El Nino Diprediksi Jadi yang Terkuat Abad Ini

Fenomena El Nino sendiri merupakan pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang memengaruhi pola cuaca global. Bagi Indonesia, dampak paling nyata biasanya berupa penurunan curah hujan sehingga musim kemarau berlangsung lebih panjang dan lebih kering dibandingkan kondisi normal.

“Untuk Indonesia, El Nino umumnya berdampak pada penurunan curah hujan sehingga kondisi menjadi lebih kering, terutama pada periode Juni hingga Januari,” jelas Ardhasena. BMKG memperkirakan sebanyak 198 zona musim atau sekitar 31,6 persen wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau pada Juni 2026. Wilayah tersebut meliputi sebagian besar Sumatra, Kalimantan Barat, Banten, DKI Jakarta bagian selatan, Jawa Tengah, sebagian Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi, Maluku, Papua Barat, dan Papua bagian timur.

Baca Juga :  KPU Fasilitasi Pemilih yang Ingin Pilih Kotak Kosong

Pada Juli 2026, sebanyak 66 zona musim tambahan diprediksi mulai memasuki musim kemarau. Wilayah yang terdampak antara lain sebagian Jambi, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan bagian timur, Sulawesi, Maluku Utara, dan Maluku.BMKG juga mencatat awal musim kemarau tahun ini cenderung datang lebih cepat dibandingkan rata-rata klimatologis periode 1991–2020.

Sebanyak 308 zona musim atau hampir 40 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami kemajuan awal musim kemarau. Wilayah tersebut mencakup Aceh, Sumatra Utara, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bangka Belitung, Lampung, sebagian besar Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Dari sisi sifat hujan, BMKG memperkirakan 482 zona musim atau 56,18 persen wilayah Indonesia akan mengalami musim kemarau dengan curah hujan di bawah normal. Wilayah yang berpotensi mengalami kondisi lebih kering meliputi sebagian Sumatra, seluruh Pulau Jawa, sebagian besar Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara Barat, sebagian Nusa Tenggara Timur, sebagian besar Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, hingga Papua.

Baca Juga :  Prabowo Klaim Tingkat Pengangguran Turun ke Level Terendah Sejak Krisis 1998

Fenomena El Nino sendiri merupakan pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang memengaruhi pola cuaca global. Bagi Indonesia, dampak paling nyata biasanya berupa penurunan curah hujan sehingga musim kemarau berlangsung lebih panjang dan lebih kering dibandingkan kondisi normal.

“Untuk Indonesia, El Nino umumnya berdampak pada penurunan curah hujan sehingga kondisi menjadi lebih kering, terutama pada periode Juni hingga Januari,” jelas Ardhasena. BMKG memperkirakan sebanyak 198 zona musim atau sekitar 31,6 persen wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau pada Juni 2026. Wilayah tersebut meliputi sebagian besar Sumatra, Kalimantan Barat, Banten, DKI Jakarta bagian selatan, Jawa Tengah, sebagian Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi, Maluku, Papua Barat, dan Papua bagian timur.

Baca Juga :  Prabowo Klaim Tingkat Pengangguran Turun ke Level Terendah Sejak Krisis 1998

Pada Juli 2026, sebanyak 66 zona musim tambahan diprediksi mulai memasuki musim kemarau. Wilayah yang terdampak antara lain sebagian Jambi, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan bagian timur, Sulawesi, Maluku Utara, dan Maluku.BMKG juga mencatat awal musim kemarau tahun ini cenderung datang lebih cepat dibandingkan rata-rata klimatologis periode 1991–2020.

Sebanyak 308 zona musim atau hampir 40 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami kemajuan awal musim kemarau. Wilayah tersebut mencakup Aceh, Sumatra Utara, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bangka Belitung, Lampung, sebagian besar Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Dari sisi sifat hujan, BMKG memperkirakan 482 zona musim atau 56,18 persen wilayah Indonesia akan mengalami musim kemarau dengan curah hujan di bawah normal. Wilayah yang berpotensi mengalami kondisi lebih kering meliputi sebagian Sumatra, seluruh Pulau Jawa, sebagian besar Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara Barat, sebagian Nusa Tenggara Timur, sebagian besar Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, hingga Papua.

Baca Juga :  Papua Harus Siap Hadapi Kekeringan

Berita Terbaru

Artikel Lainnya