JAYAPURA–Operasi Patuh Lantas kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Bila biasanya pengendara yang melanggar langsung ditilang, kini mereka tetap diperiksa tetapi hanya mendapat teguran dan imbauan.
Pendekatan ini sejalan dengan arahan Kapolri yang baru, yang menekankan pelayanan masyarakat yang humanis. Selain itu, pendekatan edukatif dipilih dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat, sehingga Polri lebih mengedepankan pembinaan ketimbang tindakan hukum.
Selama empat hari pelaksanaan, Ditlantas Polda Papua memeriksa 237 pelanggar, terdiri atas 125 pengendara roda dua dan 112 pengendara roda empat. Pelanggaran yang ditemukan beragam, mulai dari tidak memakai helm, tidak memiliki SIM, tidak memasang spion, hingga penggunaan knalpot brong.
Kabag Bin Ops Ditlantas Polda Papua, AKBP Asmuruf, mengatakan Kapolri berharap jajaran Polri lebih sering turun dan bersama-sama dengan masyarakat. Operasi Patuh yang digelar serentak di seluruh Indonesia ini berlangsung selama 14 hari, dimulai 26 Oktober dan berakhir 8 November 2026. Saat ini operasi telah memasuki hari keempat.
“Sesuai petunjuk Bapak Kapolri, kegiatan yang bersifat preemtif itu 20 persen, preventif 50 persen, dan represif 30 persen,” ujarnya, usai gelar oprasi Patuh di Taman Imbi, Kota Jayapura, Kamis (29/10)
Dalam kegiatan tersebut, Polda Papua menggandeng Jasa Raharja untuk mengimbau para pengguna jalan, baik pengendara roda dua maupun roda empat, agar mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan diri maupun orang lain, sehingga perjalanan tertib, lancar, dan selamat.