Dalam konteks Papua, Methodius mengatakan perhatian perlu diberikan kepada perguruan tinggi negeri yang memiliki posisi strategis dalam pembangunan sumber daya manusia Papua, khususnya Universitas Cenderawasih (Uncen) di Jayapura, Universitas Papua (Unipa) di Manokwari, dan Universitas Musamus (Unmus) di Merauke.
Menurutnya, ketiga perguruan tinggi tersebut memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak sumber daya manusia Papua sehingga sistem penerimaan mahasiswa baru harus benar-benar dijaga dari berbagai potensi penyimpangan.
“Saya tidak mengatakan bahwa telah terjadi praktik korupsi atau suap di Uncen, Unipa maupun Unmus. Tidak boleh ada tuduhan tanpa bukti. Tetapi dari perspektif kebijakan publik, kita harus melakukan pencegahan berbasis risiko. Kampus harus bertanya kepada dirinya sendiri: apakah sistem yang ada sudah cukup kuat untuk mencegah penyalahgunaan kewenangan?,” jelasnya.
Ia menilai perhatian khusus perlu diberikan kepada program studi yang menjadi favorit masyarakat, seperti Kedokteran, Kedokteran Gigi, Farmasi, Teknik dan program studi lainnya yang memiliki jumlah peminat tinggi sementara daya tampung terbatas.
Ketika peminat sangat banyak dan kursi yang tersedia terbatas, nilai dari satu kursi menjadi sangat tinggi. Kondisi seperti ini sebutnya dapat membuka ruang bagi pihak-pihak yang menawarkan jalan belakang, orang dalam, atau bahkan menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.
Dalam konteks Papua, Methodius mengatakan perhatian perlu diberikan kepada perguruan tinggi negeri yang memiliki posisi strategis dalam pembangunan sumber daya manusia Papua, khususnya Universitas Cenderawasih (Uncen) di Jayapura, Universitas Papua (Unipa) di Manokwari, dan Universitas Musamus (Unmus) di Merauke.
Menurutnya, ketiga perguruan tinggi tersebut memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak sumber daya manusia Papua sehingga sistem penerimaan mahasiswa baru harus benar-benar dijaga dari berbagai potensi penyimpangan.
“Saya tidak mengatakan bahwa telah terjadi praktik korupsi atau suap di Uncen, Unipa maupun Unmus. Tidak boleh ada tuduhan tanpa bukti. Tetapi dari perspektif kebijakan publik, kita harus melakukan pencegahan berbasis risiko. Kampus harus bertanya kepada dirinya sendiri: apakah sistem yang ada sudah cukup kuat untuk mencegah penyalahgunaan kewenangan?,” jelasnya.
Ia menilai perhatian khusus perlu diberikan kepada program studi yang menjadi favorit masyarakat, seperti Kedokteran, Kedokteran Gigi, Farmasi, Teknik dan program studi lainnya yang memiliki jumlah peminat tinggi sementara daya tampung terbatas.
Ketika peminat sangat banyak dan kursi yang tersedia terbatas, nilai dari satu kursi menjadi sangat tinggi. Kondisi seperti ini sebutnya dapat membuka ruang bagi pihak-pihak yang menawarkan jalan belakang, orang dalam, atau bahkan menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.