Asap Karhutla Ancam Keselamatan Nelayan

DKP Papua Ingatkan Bahaya Jarak Pandang

JAYAPURA-Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Papua bukan hanya mengganggu kesehatan masyarakat, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan nelayan saat melaut. Jarak pandang yang terbatas  akibat asap menjadi salah satu risiko yang perlu diwaspadai, terutama ketika kondisi cuaca di laut berubah sewaktu-waktu.

  Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Papua, Iman Djuniawal, mengatakan dampak Karhutla terhadap aktivitas nelayan lebih berkaitan dengan gangguan jarak pandang akibat asap. Meski tidak secara langsung menghambat aktivitas penangkapan ikan, kondisi tersebut tetap perlu diperhatikan demi keselamatan nelayan.

  Menurut Iman, wilayah laut yang terbuka membuat nelayan harus lebih cermat membaca situasi di sekitarnya. Berbeda dengan perjalanan di darat yang memiliki rambu dan batas wilayah yang jelas, kondisi di laut menuntut keterampilan serta kewaspadaan lebih tinggi.

Baca Juga :  Jadi Tersangka Korupsi PON, Gubernur Tunjuk Pengganti RA

  “Ini lebih ke jarak pandang saja. Di laut tidak ada batas, tidak ada rambu-rambu. Namun, saya yakin dengan keterampilan para nelayan dan kemampuan mereka membaca situasi, mudah-mudahan Tuhan selalu menjaga mereka,” ucapnya kepada Cenderawasih Pos, Kamis (15/10).

   Selain mewaspadai asap, Iman meminta nelayan rutin memantau informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Informasi tersebut penting sebagai bahan pertimbangan sebelum melaut, terutama ketika muncul potensi angin kencang dan perubahan cuaca.

  Ia mengingatkan, kondisi laut dapat berubah secara tiba-tiba sehingga nelayan tidak boleh hanya mengandalkan pengalaman. Informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini dari BMKG perlu menjadi acuan dalam menentukan waktu serta keamanan aktivitas melaut.

Baca Juga :  Ketua MRP: OAP Harus Jaga Diri, Jangan Lakukan Kekerasan

DKP Papua Ingatkan Bahaya Jarak Pandang

JAYAPURA-Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Papua bukan hanya mengganggu kesehatan masyarakat, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan nelayan saat melaut. Jarak pandang yang terbatas  akibat asap menjadi salah satu risiko yang perlu diwaspadai, terutama ketika kondisi cuaca di laut berubah sewaktu-waktu.

  Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Papua, Iman Djuniawal, mengatakan dampak Karhutla terhadap aktivitas nelayan lebih berkaitan dengan gangguan jarak pandang akibat asap. Meski tidak secara langsung menghambat aktivitas penangkapan ikan, kondisi tersebut tetap perlu diperhatikan demi keselamatan nelayan.

  Menurut Iman, wilayah laut yang terbuka membuat nelayan harus lebih cermat membaca situasi di sekitarnya. Berbeda dengan perjalanan di darat yang memiliki rambu dan batas wilayah yang jelas, kondisi di laut menuntut keterampilan serta kewaspadaan lebih tinggi.

Baca Juga :  Dikawal Wamen Ribka, Kemendagri Kebut Pembangunan Infrastruktur Empat DOB Papua

  “Ini lebih ke jarak pandang saja. Di laut tidak ada batas, tidak ada rambu-rambu. Namun, saya yakin dengan keterampilan para nelayan dan kemampuan mereka membaca situasi, mudah-mudahan Tuhan selalu menjaga mereka,” ucapnya kepada Cenderawasih Pos, Kamis (15/10).

   Selain mewaspadai asap, Iman meminta nelayan rutin memantau informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Informasi tersebut penting sebagai bahan pertimbangan sebelum melaut, terutama ketika muncul potensi angin kencang dan perubahan cuaca.

  Ia mengingatkan, kondisi laut dapat berubah secara tiba-tiba sehingga nelayan tidak boleh hanya mengandalkan pengalaman. Informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini dari BMKG perlu menjadi acuan dalam menentukan waktu serta keamanan aktivitas melaut.

Baca Juga :  Maju Nyalon, Sejumlah Anggota DPRP Masih Terima Gaji

Berita Terbaru

Artikel Lainnya