Tuesday, February 24, 2026
26.3 C
Jayapura

Nasib Veteran masih Minim Perhatian Pemerintah

JAYAPURA – Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Papua mencatat ada  665 anggota veteran tersebar di seluruh provinsi di Tanah Papua. Mereka bagian dari para pejuang dengan bidang tugasnya masing-masing.

   Dengan jumlah ratusan ini, rupanya mantan prajurit yang ikut andil dalam mempertahankan  kemerdekaan Indonesia ini minim perhatian dari pemerintah daerah. Bahkan, sudah tak ada dana hibah yang diberikan kepada Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Papua.

  “Minimnya perhatian dan dukungan dari pemerintah, padahal kami masih meneruskan perjuangan,” ucap Ketua Veteran Perempuan Papua, Rossima Parto kepada Cenderawasih Pos, Jumat (8/11).

   Perempuan kelahiran 19 Agustus 1945 ini mengaku sejak beberapa tahun terakhir, LVRI Papua tak lagi mendapatkan dana hibah dari Pemerintah Provinsi Papua. “Semoga gubernur terpilih nanti bisa memperhatikan kami para pejuang,” ujar ibu tujuh anak ini.

Baca Juga :  Ratusan Orang Lomba Renang dari Dermaga Satrol hingga Kantor Gubernur

  Meski minim bantuan pemerintah, LVRI yang berlokasi di Jayapura Utara ini tetap melakukan beberapa kegiatan. Bahkan, anggotanya masih berkantor dengan usia yang sudah sepuh.

  Sementara itu, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November. Perempuan dengan tujuh anak ini meminta anak muda untuk menghormati dan menghargai para pejuang.

   “Anak muda harus menghormati pahlawan yang mendahului kita, sementara pejuang yang masih ada harus ada perhatian dari pemerintah,” ucapnya.

   Ia juga meminta anak muda tetap berjuang dengan caranya masing-masing. Perjuangan pahlawan selama ini tetap dipegang teguh dan menjadikan itu sebagai teladan.  “Anak muda jangan luntur mempertahankan NKRI yang selama ini diperjuangkan para pahlawan, harus ada tindakan nyata dan jangan terlibat pada hal-hal yang menciderai keutuhan negara yang kita cintai ini,” pintanya.

Baca Juga :  PLN UIP MPA Fokus Pembangunan Listrik di Papua Barat

JAYAPURA – Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Papua mencatat ada  665 anggota veteran tersebar di seluruh provinsi di Tanah Papua. Mereka bagian dari para pejuang dengan bidang tugasnya masing-masing.

   Dengan jumlah ratusan ini, rupanya mantan prajurit yang ikut andil dalam mempertahankan  kemerdekaan Indonesia ini minim perhatian dari pemerintah daerah. Bahkan, sudah tak ada dana hibah yang diberikan kepada Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Papua.

  “Minimnya perhatian dan dukungan dari pemerintah, padahal kami masih meneruskan perjuangan,” ucap Ketua Veteran Perempuan Papua, Rossima Parto kepada Cenderawasih Pos, Jumat (8/11).

   Perempuan kelahiran 19 Agustus 1945 ini mengaku sejak beberapa tahun terakhir, LVRI Papua tak lagi mendapatkan dana hibah dari Pemerintah Provinsi Papua. “Semoga gubernur terpilih nanti bisa memperhatikan kami para pejuang,” ujar ibu tujuh anak ini.

Baca Juga :  PLN UIP MPA Fokus Pembangunan Listrik di Papua Barat

  Meski minim bantuan pemerintah, LVRI yang berlokasi di Jayapura Utara ini tetap melakukan beberapa kegiatan. Bahkan, anggotanya masih berkantor dengan usia yang sudah sepuh.

  Sementara itu, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November. Perempuan dengan tujuh anak ini meminta anak muda untuk menghormati dan menghargai para pejuang.

   “Anak muda harus menghormati pahlawan yang mendahului kita, sementara pejuang yang masih ada harus ada perhatian dari pemerintah,” ucapnya.

   Ia juga meminta anak muda tetap berjuang dengan caranya masing-masing. Perjuangan pahlawan selama ini tetap dipegang teguh dan menjadikan itu sebagai teladan.  “Anak muda jangan luntur mempertahankan NKRI yang selama ini diperjuangkan para pahlawan, harus ada tindakan nyata dan jangan terlibat pada hal-hal yang menciderai keutuhan negara yang kita cintai ini,” pintanya.

Baca Juga :  Mandenas: Rencana Pemekaran Itu Belum Dalam Waktu Dekat Ini

Berita Terbaru

Artikel Lainnya