MRP Dorong Peningkatan Kapasitas Masyarakat Adat di Papua

JAYAPURA—Majelis Rakyat Papua (MRP) berencana menggelar kegiatan peningkatan kapasitas bagi masyarakat adat di sejumlah kabupaten di Provinsi Papua. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kebersamaan serta menjaga nilai-nilai adat dan hutan adat dari berbagai kepentingan pihak tertentu.

Ketua MRP, Nerlince Wamuar, mengatakan kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh masukan dan saran masyarakat adat yang disampaikan secara langsung kepada MRP belum lama ini di Kantor MRP Papua.

“Masukan masyarakat adat itu pada prinsipnya menyoroti pentingnya kekompakan dan kebersamaan masyarakat adat di setiap daerah, khususnya dalam menjaga budaya dan nilai-nilai adat yang telah diwariskan oleh para pendahulu,” kata Nerlince saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (23/1).

Baca Juga :  BBMKG  Jayapura Pasang  15 Sensor Seismograf    

Selain itu, kegiatan peningkatan kapasitas ini juga dimaksudkan untuk mendorong masyarakat adat agar bersatu dalam menjaga hutan adat masing-masing, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh kepentingan kelompok tertentu yang hanya ingin mengambil keuntungan di Papua.

“Nantinya kegiatan ini akan kami laksanakan di masing-masing kabupaten, dan kemungkinan Kabupaten Keerom menjadi lokasi pertama pelaksanaannya,” ujarnya.

Nerlince menegaskan, peningkatan kapasitas tersebut sangat penting mengingat masyarakat adat merupakan pilar utama kultur di setiap wilayah. Oleh sebab itu, persatuan di antara masyarakat adat harus terus dijaga.

“Berdasarkan laporan yang kami terima, saat ini masyarakat adat di beberapa daerah belum sepenuhnya kompak. Ada yang pro dan ada yang kontra terhadap kebijakan tertentu. Ini tidak bisa dibiarkan. Mereka harus bersatu. Jika satu orang menolak perusakan hutan, maka seharusnya semua sepakat,” tegasnya.

Baca Juga :  Dorong Legislatif Keluarkan Perda untuk Minimalisir Sampah Plastik   

JAYAPURA—Majelis Rakyat Papua (MRP) berencana menggelar kegiatan peningkatan kapasitas bagi masyarakat adat di sejumlah kabupaten di Provinsi Papua. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kebersamaan serta menjaga nilai-nilai adat dan hutan adat dari berbagai kepentingan pihak tertentu.

Ketua MRP, Nerlince Wamuar, mengatakan kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh masukan dan saran masyarakat adat yang disampaikan secara langsung kepada MRP belum lama ini di Kantor MRP Papua.

“Masukan masyarakat adat itu pada prinsipnya menyoroti pentingnya kekompakan dan kebersamaan masyarakat adat di setiap daerah, khususnya dalam menjaga budaya dan nilai-nilai adat yang telah diwariskan oleh para pendahulu,” kata Nerlince saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (23/1).

Baca Juga :  Dorong Legislatif Keluarkan Perda untuk Minimalisir Sampah Plastik   

Selain itu, kegiatan peningkatan kapasitas ini juga dimaksudkan untuk mendorong masyarakat adat agar bersatu dalam menjaga hutan adat masing-masing, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh kepentingan kelompok tertentu yang hanya ingin mengambil keuntungan di Papua.

“Nantinya kegiatan ini akan kami laksanakan di masing-masing kabupaten, dan kemungkinan Kabupaten Keerom menjadi lokasi pertama pelaksanaannya,” ujarnya.

Nerlince menegaskan, peningkatan kapasitas tersebut sangat penting mengingat masyarakat adat merupakan pilar utama kultur di setiap wilayah. Oleh sebab itu, persatuan di antara masyarakat adat harus terus dijaga.

“Berdasarkan laporan yang kami terima, saat ini masyarakat adat di beberapa daerah belum sepenuhnya kompak. Ada yang pro dan ada yang kontra terhadap kebijakan tertentu. Ini tidak bisa dibiarkan. Mereka harus bersatu. Jika satu orang menolak perusakan hutan, maka seharusnya semua sepakat,” tegasnya.

Baca Juga :  Pemda Biak Numfor Ajak Warganya Saksikan Gerhana Matahari Total di Biak

Berita Terbaru

Artikel Lainnya