Friday, February 20, 2026
27.4 C
Jayapura
- Advertisement -spot_img

TAG

KKB

Delapan HT Simpatisan KKB Diamankan

Operasi cipta kondisi gabungan dengan Satgas Operasi Damai Cartenz dipimpin oleh Kasat Reskrim Ipda Yoga Dwi Arjuna di depan Mapolres Lanny Jaya sejak pukul 09.00 WIT berhasil mengamankan 8 pria beserta beberapa barang yang disinyalir memiliki kaitan dengan Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB.

Setelah Yahukimo, Giliran KKB Puncak yang Memanas

Aksi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kian brutal. Belum tuntas pengejaran terhadap pelaku penembakan di Yahukimo yang menewaskan seorang anggota TNI, kini seorang prajurit TNI di Kabupaten Puncak yakni Praka Jumardi. Tak hanya itu, kejadian Jumat (2/3) pagi tersebut juga menewaskan seorang warga sipil bernama Terina Murib.

Susi Air Berharap KST Bebaskan Philip Tanpa Syarat

Rabu (1/3) Susi Pudjiastuti sebagai pendiri Susi Air menyampaikan harapannya agar pilot berkewarganegaraan Selandia Baru itu segera dibebaskan tanpa syarat.

Baku Tembak TNI v KST,  Satu Anggota TNI Gugur 

Tak hanya itu, Dandim 1715/Yahukimo Letkol Inf Johanis Victorianus Tethool juga tertembak di bagian tangan dan paha. Ia kini tengah dirawat. Aksi kontak tembak Rabu (1/3) sekira pukul 15.30 WIT dimana terdengar suara rentetan tembakan dari arah statistik Jalan Paradiso Distrik Dekai, Yahukimo.

Mempertimbangkan untuk Menerima Tawaran

“Pilot Susi Air bukan merupakan tujuan utama dari TPNPB melakukan penyanderaan, ini sebatas menujukan kepada semua pihak bahwa Egianus dan pasukannya sedang memperjuangkan Papua Merdeka dan pesannya sudah tersampaikan,” kata Yan saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Jumat (24/2).

Untuk Upaya Kemanusiaan, Komnas HAM Berikan Dukungan

Sebagaimana, Pilot asal Selandia Baru itu disandera kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya pada 7 Februari 2023. Itu artinya, 21 hari sudah Philip Mark Merthens bersama KKB.  “Kita berikan dukungan pada semua tim yang sedang bekerja untuk pembebasan Pilot Susi Air,” kata Frits kepada Cenderawasih Pos, Senin (27/2).

Komnas HAM Tak Yakin Jika Warga Sipil Dijadikan Tameng

Menurut Frits, pasca penyanderaan Pilot Susi Air. Warga Sipil di Distrik Paro dan sekitarnya sudah menyelamatkan diri dengan mengunsi. Adapun yang berada di sekitar sandera saat ini adalah kelompok sipil bersenjata (KSB) yang memegang senjata.

Tidak Bisa dengan Hanya Melemparkan Statmen Kosong

Juru Bicara Jaringan Damai Papua Yan Cristian Warinussy menilai menjadi hal yang dipertanyakan jika saat ini Egianus menggunakan masyarakat dalam hal ini anak anak dan perempuan sebagai tameng.

Tujuan Sandera Pilot Susi Air untuk Papua Merdeka

 Menurut Yan, setelah 18 hari berlalu, Egianus sudah harus mempertimbangkan untuk memberi ruang kepada pilot dibebaskan. Dalam kaitan itu, harus dibicarakan dan harus ada jaminan keamanan dari semua pihak diantaranya, pemerintah distrik, kabupaten dan juga pemerintah Provinsi Papua Pegunungan juga TNI-Polri.

Berharap Upaya Komunikasi dan Negosiasi Bisa Terus Dilakukan

 Kepala Komnas HAM Papua Frits Ramandey mengaku, hingga kini Komnas HAM telah mendapatkan 3 kali konfirmasi bahwa pilot dalam keadaan baik, diperlakukan secara manusiawi dan ada publikasi tentang keberadaan pilot tersebut.

Latest news

- Advertisement -spot_img