Ketiga kampung yang belum ditunda pelantikan kepala kampungnya adalah Kampung Syordo (Sorido), Warmpur (Yadfas) dan Fanjuri (Wodu). Ketiga calon kepala kampung dari kampung ini ditunda pelantikannya sambil menunggu kepastian kodefikasi wila
-Badan Pusat Statistik (BPS) dan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor melakukan pencanangan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) di Aula Kantor Distrik Samofa, Selasa (28/04/2026). Pencanangan Desa Cantik ini ditandai dengan penandatanganan komit
Keberhasilan Kampung Ruar, Distrik Biak Timur, Kabupaten Biak Numfor meraih prestasi gemilang sebagai juara 3 Lomba Kampung/Desa dan Kelurahan setelah sebelumnya menjadi Juara I Tingkat Provinsi Papua.
Kampung Ruar ber
“Karena dukungan dari masyarakat dan semua pihak, hari ini kita bisa melaksanakan pelantikan kepala kampung secara serentak dengan baik, dan ini adalah momen berjarah dalam perjalanan pemerintahan Kabupaten Biak Numfor d
“Biak Numfor memiliki luas wilayah daratan terbatas, saya minta supaya seluruh aparatur kampung untuk menjaga tanah dan lahan hak milik Orang Asli Papua, khususnya yang berada di gugusan Kepulauan Padaido Aimando,” imbuh
Tak hanya para kepala kampung yang hadir dalam gladi bersih itu, namun pendamping (istri) para kepala kampung juga ikut hadir. Selain memantapkan prosesi jalannya acara pelantikan, digladi bersih itu para calon kepala ka
Hanya saja, masih ada beberapa kepala kampung yang tidak akan dilantik karena ada persoalan harus dituntaskan. Salah satunya adalah persoalan masih belum adanya kodefikasi 3 kampung, ketiga kampung itu adalah adalah Syor
Menurutnya, di sejumlah kampung adat, jabatan kepala kampung masih dipegang oleh ondoafi, sehingga menyulitkan masyarakat untuk melakukan kontrol, termasuk dalam hal pengelolaan keuangan.
Bahkan, DPR Kota Jayapura dari perwakilan adat berencana akan melakukan monitoring di setiap kampung. Tak dijelaskan secara detail, pimpinan DPR dari kursi adat itu akan melakukan pengawasan. Namun yang pasti ini adalah
Kepala Kampung Dafnawanga, Distrik Waan, Eron Awi, saat dihubungi media ini lewat telpon selulernya, mengungkapkan bahwa sebagian warga yang mengungsi karena atap rumkahnya rusak akibat diterjang putting beliung belum ke