Saturday, June 22, 2024
23.7 C
Jayapura

Tak Punya Tambang, Papua Kedepankan Ekonomi Hijau dan Ekonomi Biru

Lanjut Rumasukun, terkait dengan kondisi ini, Provinsi Papua mengedepankan ekonomi hijau dan ekonomi biru.

“Sebab kita di Papua sudah tidak lagi memiliki tambang, namun kita punya potensi ekonomi biru dan ekonomi hijau yang begitu luas dan besar. Dengan begitu kita bisa tingkatkan agar memberikan pendapatan bagi daerah kita di Papua,” kata Rumasukun.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Jeri Agus Yudianto, menyebut Musrenbang tahun ini adalah sangat strategis. Selain harus mempersiapkan rencana kerja tahun 2025, juga menyiapkan RPJMD 20 tahun depan.

“Menyiapkan RPJMD terkait dengan Papua didalam transisi pemerintahan dan kepimpinan daerah,” ucap Jeri.

Sementara itu, Pj Sekda Papua, Derek Hegemur, mengatakan pembangunan kedepan berkaitan dengan ekonomi biru dan ekonomi hijau. Untuk ekonomi biru tentang kelautan dan perikanan, sementara ekonomi hijau tentang perkebunan dan pertanian.

Baca Juga :  KPK Jebloskan Eks Wali Kota Bandung Yana Mulyana ke Lapas Sukamiskin

Ia juga menyatakan, pemerintah akan terus mendorong program peningkatan produktifitas usaha masyarakat seperti ini. Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan ekonomi daerah.

“Ekspor biji kakao menjadi momen penting untuk memotivasi pemerintah dan para petani. Sehingga semakin meningkatkan kinerja dalam mengelola sumber daya alam yang ada di Papua,” kata Derek usai ekspor perdana biji kakao produksi petani di bumi cenderawasih sebanyak 10 ton dengan tujuan Olam Food Ingredients di Surabaya melalui Pelabuhan Laut Jayapura, Senin (6/5).

Sekedar diketahui, dalam Musrembang yang digelar di Jakarta pada Senin (6/5) dihadiri langsung oleh Pj Gubernur Papua, M Ridwan Rumasukun. (fia/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

Baca Juga :  Kantor Gubernur Dipalang, Pemprov Akan WFH?

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Lanjut Rumasukun, terkait dengan kondisi ini, Provinsi Papua mengedepankan ekonomi hijau dan ekonomi biru.

“Sebab kita di Papua sudah tidak lagi memiliki tambang, namun kita punya potensi ekonomi biru dan ekonomi hijau yang begitu luas dan besar. Dengan begitu kita bisa tingkatkan agar memberikan pendapatan bagi daerah kita di Papua,” kata Rumasukun.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Jeri Agus Yudianto, menyebut Musrenbang tahun ini adalah sangat strategis. Selain harus mempersiapkan rencana kerja tahun 2025, juga menyiapkan RPJMD 20 tahun depan.

“Menyiapkan RPJMD terkait dengan Papua didalam transisi pemerintahan dan kepimpinan daerah,” ucap Jeri.

Sementara itu, Pj Sekda Papua, Derek Hegemur, mengatakan pembangunan kedepan berkaitan dengan ekonomi biru dan ekonomi hijau. Untuk ekonomi biru tentang kelautan dan perikanan, sementara ekonomi hijau tentang perkebunan dan pertanian.

Baca Juga :  Papua Bukan Daerah Konflik, Iklim Kesejahteraan Perlu Dibangun

Ia juga menyatakan, pemerintah akan terus mendorong program peningkatan produktifitas usaha masyarakat seperti ini. Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan ekonomi daerah.

“Ekspor biji kakao menjadi momen penting untuk memotivasi pemerintah dan para petani. Sehingga semakin meningkatkan kinerja dalam mengelola sumber daya alam yang ada di Papua,” kata Derek usai ekspor perdana biji kakao produksi petani di bumi cenderawasih sebanyak 10 ton dengan tujuan Olam Food Ingredients di Surabaya melalui Pelabuhan Laut Jayapura, Senin (6/5).

Sekedar diketahui, dalam Musrembang yang digelar di Jakarta pada Senin (6/5) dihadiri langsung oleh Pj Gubernur Papua, M Ridwan Rumasukun. (fia/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

Baca Juga :  Layanan Telekomunikasi Sudah Kembali Normal

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya