"Di Keerom kita sudah ada 3 UPT, dalam perencanaan strategis di Kanwil Kemenkumham yaitu ada dua hal dari sisi pemasyarakatan yang akan kita dorong peningkatan kelasnya," katanya kepada Cenderawasih Pos, Senin (11/6) kemarin.
Kevin Nanlohy sebagai koordinator aksi mengatakan, apa yang disampaikan oleh Bupati maupun Kepala BKPSDM belum menjawab tuntutan honorer. “Kita datang dengan data dan bukti pelanggaran, tapi tidak dijawab dengan data dan bukti,” ujarnya.
Sementara untuk Oknum TNI Kopda BI dan Koptu TJ saat ini masih ditahan di Pomdam karena dugaan awal telah ada bukti-bukti yang menguatkan soal keterlibatan keduanya,” kata Kapendam XVII Cenderawasih, Letkol Herman Taryaman dalam rilisnya, Senin (11/7) malam.
Koordinator Aksi John Giyai mengatakan, selama ini sangat jelas pengesahan UU Otsus dan pemekaran yang dilakukan sangat sepihak oleh Jakarta tanpa aspirasi rakyat Papua sebagi pemilik tanah air dan udara.
Apalagi sebelumnya terdengar bahwa Polres Mamberamo Tengah juga sempat dipalang. Terkait situasi tersebut satu kompi Brimob diturunkan ke Kobakma, ibukota Kabupaten Mamberamo Tengah untuk memperkuat personel yang sudah ada.
Pasalnya pihaknya tidak mengizinkan adanya massa turun ke jalan kemudian melakukan pengerahan massa menuju gedung DPR Papua. Selain itu, jika bercermin dari aksi yang sudah pernah terjadi, selama long march selalu ada pihak yang dirugikan bahkan terkadang terjadi tindakan anarkis dan perbuatan melawan hukum.
Kepala Dinas Kominfo Papua, Jery Agus Yudianto menyampaikan, meskipun jumlah pengguna internet di Papua tidak cukup signifikan, namun efek yang ditimbulkan dari penggunaan internet ini akan sangat berpengaruh pada perkembangan di Papua termasuk di Kota Jayapura.
Menurut Delon, proses verifikasi dan validasi data yang memakan waktu hingga bertahun tahun. Selain itu, teman teman banyak yang sudah dirumahkan. “Janji-janji manis pejabat yang selalu diutarakan, namun hingga saat ini tidak pernah terealisasi dengan alasan teknis yakni menunggu penetapan formasi dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PAN dan RB,” kata Delon kepada Cenderawasih Pos.
Dikatakan, kendati belum nampak tanda tanda berbahaya karena memang sebagian besar 33 kasus sembuh sendri dan 1 meninggal. Namun bukan berarti kasus ini dianggap remeh. Harus persiapan sejak dini
“Minggu depan tim dari Dinas Kesehatan Provinsi ke lapangan setelah dana cair. Sementara dari Kementrian Kesehatan dimungkinkan tiba di Asmat pada 17 Juli mendatang,” ungkap dr Aaron kepada Cenderawasih Pos, Minggu (10/7).