Dalam akun Instagram Kontras_Update menuliskan bahwa pihak pihak yang bekonflik seperti TNI-Polri dan TPNPB tidak dilibatkan dalam penandatanganan dokumen tersebut. Padahal, pelibatan pihak yang berkonflik menjadi poin penting.
Hingga kini, gempa susulan masih terjadi di wilayah jayapura. Warga pun kerap dibuat panik dengan gempa tersebut belum lagi soal informasi hoax yang kerap dibagikan orang orang yang tidak bertanggung jawab.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)Â Wilayah V Jayapura dalam pernayataannya menegaskan bahwa isu akan terjadi Tsunami adalah hoax namun warga tetap saja memilih mengungsi ke tempat yang aman.
Sejumlah pasien anak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dok II hingga Rabu (4/1) petang masih berada di tenda-tenda darurat depan rumah sakit. Mereka enggan kembali masuk ke ruangan lantaran khawatir terjadi gempa bumi susulan.
Kepala Penanggulangan Bencana Daerah (PBD) Provinsi Papua Secara Zoom atau Virtual mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) penjelasan terkait pasca pencabutan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada Senin (2/1) lalu.
Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Papua, Setyo Wahyudi menyebut pada Rabu (4/1) ASN sudah mulai masuk kantor.
Hanya saja kata Wahyudi, aktivitas perkantoran baru akan mulai aktif pada Senin (9/1). Ia pun meminta ASN di lingkungan Bappenda Papua tidak menambah waktu libur.
Rabu (4/1) Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua kembali masuk kantor usai libur. Hal ini berdasarkan Surat Edaran terkait hari libur resmi dan cuti bersama dalam rangka Hari Raya Natal 2022 dan tahun baru 2023.
Terkait dengan arus balik pertama menggunakan kapal laut di Pelabuhan Jayapura, yang masuk pada Selasa (3/1) malam sekitar pukul 22.00 WIT, menggunakan KM. Labobar, tercatat penumpang turun sebanyak 2.113 orang.
Kepanikan warga pasca gempa yang terjadi sekira pukul 22.00 WIT ada Selasa (3/1) direspon warga dengan kepanikan. Ratusan warga yang tinggal di Dok VIII, Dok IX dan APO Pantai Distrik Jayapura Utara memilih untuk mengungsi.
Hingga tadi malam gempa susulan masih saja terjadi, kendati goncangan gempa tak sebesar Senin (2/1) lalu, namun masyarakat merasa was-was akan gempa tersebut.