"Jadi ada petugas kami yang turun ke lapangan untuk langsung melakukan pengecekan harga barang sipasar setiap hari dan dari hasil pantauwan itu belum ada barang yang mengalami kenaikan yang memberatkan daya beli masyarakat,"kata Sammy
Menurutnya, upaya yang dilakukan Pemkot adalah dengan melakukan inspeksi mendadak ke pasar tradisional maupun pasar modern yang ada di wilayah Kota Jayapura. Hal ini untuk memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok menjelang perayaan natal dan tahun baru.
Pasar Murah ini menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Biak Numfor menyediakan beras kualitas pulen dengan harga Rp100.000 per karung isi 10 kilogram, minyak goreng kemasan lima liter 70 ribu, telur Rp55.000 per rak (dibatasi satu rak per orang), serta berbagai bahan pangan lainnya seperti gula, tepung, minuman bersoda, mentega, daging ayam, dan susu kental manis. Seluruh barang ini telah mengalami harga subsidi dari harga yang normal di pasaran.
Kapolres menegaskan, pada intinya masyarakat diminta tidak boleh berspekulasi terhadap kejadian kebakaran di pasar phaara sentani karena jangan sampai penyebabnya tidak dari hal tersebut, dan sudah menyebar ke masyarakat tentu ini bisa membuat resah masyarakat khususnya pedagang yang mengalami musibah kebakaran di pasar itu.
Direktur Bisnis Bank Papua, Sadar Sebayang menjelaskan, Pasar Murah Digital Bank Papua, merupakan program literasi dan sosialisasi transaksi digital yaitu penggunaan transaksi non tunai dengan Qris Bank Papua. Qris merupakan salah satu alat pembayaran yang sedang disosialisasikan kepada masyarakat agar masyarakat mengerti menggunakan transaksi digital, dan pastinya dapat meningkatkan transaksi non tunai secara rutin.
Api dilaporkan mulai berkobar sekitar pukul 02.30 WIT dan baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 05.30 WIT, Senin (02/12) dan dilakukan pendingan sampai siang hari karena masih ada api kecil yang menyala. Kapolres Jayapura, AKBP Umar Nasatekay, S.I.K., menjelaskan bahwa pihaknya telah menerjunkan Tim Inafis untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Pjs Bupati Yalimo Hasuka Hisage,SPd., MPd., mengatakan bahwa , pada hari ini dirinya sebagai Pjs Bupati Yalimo bersama sejumlah OPD di;lingkungan pemda yalimo melakukan sidak di asar tradisional elelim yalimo dalam kunjungannya bahwa harga pasaran masyarakat di pasar tradisional harga barannya normal.
Pemerintah telah melakukan penertiban dengan dengan memberikan imbauan, akan tetapi langkah itu tidak diindahkan, sehingga dalam minggu ini, turun ke jalan menertibkan semua yang ada di poros jalan, maupun di luar areal pasar, baik Youtefa maupun Otonom.
Debat pamungkas ini mengangkat beberapa tema, mulai dari kesetaraan gender, isu pendidikan, isu pasar, isu PAD hingga terkait Persipura. Meski terkait Persipura ini sempat memunculkan pertanyaan karena dianggap sebagai pertanyaan setingan namun semua paslon berhasil memberikan pertanyaan dan jawaban secara bergantian.
"Untuk masalah sampah di Pasar Pharaa Sentani menjadi tanggung jawabnya Disperindag, kita sifatnya hanya mendukung karena Tupoksi soal kebersihan pengangkutan sampah diberikan langsung ke Disperindag,"bebernya.
Ia mengaku selama ini telah melakukan pengawasan rutin terhadap pengelolaan Pasar Otonom, akan tetapi karena kondisi pasar tidak memadai sehingga pedagang tidak betah untuk berjualan di dalam.
Menurutnya, pasar otonom Kotaraja masih sangat luas untuk ditempati oleh para pedagang, termasuk para pedagang yang ditertibkan oleh Pemkot Jayapura beberapa waktu lalu. Hanya saja pengaturan di dalam pasar itu harus ditata secara menyeluruh, mulai dari lapak-lapak jualan, jalan masuk pasar termasuk para mafia los pasar dan tukang parkir liar yang ada di dalam pasar. Belum lagi sejumlah warga yang tinggal dan menetap di dalam pasar dengan membangun tempat tinggal sederhana di bagian tertentu di dalam pasar itu.
Dalam rapat yang dipimpin Pj Bupati Marthen Kogoya tersebut juga membahas tentang persiapan peresmian gedung Gereja, pembangunan terminal dan pembahasan beberapa agenda penting lainnya. Hadir dalam rapat, Asisten I Setda Tolikara Adi Wibowo,SH, Kepala Dinas Perhubungan Jundi Wanimbo, S. Pd, Kepala Dinas Pendidikan, Otovianus Yeimo, SE, Sekretaris Bappeda dan seluruh tamu undangan lainnya.
Pasca penerbitan itu, mereka masih berjibaku untuk bis berjualan, dan berupaya mendapatkan tempat untuk berjualan di dalam pasar. Tetapi sebenarnya persoalannya tidak hanya sampai di situ. Mereka juga harus berhadapan dengan mafia-mafia yang sudah lebih dulu ada di dalam pasar itu dan sepertinya mereka mengendalikan pasar itu secara tidak terang-terangan. Lalu pertanyaannya muncul, kenapa mereka bisa ada di situ.
Kepala BPOM Jayapura Hermanto mengatakan monitoring dan evaluasi kegiatan itu merupakan Program Prioritas Nasional (PPN). Dimana kegiatan itu, melibatkan pihak pedagang pangan, pasar dan perwakilan sekolah-sekolah dan yang menjadi lokus adalah wilayah Distrik Muara Tami.
Kondisi ini tidak hanya menimbulkan kemacetan, serta merusak tatanan Kota, tapi juga berdampak fatal bagi pengguna jalan maupun pedagang itu sendiri, karena transaksi jual beli dilakukan di bahu jalan.
Kepala Satpol PP Kota Jayapura, Dionisus Deda, menegaskan, tidak ada kompromi mengenai aktivitas para pedagang kaki lima yang menggelar jualan di luar kawasan Pasar. "Kami akan tindak tidak ada kompromi soal itu," tegasnya.
Meski sudah ditindak tegas, dengan membongar seluruh lapak yang ada di sepanajng jalan masuk pasar tersebut, namun berselang tiga atau empat hari setelah itu pedagang kembali berjualan di areal tersebut.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, mengatakan kerja sama ini merupakan sesuatu yang sangat penting dalam pengembangan potensi wisata baik yang ada di PNG maupun Kota Jayapura sehingga menarik banyak pengunjung dari kedua negara tersebut.
"Kita sudah rapatkan setelah mereka protes kemarin dan saya sudah buatkan surat. Intinya kita tidak mau orang berjualan di jalan, itu bukan pasar, itu jalan raya. Itu dulu, intinya disitu. Bedakan antara pasar dan Jalan Raya. Kalau jalan raya itu untuk orang jalan mobil kendaraan, pasar ada tempatnya," tegas Penjabat Wali Kota Jayapura Christian Sohilait
“Kadang ada kiriman masuk langsung turun harga, biasanya berapa berapa hari saja turun, kadang langsung naik, kalo memang kosong lagi naik lagi, sekarang lagi banyak stoknya,” ungkap Mama Ece.
Tidak lagi hanya digunakan sebagai tempat jual beli hasil kebun saja, kondisi pasar Mama-mama pedagang asli Papua, yang terletak di Jalan Percetakan, pusat Kota Jayapura, Papua, kini sangat memprihatinkan lantaran pasar tersebut disalahfungsikan oleh oknum-oknum tertentu.
Sepintas dari ucapannya, mereka mengeluhkan kebijakan Pemkot Jayapura yang dinilai sangat merugikan mereka. Pasalnya setelah aktivitas penjualan difokuskan ke dalam pasar, mereka tidak lagi mendapatkan kunjungan pembeli, hingga merugi karena tidak ada penghasilan.
Oleh karena itu, Pj Bupati Jayapura Semuel Siriwa mengaku dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan sidak di Pasar Lama Sentani dengan melibatkan Dinas Perindag Kabupaten Jayapura, Dinas PUPR Kabupaten Jayapura, Satpol PP Kabupaten Jayapura dan OPD terkait.
Pasca penertiban pasar tersebut Pemerintah Kota Jayapura memang telah menugaskan sejumlah anggota satuan polisi pamong praja dibantu TNI-Polri. Mereka ditugaskan untuk menjaga kawasan itu agar tertib dan tidak ada lagi aktivitas PKL yang mengganggu akses jalan masuk ke dalam pasar. Termasuk menyebabkan kemacetan dan munculnya sampah-sampah yang dibuang di saluran drainase yang ada di kiri kanan jalan menuju pasar itu.
Warga sendiri nampaknya sudah hafal betul dengan situasi ini dimana jika masuk ke jalan Pasar Lama maka harus siap terjebak macet, suara berisik, pedagang yang nongkrong di pinggir jalan termasuk jalan yang sudah seperti panuan.
Memang benar bila penurunan daya beli masyarakat terus berlangsung dikhawatirkan akan menyebabkan terjadinya pengangguran akibat para pengusaha mengurangi pekerjanya karena menurunnya pendapatan mereka.
Kegiatan penertiban ini dipimpin langsung oleh Pj. Walikota Jayapura Christian Sohilait, bersama sejumlah organisasi perangkat daerah terkait, seperti Satpol PP Kota Jayapura, Dinas Perhubungan dan juga Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kota Jayapura. Penertiban juga diback upa sejumlah anggota TNI Polri.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jayapura, Dionisius Deda mengatakan, masalah itu menjadi tanggung jawab sepenuhnya dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Koperasi Kota Jayapura. Sebab, keberadaan Satpol PP hanya bersifat membackup apabila diminta.
Hal itu menurut Widi terlihat dari tingkat kunjungan harian, yang memang mengalami pasang surut, terlebih saat pertengahan pelaksanaan Pasar Digital. Meski hanya pada angka 400 juta, Widi mengatakan, transaski total dari offline dan online bisa mencapai total hampir 5 miliar.
Pasalnya, ada banyaknya keluhan dari masyarakat dan pedagang bahwa banyak sampah di pasar tidak terangkut dengan baik, maka hal ini diminta kepada DLH dan Dinas Perindag bisa sama-sama saling berkoordinasi dalam hal menjaga kebersihan di pasar termasuk dalam pengangkutan sampahnya.
Dimana aktifitas dalam pasar tersebut tidak lagi hanya menjual hasil kebun dan kreatif dari mama-mama Papua, tetapi sebagian dialihfungsikan sebagai tempat penjualan judi Toto Gelap (Togel) dan tempat untuk minuman keras (Miras) bagi sekelompok orang.
Hal ini seiring dengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Papua tahun anggaran 2025 direncanakan mencapai Rp 2,701 triliun, dengan rincian anggaran pendapatan sebesar Rp 2,505 triliun sedangkan anggaran belanja sebesar Rp 2,701 triliun.
Usai melaksanakan kegiatan tersebut, Frans Pekey menjelaskan, jika terpilih nanti dia akan menata Pasar Youtefa dan pasar otonom Kotaraja. Khusus tradisional untuk pasar dijadikan sebagai pasar eceran, sementara pasar utama atau induk akan dijadikan sebagai pasar grosiran yang melibatkan para pedagang dari luar Kota Jayapura seperti dari Arso Keerom, Kabupaten Jayapura hingga Sarmi.
Setiap pagi dan sore mereka rela membayar angkot, asalkan hasil bumi mereka ini bisa menghasilkan uang. Sayang, meski datang dari jauh, namun para petani dari wilayah perbatasan RI-PNG ini tidak mendapatkan tempat untuk berjualan di dua pasar tersebut.
Dia mengatakan dari blusukan ke Terminal Entrop, keluhan para sopir terkait dengan masalah trayek. Dimana dengan trayek yang ada saat ini, justru sangat merugikan sopir angkutan kota, belum lagi karena kehadiran angkutan taksi online yang saat ini makin banyak.
Sejak ditutupnya akses pintu belakang itu, Mama-mama Papua yang berjualan di pasar itu mengeluh kesulitan untuk mendapatkan pembeli. Sehingga mereka memilih untuk meninggalkan pasar itu.
Aktivitas mama mama Papua hanya terlihat di lantai satu, sementara di bagian lantai dua pasar itu digunakan untuk kegiatan judi togel. Yang lebih mirisnya lagi, dari informasi yang disampaikan kepada Cenderawasih Pos, ada oknum pegawai negeri yang berdinas Pemprov dan Pemkot, secara terang-terangan kadang mengunjungi pasar itu untuk membeli togel.
"Ya pertanyaan kami sebagai masyarakat apakah pasar yang di sebelah itu sudah tidak berfungsi sampai masyarakat ini jual di area jalan ini," ujar Edward Alfian, salah satu pengguna jalan yang merasa sedikit kesal dengan kondisi itu, ketika dimintai komentarnya terkait aktivitas pedagang di pasar tersebut.
"Dalam menjaga inflasi yang utama adalah menjaga stok barang yang di jual, jika stok barang ada maka harga pasti stabil tapi sebaliknya barang yang dibutuhkan kosong maka bisa memicu kenaikan harga barang karena masyarakat membutuhkan barang tersebut, sehingga jangan ada distributor dan pedagang yang coba coba memainkan stok barang terutama barang yang dikirim dari luar Papua apakah sembako dan lainnya,"ungkapnya, Kamis (26/9/2024) kemarin.
Sedangkan untuk harga cabai rawit Rp 60 ribu/kg, cabai keriting Rp 50 ribu/kg, cabai besar Rp 60 ribu/kg, harga bawang merah maupun bawang putih Rp 50 ribu/kg, dan bawang bombai Rp 40 ribu/kg.
Sementara itu, untuk harga barang terpantau stabil. Misalkan beras Bulog Rp 13 ribu/kg, beras Putri Thailand, Ikan Mas, Lumbung Padi, Betet, maupun beras 99 harga dimulai dari Rp 15 ribu/kg – Rp 18 ribu/kg.
Menurutnya ada beberapa hal besar yang harus diselesaikan segera diantaranya pengendalian masalah banjir, masalah penataan Pasar Youtefa, Hamadi, dan pengelolaannya juga harus secara profesional. Sehingga pasar itu dapat dijadikan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat di Kota Jayapura. Sehingga perlunya tata kelola pasar itu harus diatur baik kedepannya.
Menurut dia, diperkirakan panen akan berlangsung dari September hingga Desember dan diharapkan dapat mencukupi kebutuhan masyarakat menyambut aktivitas terkait pilkada dan persiapan Natal serta tahun baru.
Informasi yang diberikan berupa informasi pasar kerja, pendaftaran pencari kerja, penyuluhan dan bimbingan jabatan, penyaluran dan penempatan kerja berbasis web, aktivitas layanan informasi pasar kerja, informasi data lowongan pekerjaan, informasi bagi pemberi kerja dan informasi bagi pencari kerja.
Ismail salah satu warga Pasar Lama Sentani berharap Pemerintah Kabupaten Jayapura segera memperbaiki jalan di Pasar Lama Sentani, supaya pengendara yang lewat bisa lebih nyaman. Karena jika tidak segera diperbaiki kerusakan jalan bisa semakin tambah parah.
Kapolres menjelaskan bahwa kejadian berawal saat adanya laporan dari masyarakat yang merasa resah karena di areal Terminal Pasar Jibama sering dijadikan lokasi perjudian sehingga mengganggu aktivitas jual beli di Pasar.
Menurutnya, masalah penataan pasar ini memang tidak dapat diselesaikan hanya melalui imbauan, ataupun tindakan berupa penertiban yang sifatnya tidak masif. Akan tetapi langkah konkrit yang perlu dilakukan pemerintah mesti menyiapkan petugas keamanan di setiap pasar tradisional yang ada di Kota Jayapura.
"Beras Bulog kami jual Rp 13 ribu/kg, sementara beras bermerek seperti 99, Putri Tailand, Betet Rp 17ribu- Rp 19 ribu/kg, Mentega 1 kg (balok) Rp 20 ribu/kg, gula pasir Rp 20 ribu/kg, Minyakita Rp 18 ribu/liter, Kuncimas Rp 20 ribu/liter,"ujarnya kepada Cenderawasih Pos, Senin (9/9) kemarin.
PJ Bupati Jayawijaya Thony M Mayor, S.Pd, MM menyatakan banyak pasar yang dibangun pemerintah daerah namun tidak digunakan oleh masyarakat sehingga bangunannya terbengkalai, sementara untuk pasar yang masih aktif digunakan sampai dengan saat ini hanya beberapa saja, seperti pasar Bolakme , Pasar Kimbim ini harus jadi perhatian dari pemerintah.
"Cabai rawit Rp 60 ribu/kg, cabai keriting dan cabai besar Rp 70 ribu/kg, tomat Rp 5 ribu/kg, bawang merah dan bawang putih Rp 50 ribu/kg, kol Rp 10 ribu/kg, sawi putih Rp 10 ribu/kg, buncis Rp 15 ribu/kg, Kentang Rp 30 ribu/kg, wortel Rp 20 ribu/kg dan bawang bombai Rp 60 ribu/kg, " katanya kepada Cenderawasih Pos,
Gazebo kayu ini juga telah dilengkapi dengan puluhan meja dan kursi-kursi panjang di dalamnya. Di wisata kuliner itu, tampak sejumlah pedagang sedang mempersiapkan barang dagangannya untuk kembali berjualan malam nanti.
"Saya biasanya beli 1 - 2 ball harus bayar Rp 6 juta - Rp 12 juta, yang mana untuk 1 ball untuk baju kaos maupun kemeja ada 300 picis. Sementara untuk celana panjang cewek 200 picis dan celana panjang pria sebanyak 150 picis, " jelasnya kepada Cenderawasih Pos, Senin (3/9) kemarin.
Ikan kecil seperti ikan kembung, deho, kawalina dan ikan kecil lainnya. Sementata ikan besar yaitu ikan cakalang, tenggiri, salam dan ekor kuning. Ikan lainnya seperti karapu, kakap merah, cumi, udang dan kepiting juga tersedia.
Kepala Kantor Bank Papua Cabang Biak, Widi mengatakan, kurang lebih 180 lapak atau stand pelaku usaha turut memeriahkan Pasar Digital Bank Papua ini. Perputaran uang di lokasi Pasar Digital ini, dari pantauan realtime dalam semalam ada satu lapak bisa menghasilkan hingga kurang lebih Rp 4 juta.
Diakuinya, hingga saat ini pihaknya masih dominan sediakan beras 50 kg, untuk beras Bulog dan karung kuning, karena permintaan eceran masih tinggi. "Kami juga sediakan beras SPHP tetapi tidak begitu banyak, karena permintaan eceran lebih besar dimana untuk harga eceran Rp 13 ribu/kg, sementara kemasan 5 kg Rp 65 ribu,’’terangnya.
Sebelumnya, Pasar Wamanggu Merauke tersebut dikelola oleh Badan Perdapatan Daerah Kabupaten Merauke. Namun sejak awal Agustus 2024 dengan adanya pelantikan pejabat eselon III dan IV, pengelola pasar Wamanggu Merauke tersebut diserahkan ke Perindakop Kabupaten Merauke.
Adapun hari belanja pasar mama-mama ini, ditetapkan setiap hari Selasa dan Jumat. Hari belanja ini ditetapkan untuk pejabat, ASN dan anggota TNI-Polri di Kabupaten Puncak, terhitung mulai 27 Agustus 2024.
Pj Wali Kota Christian Sohilait mengatakan sidak Bapok ini dialukan dalam rangka mengantisipasi terjadinya inflasi di Kota Jayapura. Sidak bapok ini dilakukan di beberapa tempat, diantaranya pasar modern/supermarket maupun pasar Tradisional.
Dia mengatakan retribusi pasar dikumpulkan dari seluruh pasar yang ada di Kota Jayapura yang menjadi kewenangan pengelolaan dari Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi Kota Jayapura. Adapun pasar-pasar itu yakni pasar Youtefa Induk dan otonom, Pasar Entrop, Koya Timur, Pasar Hamadi dan Pasar Numbai.
Pj Gubernur memberikan waktu sebulan kepada semua penerima BMN setempat untuk segera menyelesaikan administrasi hibah, serta mengambil peran memanfaatkan dan memaksimalkan aset, guna memacu pertumbuhan ekonomi di kawasan PLBN Skow.
Pasar Lama Sentani, merupakan salah satu pasar di Kabupaten Jayapura, yang sampai dengan saat ini masih difungsikan. Meski tidak ada bangunan permanen, seperti Pasar Pharaa Sentani, namun aktivitas perbelanjaan, jual beli, di lokasi Pasar Lama Sentani masih sangat padat.
Meski harga cabai yang cukup ‘melangit’ tersebut namun berbeda dengan harga tomat dan sayur-sayuran justru saat ini cukup murah. Untuk tomat, rata-rata dijual dengan harga Rp 5.000 perkilo.
“Kami mendorong ekonomi dan pendapatan masyarakat melalu8 dana Otsus, dengan membeli hasil bumi dari mereka. Ini kami lakukan untuk mendorong masyarakat menanam dengan baik, selanjutnya dari dinas membeli hasil bumi mereka. Dengan demikian mereka bisa mendapatkan pendapatan dan dengan pendapatan yang baik, mereka bisa biayai sekolah anaknya,” tegas Karlos Murib .
Pedagang menyebut, bawang merah yang sebelumnya bertengger di angka Rp 75 ribu per kilogram kini turun menjadi Rp 45 ribu per kilogram. Sedangkan, tomat kini menjadi Rp 25 ribu dari harga sebelumnya Rp 50 ribu per kilogram.
Yamin seorang penjual sembako di Pasar Sentral Hamadi mengatakan, saat ini harga sembako tidak mengalami kenaikan harga. Bahkan hampir semua harga di pasaran stabil. Baik itu beras, gula, minyak goreng dan sebagainya.
Kondisi ini banyak dikeluhkan warga dan pengendara yang lewat, karena sering macet dan jalan banyak yang lubang, termasuk air dari drainase ada yang meluap di jalan. Pj Bupati Jayapura Triwarno Purnomo mengaku akan melakukan perbaikan drainase dan penataan pedagang di Pasar Lama Sentani maupun memperbaiki jalan yang rusak.
Padahal awalnya pasar yang menyediakan ikan untuk konsumsi dan ikan hias itu menjadi solusi bagi masyarakat di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura, dalam memenuhi kebutuhan ikan segar.
Menurutnya, 400 meter jalan yang akan dikerjakan itu, belum menjawab semua persoalan kebutuhan di dalam pasar terutama terkait dengan kondisi jalan yang memang saat ini belum pernah dikerjakan.
"Kami beli dengan harga Rp 100 ribu/kg, sehingga harga jual naik menjadi Rp 120 ribu/kg. Sementara untuk tomat stabil Rp 15 ribu/kg, bawang merah Rp 60 ribu/kg dan bawang putih Rp 50 ribu/kg, "ungkapnya kepada Cenderawasih Pos
Para pedagang pun mengeluhkan kondisi ini dan berharap pemerintah kota Jayapura segera melakukan pengerukan atau perbaikan saluran-saluran drainase yang ada di dalam pasar tersebut.
“Dari pengelolaan TPI Hamadi tersebut, pendapatannya masuk ke Pemerintah Kota Jayapura meliputi retribusi, pungutan termasuk penentuan harga dasar ikan,” ujarnya.
Seperti yang diungkapkan Haris penjual komoditi pertanian dan sembako di Pasar Otonom Youtefa bahwa harga sembako masih stabil, kecuali harga gula pasir yang mengalami kenaikan harga Rp 15 ribu/kg menjadi Rp 18 ribu- Rp 20 ribu/kg.
Pedagang mengatakan, kondisi ini dipengaruhi oleh cuaca yang tidak bersahabat sehingga pasokan cabe lokal di Mimika menurun. Mereka juga menduga banyak petani cabe gagal panen akibat cuaca buruk.
PJ Bupati Jayawijaya Thony M Mayor, S.Pd, MM menyatakandalam kunjungan kerjanya ke pasar Potikelek memang terlihat semua berjalan lancar dimana aktifitas perekonomian atau jual beli terjadi seperti biasanya, namun dilain sisi ia juga mendapat laporan dan masukan dari warga dipasar tersebut untuk pengolahan sampah dan pengamanan dalam pasar tersebut.
Pasca penertiban terhadap pasar Youtefa dan Pasar Otonom Kotaraja, pemerintah Kota Jayapura dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan telah menempatkan papan peringatan kepada para pedagang untuk tidak lagi berjualan di area-area yang sudah dilarang secara khusus di tempat-tempat yang sudah ditertibkan beberapa waktu lalu.
Seorang pedagang, Bapak Ais menyebut, cabe merupakan salahsatu komoditas yang kerap naik harga. Apalagi, cabe lokal dari petani di Mimika. “Ini cabe lokal. Kalo dibandingkan dengan cabe kiriman, masih lebih murah cabe kiriman. Mungkin karena kualitasnya atau apa begitu,” ujarnya.
Sosialisasi Penyuluhan Bahaya HIV / AIDS yang dilakukan Promkes KPA Provinsi Papua pegunungan di Pasar Jibama Wamena. Dok KPA Provinsi Papua pegunungan
Guna menjaga kestabilan harga kebutuhan bapok dan komoditi pertanian, khususnya bawang yang mulai mengalami kenaikan, Tim TPID Papua tidak tinggal diam. Selain melakukan rapat koordinasi bersama seluruh anggota TPID, juga menggelar pasar murah dan jika mengharuskan pihaknya akan mendatangkan suplai dari luar Papua.
"Kalau tomat sudah murah Rp 20 ribu/kg, cabai rawit Rp 100 ribu/kg, cabai keriting dan cabai besar Rp 60 ribu/kg, sementara sayuran seperti kol Rp 35 ribu/kg, kentang dan wortel Rp 30 ribu/kg, " tambahnya.
Kemudian cabai rawit Pasca Idul Adha harga menembus angka Rp 120 hingga Rp 130 ribu per kilogram dan sekarang hanya berkisaran Rp 80 ribu per kilogram. Sementara itu cabe Padang harganya tetap bertahan di angka Rp 80 ribu per kilogram sebelum dan idul adha.
Lanjutnya, untuk peras premium seperti 99 Rp 18 ribu/kg, sementara untuk beras karung kuning Rp 15 ribu/kg. "Harga saat ini masih stabil, tapi ada kemungkinan dalam waktu dekat ini ada kenaikan harga beras, baik itu beras premium maupun medium, " katanya lagi.
"Kami kesulitan dapat stok bawang merah tidak hanya di Hamadi tetapi juga di Pasar Otonom. Ini yang menyebabkan harga bawang merah Rp 65 ribu/kg naik dari harga Rp 50 ribu/kg. Sedangkan bawang putih Rp 50 ribu/kg naik dari harga Rp 45 ribu/kg, " jelasnya.
Munawir, Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Merauke ditemui media ini seusai pembukaan pasar hewan tersebut mengungkapkan, bahwa pasar hewan ini akan berlangsung sampai 15 Mei 2024. Untuk sementara, sekitar 11 ekor sapi qurban di pasarkan di tempat tersebut.
Parson mengatakan, dana Otsus dicairkan dalam tiga tahap. Setelah dicairkan tahap satu sebesar 30 persen, nanti di tahap dua 45 persen dan tahap tiga 25 persen. Diharapkan semua dana Otsus yang sudah dicairkan dapat dibuat dengan baik sistem pelaporan surat pertanggung jawabannya, karena bisa membantu Pemkab Jayapura dalam pemberian dana Otsus ke depan.
Reni (30), salah satu PKL, mengatakan dirinya memilih dagang di luar pasar dikarenakan kondisi pasar tidak terawat, sepi dan tidak memiliki tempat atau lapak. Hal tersebut membuat Reni enggan untuk berjualan di dalam pasar. Ia mengatakan aturan di dalam tidak jelas, dan tidak ada ketegasan dari para pengelola pasar.
Seperti yang disampaikan Muslimah, salah seorang penjual Komoditi Pertanian di Pasar Sentral Hamadi bahwa sampai dengan saat ini harga komoditi pertanian mengalami kenaikan harga.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Kabupaten Mimika, Petrus Pali Ambaa menjelaskan, usulan dari masyarakat setempat dan pemerintah distrik pada tahun lalu mengusulkan untuk dilakukan rehab.
Semrawutnya pengelolahan pasar ini terjadi karena ulah oknum pedagang yang semaunya memilih lokasi jualan. Seperti di Pasar Otonom, meski Disperindagkop telah melakukan penertiban dengan membongkar lapak milik pedagang yang ada di luar areal pasar, khususnya di pinggir jalan raya.
Di Pasar Otonom ini, DPRD Kota Jayapura mendapatkan banyak keluhan dari pedagang mulai dari penataan pasar yang semwarut, kondisi bagunan yang rusak, soal keamanan, hingga persoalan pedagang nakal yang berjualan di luar areal pasar, Pedagang ini meminta Pemkot Jayapura untuk lebih tegas menata pasar tersebut, terutama terkait penataan los jualan, serta paling utama menindak pedagang nakal yang berjualan di luar areal pasar.
Petrus menjelaskan, pintu masuk Pasar Sentral Timika ditutup sebagai upaya untuk meramaikan pengunjung pasar sentral terutama di Gedung A1 dan A2 sesuai permintaan pedagang yang kini berjualan di bekas bangunan yang sempat tidak difungsikan itu.
Aktivitas dari wahana pasar malam ini justru menyebabkan kemacetan di bilangan Jalan Hassanudin depan Pasar Sentral Timika karena padatnya kendaraan ditambah tidak adanya tempat parkir.
Lanjut dia, berdasarkan informasi dari Disperindagkop Kota Jayapura, pihaknya akan memasang papan informasi dan larangan kepada para pedagang untuk tidak lagi membangun lapak jualan di tempat yang sudah diterbitkan oleh Pemkot Jayapura beberapa waktu yang lalu.
Festival Dekranasda dan Kopi gratis seharian merupakan program yang diinisiasi oleh Disperindagkop kota Jayapura untuk mempromosikan aksesoris buatan tangan (Hand Made) dan kuliner IKM, UMKM di Kota Jayapura.
Lanjut dia, berdasarkan informasi dari Disperindagkop Kota Jayapura, pihaknya akan memasang papan informasi dan larangan kepada para pedagang untuk tidak lagi membangun lapak jualan di tempat yang sudah diterbitkan oleh Pemkot Jayapura beberapa waktu yang lalu.
Akan tetapi terminal yang di Pasar Otonom ini bermasalah, sehingga terpaksa terminal Pasar Youtefa Abepura terpaksa digunakan untuk melayani angkutan umum jurusan Koya-Kota Jayapura.
"Kami imbau pedagang dan pengunjung jaga kebersihan Pasar Pharaa Sentani. Tidak boleh membuang sampah sembarang, karena ini akan membuat bau tidak sedap tercium kemana- mana. Juga menimbulkan penyakit dan pasar terlihat kotor,"ungkapnya.
Sebelumnya Pemkot telah berulang kali memberikan surat edaran terkait penertiban PKL di Pasar tersebut, tetapi nyatanya para pedagang masih tetap saja berjualan. Penertiban dilakukan bertujuan agar lebih tertib, pasar tidak semrawut.
"Hari ini Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas perindakop melakukan penertiban terhadap bangunan-bangunan ilegal yang didirikan oleh para pedagang tanpa izin kepada pemerintah kota Jayapura,"kata Robert L.N. Awi.