Korban Gempa NTT Terus Bertambah, 68 Orang Meninggal, 213 Luka-Luka

Purbaya mengatakan, penanganan awal menggunakan dana siap pakai yang tersedia di BNPB. Jika kebutuhan meningkat, pemerintah akan menambah anggaran sesuai kebutuhan dan mekanisme yang berlaku. “Biasanya kita pakai dana dari BNPB yang sudah kita siapkan. Masih ada tuh Rp 5 triliun, kalau nggak salah. Mungkin sebagian terpakai, tapi masih cukup,” kata Purbaya, Senin (17/8).

BNPB juga memiliki dana siap pakai sekitar Rp 500 miliar untuk kebutuhan darurat di lapangan. Pemerintah memastikan dana tersebut dapat ditambah jika tidak mencukupi. Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) memantau fasilitas pemanfaatan radiasi pengion di NTT. Dari 51 fasilitas yang ada di provinsi tersebut, 14 berada di delapan kabupaten terdampak gempa. Kepala Biro Hukum, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Bapeten Ishak mengatakan, hasil koordinasi sementara tidak menemukan dampak gempa terhadap keselamatan dan keamanan sumber radiasi pengion. Tidak ditemukan pula kenaikan paparan radiasi akibat gempa. Bapeten tetap memantau kondisi tersebut, terutama menyusul potensi gempa susulan. (mim/idr/raf/oni/JPG/r3)

Baca Juga :  Tiongkok Peringatkan Indonesia

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Purbaya mengatakan, penanganan awal menggunakan dana siap pakai yang tersedia di BNPB. Jika kebutuhan meningkat, pemerintah akan menambah anggaran sesuai kebutuhan dan mekanisme yang berlaku. “Biasanya kita pakai dana dari BNPB yang sudah kita siapkan. Masih ada tuh Rp 5 triliun, kalau nggak salah. Mungkin sebagian terpakai, tapi masih cukup,” kata Purbaya, Senin (17/8).

BNPB juga memiliki dana siap pakai sekitar Rp 500 miliar untuk kebutuhan darurat di lapangan. Pemerintah memastikan dana tersebut dapat ditambah jika tidak mencukupi. Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) memantau fasilitas pemanfaatan radiasi pengion di NTT. Dari 51 fasilitas yang ada di provinsi tersebut, 14 berada di delapan kabupaten terdampak gempa. Kepala Biro Hukum, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Bapeten Ishak mengatakan, hasil koordinasi sementara tidak menemukan dampak gempa terhadap keselamatan dan keamanan sumber radiasi pengion. Tidak ditemukan pula kenaikan paparan radiasi akibat gempa. Bapeten tetap memantau kondisi tersebut, terutama menyusul potensi gempa susulan. (mim/idr/raf/oni/JPG/r3)

Baca Juga :  Tahun 2023, Pulau Papua Diguncang 4.674 Gempa Bumi 

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya