Intensitas Banjir di Pasar Youtefa Meningkat

Pedagang Tagih Penanganan Pemerintah

JAYAPURA-Intensitas banjir yang melanda kawasan Pasar Youtefa beberapa waktu belakangan cenderung meningkat. Setiap kali hujan, hampir dipastikan air merendam kawasan Pasar Youtefa dan sekitarnya.

  Banjir juga kembali merendam kawasan belakang Pasar Youtefa, Kota Jayapura, setelah hujan mengguyur sejak pagi, Sabtu (3/10). Dalam dua pekan terakhir, kawasan tersebut sudah tiga kali terendam, membuat pedagang harus terus waspada mengamankan barang dagangan.

  Salah satu pedagang sembako, Supriadi, mengatakan kondisi tersebutmengganggu aktivitas perdagangan. Ia mengaku setiap kali hujan turun, pedagang harus bersiap menghadapi kemungkinan air kembali naik dan masuk ke area jualan maupun rumah.

  “Dalam seminggu sudah tiga kali air naik. Setiap kali hujan turun, semua terendam. Jadi kalau hujan kami harus waspada,” kata Supriadi kepada Cenderawasih Pos, Sabtu (3/10).

Baca Juga :  Digelontor Dana Rp6-9 Miliar/Tahun, Harusnya Kampung Jadi Maju

  Supriadi yang sudah sekitar tiga tahun berjualan di kawasan tersebut mengatakan kondisi banjir seperti sekarang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, hujan yang tidak terlalu deras pun kini dapat membuat air dengan cepat naik.

  “Dulu tidak begini. Sekarang hujan sedikit, banjir. Hujan sedikit, air langsung naik,” ujarnya.

Pedagang Tagih Penanganan Pemerintah

JAYAPURA-Intensitas banjir yang melanda kawasan Pasar Youtefa beberapa waktu belakangan cenderung meningkat. Setiap kali hujan, hampir dipastikan air merendam kawasan Pasar Youtefa dan sekitarnya.

  Banjir juga kembali merendam kawasan belakang Pasar Youtefa, Kota Jayapura, setelah hujan mengguyur sejak pagi, Sabtu (3/10). Dalam dua pekan terakhir, kawasan tersebut sudah tiga kali terendam, membuat pedagang harus terus waspada mengamankan barang dagangan.

  Salah satu pedagang sembako, Supriadi, mengatakan kondisi tersebutmengganggu aktivitas perdagangan. Ia mengaku setiap kali hujan turun, pedagang harus bersiap menghadapi kemungkinan air kembali naik dan masuk ke area jualan maupun rumah.

  “Dalam seminggu sudah tiga kali air naik. Setiap kali hujan turun, semua terendam. Jadi kalau hujan kami harus waspada,” kata Supriadi kepada Cenderawasih Pos, Sabtu (3/10).

Baca Juga :  Tunjangan Guru Sertifikasi Dibayar Bertahap 

  Supriadi yang sudah sekitar tiga tahun berjualan di kawasan tersebut mengatakan kondisi banjir seperti sekarang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, hujan yang tidak terlalu deras pun kini dapat membuat air dengan cepat naik.

  “Dulu tidak begini. Sekarang hujan sedikit, banjir. Hujan sedikit, air langsung naik,” ujarnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya