JAYAPURA — Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pariwisata terus mendorong penguatan kapasitas masyarakat lokal sebagai bagian dari pengembangan sektor pariwisata. Pada tahun 2026 ini, berbagai pelatihan intensif digencarkan, khususnya bagi warga di 14 kampung adat. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Richard J. Nahumury, menjelaskan bahwa program pelatihan tersebut difokuskan pada pengembangan keterampilan berbasis potensi lokal.
“Pelatihan yang kami lakukan mencakup kerajinan tangan khas Jayapura, pengolahan bahan makanan lokal seperti sagu dan kelapa, serta berbagai keterampilan lain yang mendukung sektor pariwisata,” ujarnya ke Cepos, Selasa (21/4).
Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari strategi besar Pemerintah Kota Jayapura dalam membangun pariwisata yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat. Dengan meningkatkan keterampilan warga kampung, diharapkan mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku utama dalam industri pariwisata.
Lebih lanjut, Richard menegaskan bahwa hasil dari pelatihan tersebut tidak berhenti pada tahap pembelajaran saja. Produk-produk UMKM lokal akan dilibatkan secara langsung dalam berbagai event yang diselenggarakan pemerintah, baik festival budaya maupun agenda promosi pariwisata lainnya.
“Ini penting agar mereka punya ruang untuk memasarkan produk sekaligus mendapatkan manfaat ekonomi secara langsung,” jelasnya.
JAYAPURA — Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pariwisata terus mendorong penguatan kapasitas masyarakat lokal sebagai bagian dari pengembangan sektor pariwisata. Pada tahun 2026 ini, berbagai pelatihan intensif digencarkan, khususnya bagi warga di 14 kampung adat. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Richard J. Nahumury, menjelaskan bahwa program pelatihan tersebut difokuskan pada pengembangan keterampilan berbasis potensi lokal.
“Pelatihan yang kami lakukan mencakup kerajinan tangan khas Jayapura, pengolahan bahan makanan lokal seperti sagu dan kelapa, serta berbagai keterampilan lain yang mendukung sektor pariwisata,” ujarnya ke Cepos, Selasa (21/4).
Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari strategi besar Pemerintah Kota Jayapura dalam membangun pariwisata yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat. Dengan meningkatkan keterampilan warga kampung, diharapkan mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku utama dalam industri pariwisata.
Lebih lanjut, Richard menegaskan bahwa hasil dari pelatihan tersebut tidak berhenti pada tahap pembelajaran saja. Produk-produk UMKM lokal akan dilibatkan secara langsung dalam berbagai event yang diselenggarakan pemerintah, baik festival budaya maupun agenda promosi pariwisata lainnya.
“Ini penting agar mereka punya ruang untuk memasarkan produk sekaligus mendapatkan manfaat ekonomi secara langsung,” jelasnya.