasar Wamanggu Merauke. Untuk kangkung cabut yang sebelumnya 3 ikat dijual Rp 5.000 sekarang dijual dengan harga Rp 10.000. Kol menjadi Rp 45.000 perkilo. Tomat yang pada musim kemarau bisa dijual dengan harga Rp 5.000-10.000 perkilo saat ini harganya sampai Rp 50.000 perkilo.
Salah satu pedagang pasar Potikelek Wamena Ellen Asso, saat ditemui mengaku, dirinya sangat terdampak minimnya pembeli sejak awal hingga bulan Januari ini akan segera berakhir, dan ia sendiri belum mengetahui apa yang menyebabkan pembeli di pasar tersebut sepi.
Pantauan Cenderawasih Pos di Pasar Sentral Timika, Selasa (28/1), cabai rawit kini Rp 70 ribu per kilogram dari harga sebelumnya, Rp 60 ribu per kilogram. Kemudian, tomat dijual dengan harga Rp 40 ribu per kilogram dari harga sebelumnya Rp 35 ribu per kilogram.
Di eks Pasar Swadaya (Pasar Lama) Timika misalnya, menurut pantauan media ini selalu tampak ramai sejak pagi hingga malam hari. Hal serupa juga dapat ditemukan di Pasar Gorong-Gorong yang beada di Kelurahan Kebun Sirih, Distrik Mimika Baru. Di sana, masyarakat tampak selalu berbondong-bondong untuk berbelanja.
"Untuk harga cabai keriting kisaran Rp 55 ribu/kg, kol Rp 40 ribu/kg, bawang merah Arso Rp 35 ribu-Rp 40 ribu/kg, bawang merah Surabaya Rp 50 ribu-60 ribu/kg, buncis Rp 20 ribu/kg , bawang putih Rp 50 ribu/kg, daun bawang Rp 25 ribu/kg," terangnya
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kota Jayapura Makzi Atanay mengatakan pada 2025 minimal 20 persen dari total transfer dana desa akan dialokasikan untuk mendukung ketahanan pangan dan program gizi.
"Pemkot tentu harus ambil sikap, karena para pedagang ini berjualan di badan jalan, dan ini sudah melanggar aturan lalulintas, jika hal ini dibiarkan dikhawatirkan terjadi kecelakaan yang nanti ujung-ujungnya pemerintah juga kena imbasnya," ungkapnya.
Penataan tersebut dilakukan agar pasar induk tersebut terlihat rapi dan tidak kumuh. Beberapa bangunan kios yang telah kumuh dan bahkan dialih fungsi oleh oknum tertentu akan direncanakan digusur.
Terkait dengan itu, dari pantauan media ini Selasa (14/1), Pasar Wamanggu Merauke terlihat bersih dari sampah plastik yang memenuhi selokan atau parit yang ada di Pasar Wamanggu. Baik selokan sisi kanan maupun selokan bagian belakang.
"Beberapa kali pemerintah kota melakukan penertiban terhadap pedagang yang jual di pinggir jalan. Di depan BPOM dan kantor karantina itu sudah ditertibkan. Tetapi mereka pindah lagi di Jalan Utama, Jalan Baru," ungkapnya.
Pedagang Pasar Sentral Timika, Ali menyebutka, selama awal tahun ini harga barang mengalami penurunan. Hal ini kata dia baru pertama kali terjadi di awal tahun di Mimika.
“Awal tahun ini memang barang-barang turun semua. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.,” ungkap Ali saat ditemui di lapak miliknya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Jayapura, Nofdi J.Rampi mengatakan, mengenai penataan keseluruhan fasilitas yang ada di pasar tersebut dirinya telah mendapatkan sinyal dan arahan dari Wali Kota Jayapura terpilih Abisai Rollo dalam sebuah kesempatan beberapa waktu sebelumnya.
Nanti salah satu pedagang atam potong di pasar pharaa sentani mengaku, pasca kebakaran pihaknya langsung memikirkan untuk bagaimana bisa kembali berjualan kembali. Dan akhirnya ada lokasi lapak baru di belakang yang digunakan untuk berjualan ayam potong. Ada juga yang membuat sendiri karena tidak kebagian tempat.
Dari pantauan Cenderawasih Pos di pasar Ikan Hamadi Senin (30/12) kemarin, masyarakat mulai memadati pasar ikan untuk mencari ikan untuk dikonsumsi pada malam pergantian tahun.
Menurut Awi, selain itu juga meningkatkan pengawasan internal dan eksternal termasuk kerja sama dengan instansi terkait seperti Satpol PP Kota Jayapura untuk menindak setiap pelanggaran. "Kemudian fasilitas dan prasarana pasar kami perbaiki, sehingga menarik lebih banyak pembeli," ujarnya.
Ya, seperti yang diungkap salah satu pedagang di pasar Youtefa Siti Nurjaya, bahwa dia merasakan adanya perbedaan sejak dua tahun belakangan. " Sebelum dua tahun ini, ketika mau natal pembeli datang ke sini membeludak, tapi dalam dua tahun ini seperti hari-hari biasa, memang bisa dikatakan agak turun, kita tidak tahu apa penyebabnya,"ujarnya.
Ia menjelaskan untuk hari biasa, warga PNG yang melintas mencapai 2.000-an orang dan saat ini terjadi lonjakan signifikan. Terkait penggunaan surat keterangan, kata Mathilda, hanya digunakan hingga ke pasar perbatasan yang dapat dijangkau dengan berjalan kaki.
Mama Sani salah satu penjual pinang di pasar pharaa sentani mengakui, dampak kebakaran di pasar pharaa sentani ia terpaksa berjualan di tempat yang tidak layak hanya beralaskan karung atau tikar, jika hujan tidak bisa berjualan jika cuaca panas tentu kasihan badan terkena panas sinar matahari. Beda dengan dulu bisa berjualan di dalam panas tidak takut cuaca hujan atau panas karena terlindungi.
Dia mengatakan, pasar murah yang digelar Pemkot Jayapura itu sangat membantu masyarakat. Karena harga yang ditawarkan sangat murah dari harga normal yang dipasarkan di pasar tradisional maupun pasar modern.
"Kebakaran itu murni musibah, bukan dibakar atau dampak dari pilkada, dan untuk memastikannya kita tunggu hasil penyelidikan," kata Kapolres Lanny Jaya Kompol Nursalam Saka saat dihubungi dari Jayapura, Kamis. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (18/12) itu menghanguskan 40 kios atau lapak, katanya.
Pedagang Pasar Sentral Timika, Ece mengatakan, naiknya beberapa komoditas ini disebabkan terjadinya kekosongan stok di Kabupaten Mimika. “Stoknya sedikit baru katanya ada banyak permintaan dari luar toh (Kabupaten Tegangga-red), makanya pada mahal,” kata Ece.
Utamanya adalah aktifitas warga termasuk aktifitas pemerintahan yang ikut terganggu. Sektor ekonomi juga terdampak karena banyak warga tak bisa menjajakan barang jualannya. Pantauan Cenderawasih Pos dampak dari curah hujan ini sejumlah daerah tegenang banjir. Ada juga beberapa titik yang longsor. Contohnya di Abepura air tergenang setinggi mata kaki orang dewasa. Kemudian ruas jalan Kampung Yoka menuju Arso Kabupaten Keerom tertutup bebatuan berukuran besar yang longsor.
Kepala Sekolah SMKS YPK 1 Pariwisata Biak, Riana Puspita Sarie, S.Pd.,Gr.,M.Pd.,M.Si, mengatakan kegiatan ini tidak hanya melibatkan tenaga pendidik dan siswa, tetapi juga menjadi momen kebersamaan antara sekolah dan masyarakat sekitar. Sebagai bagian dari rangkaian menyambut HUT, acara ini mencerminkan nilai-nilai sosial yang diterapkan di SMKS YPK 1 Pariwisata Biak, sekaligus mempererat hubungan antara sekolah dan masyarakat.
Pj Sekda Papua Selatan Drs Maddaremmeng, M.Si kepada wartawan di Merauke mengungkapkan, dengan melihat ketersediaan telur ayam ras tersebut saat ini yang sulit didapatkan masyarakat dengan harga yang sudah sangat tinggi antara Rp 100.000-120.000 setiap rak. Sementara kebutuhan masyarakat dalam menghadapi perayaan Natal meningkat.