BMKG: Waspadai Cuaca Ekstrem dan Potensi Karhutla 

​JAYAPURA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis pembaruan prospek cuaca untuk wilayah Provinsi Papua periode 8 hingga 14 September 2026. Secara umum, wilayah Papua diprediksi berada dalam kondisi cuaca yang didominasi musim kemarau dan angin Monsun Australia, namun tetap dibayangi potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah.

  Kepada Cenderawasih Pos, Senin (7/9), ​Ketua Tim Meteorologi Publik BMKG, Finnyalia Napitupulu, menjelaskan bahwa hasil monitoring menunjukkan Zona Musim (ZOM) di Papua saat ini secara keseluruhan tengah mengalami musim kemarau. Kondisi ini khususnya terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Jayapura, Keerom, dan Sarmi.

  “Secara umum, pola curah hujan di Provinsi Papua dipengaruhi oleh Angin Monsun. Saat ini sedang berlangsung Monsun Timur/Australia yang membawa massa udara kering, sehingga potensi penurunan intensitas hujan cukup signifikan di sebagian besar wilayah Papua. Kandungan uap air atau kelembapan di setiap lapisan udara juga terpantau lebih rendah dibanding saat periode Monsun Asia,” kata Finnyalia.

Baca Juga :  Melalui Pendidikan Bisa Angkat Harkat dan Martabat Orang Papua

  Meski angin monsun membawa udara kering, anomali suhu muka laut di perairan utara Papua terpantau bernilai positif. Hal ini memicu peningkatan penguapan air laut dan berpotensi menumbuhkan awan hujan.

  Ditambah lagi, pantauan pola angin menunjukkan adanya belokan angin serta labilitas lokal yang tinggi yang dapat meningkatkan intensitas curah hujan lokal. Namun demikian, Finnyalia menegaskan bahwa faktor pembentuk hujan tersebut sangat dipengaruhi oleh dominasi fenomena El-Nino.

​JAYAPURA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis pembaruan prospek cuaca untuk wilayah Provinsi Papua periode 8 hingga 14 September 2026. Secara umum, wilayah Papua diprediksi berada dalam kondisi cuaca yang didominasi musim kemarau dan angin Monsun Australia, namun tetap dibayangi potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah.

  Kepada Cenderawasih Pos, Senin (7/9), ​Ketua Tim Meteorologi Publik BMKG, Finnyalia Napitupulu, menjelaskan bahwa hasil monitoring menunjukkan Zona Musim (ZOM) di Papua saat ini secara keseluruhan tengah mengalami musim kemarau. Kondisi ini khususnya terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Jayapura, Keerom, dan Sarmi.

  “Secara umum, pola curah hujan di Provinsi Papua dipengaruhi oleh Angin Monsun. Saat ini sedang berlangsung Monsun Timur/Australia yang membawa massa udara kering, sehingga potensi penurunan intensitas hujan cukup signifikan di sebagian besar wilayah Papua. Kandungan uap air atau kelembapan di setiap lapisan udara juga terpantau lebih rendah dibanding saat periode Monsun Asia,” kata Finnyalia.

Baca Juga :  Main Domino Tak Boleh Lagi Nyambi Judi

  Meski angin monsun membawa udara kering, anomali suhu muka laut di perairan utara Papua terpantau bernilai positif. Hal ini memicu peningkatan penguapan air laut dan berpotensi menumbuhkan awan hujan.

  Ditambah lagi, pantauan pola angin menunjukkan adanya belokan angin serta labilitas lokal yang tinggi yang dapat meningkatkan intensitas curah hujan lokal. Namun demikian, Finnyalia menegaskan bahwa faktor pembentuk hujan tersebut sangat dipengaruhi oleh dominasi fenomena El-Nino.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya