Abisai Rollo: Hutan Bakau Tetap Harus Dilestarikan!
Anak-anak yang menunggu angkutan perahu di dermaga Tobati, yang berdekatan dengan hutan bakau yang terlihat hijau melindungi pesisir pantai. (foto:Dok/Cepos)
JAYAPURA -Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menegaskan komitmennya untuk terus menjaga dan melestarikan kawasan hutan bakau di wilayah Kota Jayapura. Menurutnya, hutan bakau bukan hanya menjadi kawasan wisata, tetapi juga memiliki peran penting sebagai penyangga ekosistem laut serta pelindung alami dari abrasi pantai.
“Hutan bakau harus tetap dilestarikan. Ini adalah kekayaan alam yang memiliki manfaat besar bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat,” ujar Abisai saat ditemui Cenderawasih Pos di ruang kerjanya, Selasa (5/5).
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo. (foto:Takim/Cepos)
Ia menjelaskan bahwa kawasan hutan bakau di Jayapura, khususnya di wilayah Hamadi hingga Holtekamp, memiliki fungsi strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Selain menjadi habitat berbagai biota laut, hutan bakau juga mampu menahan gelombang air laut sehingga mengurangi risiko abrasi yang dapat mengancam garis pantai.
Pemerintah Kota Jayapura, lanjutnya, akan terus melakukan upaya pelestarian, termasuk penanaman kembali pohon bakau secara berkala guna memastikan keberlanjutan ekosistem tersebut. Langkah ini dinilai penting agar keberadaan hutan bakau tidak mengalami kerusakan atau bahkan kepunahan di masa mendatang.
Terkait kemungkinan adanya perubahan fungsi lahan di lapangan maupun revisi tata ruang kota, Abisai menegaskan bahwa prinsip perlindungan kawasan hutan bakau tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah. “Kawasan hutan bakau tetap akan dilindungi. Itu komitmen kami,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat maupun pihak tertentu agar tidak melakukan aktivitas jual beli lahan di kawasan hutan bakau. Menurutnya, praktik tersebut berpotensi merusak lingkungan karena berujung pada alih fungsi lahan yang tidak sesuai.
JAYAPURA -Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menegaskan komitmennya untuk terus menjaga dan melestarikan kawasan hutan bakau di wilayah Kota Jayapura. Menurutnya, hutan bakau bukan hanya menjadi kawasan wisata, tetapi juga memiliki peran penting sebagai penyangga ekosistem laut serta pelindung alami dari abrasi pantai.
“Hutan bakau harus tetap dilestarikan. Ini adalah kekayaan alam yang memiliki manfaat besar bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat,” ujar Abisai saat ditemui Cenderawasih Pos di ruang kerjanya, Selasa (5/5).
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo. (foto:Takim/Cepos)
Ia menjelaskan bahwa kawasan hutan bakau di Jayapura, khususnya di wilayah Hamadi hingga Holtekamp, memiliki fungsi strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Selain menjadi habitat berbagai biota laut, hutan bakau juga mampu menahan gelombang air laut sehingga mengurangi risiko abrasi yang dapat mengancam garis pantai.
Pemerintah Kota Jayapura, lanjutnya, akan terus melakukan upaya pelestarian, termasuk penanaman kembali pohon bakau secara berkala guna memastikan keberlanjutan ekosistem tersebut. Langkah ini dinilai penting agar keberadaan hutan bakau tidak mengalami kerusakan atau bahkan kepunahan di masa mendatang.
Terkait kemungkinan adanya perubahan fungsi lahan di lapangan maupun revisi tata ruang kota, Abisai menegaskan bahwa prinsip perlindungan kawasan hutan bakau tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah. “Kawasan hutan bakau tetap akan dilindungi. Itu komitmen kami,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat maupun pihak tertentu agar tidak melakukan aktivitas jual beli lahan di kawasan hutan bakau. Menurutnya, praktik tersebut berpotensi merusak lingkungan karena berujung pada alih fungsi lahan yang tidak sesuai.