Masyarakat Diminta Lapor Bila Temukan Praktik Curang BBM Subsidi
JAYAPURA – Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, kembali menyoroti masih maraknya antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tersebar di Kota Jayapura. Kondisi tersebut dinilai tidak hanya mengganggu kelancaran pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga diduga berkaitan dengan praktik penyalahgunaan distribusi bahan bakar bersubsidi.
 Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kota Jayapura bersama TNI, Polri, dan Tim Terpadu akan terus meningkatkan pengawasan melalui patroli rutin dan penertiban di lapangan.
 Abisai menegaskan, penanganan persoalan antrean BBM tidak bisa dilakukan secara setengah-setengah. Oleh karena itu, seluruh unsur yang tergabung dalam Tim Terpadu akan bekerja secara maksimal untuk memastikan distribusi BBM berjalan sesuai ketentuan.
 “Kami bersama TNI, Polri dan Tim Terpadu akan terus melakukan pengawasan dan patroli di seluruh SPBU. Jangan sampai ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi,” tegas Abisai yang mana menjadi salah satu materi dalam FGD Forkopimda dan Paguyuban di kantor wali kota, Rabu (22/7).
  Ia bahkan menyatakan akan turun langsung memantau sekaligus memimpin penertiban apabila masih ditemukan pelanggaran di lapangan. “Saya sendiri juga akan ikut turun melakukan penertiban. Ini menjadi perhatian serius pemerintah karena menyangkut kebutuhan masyarakat banyak,” ujarnya.
 Abisai juga mengungkapkan hasil penertiban yang telah dilakukan beberapa bulan lalu. Saat itu, petugas menemukan sejumlah kendaraan yang telah dimodifikasi dengan tangki berkapasitas jauh lebih besar dari standar pabrikan.
 Menurutnya, modifikasi tersebut diduga dilakukan untuk membeli BBM dalam jumlah besar secara berulang, yang kemudian berpotensi digunakan untuk praktik penimbunan maupun diperjualbelikan kembali secara ilegal.
 “Hal seperti ini tentu tidak bisa dibiarkan karena kuat dugaan digunakan untuk mengambil BBM dalam jumlah besar,” katanya.
 Ia menegaskan, praktik semacam itu sangat merugikan masyarakat karena menghambat warga yang benar-benar membutuhkan BBM. Akibat ulah segelintir oknum, antrean kendaraan di SPBU menjadi semakin panjang dan pasokan BBM tidak dapat dinikmati secara merata.
  Wali Kota meminta seluruh aparat yang tergabung dalam Tim Terpadu untuk bertindak tegas terhadap setiap bentuk pelanggaran, termasuk kendaraan yang terbukti menggunakan tangki modifikasi maupun pelaku yang terlibat dalam praktik penimbunan BBM.
 Selain penegakan hukum, Abisai juga mengajak masyarakat ikut berperan aktif dengan melaporkan apabila menemukan indikasi penyalahgunaan BBM bersubsidi atau aktivitas mencurigakan di sekitar SPBU. “Kami membutuhkan dukungan masyarakat. Jika melihat adanya praktik yang tidak wajar, segera laporkan kepada aparat agar bisa segera ditindaklanjuti,” ujarnya. (kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSÂ https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q