JAYAPURA – Pemerintah Provinsi Papua mengalokasikan anggaran awal sebesar Rp1 miliar untuk menjalankan program Kartu KASIH (Keluarga Sehat Ibu Hamil) pada 2026 sebagai upaya meningkatkan perlindungan kesehatan ibu dan anak.
Gubernur Papua Matius D Fakhiri di Jayapura, Rabu, mengatakan Kartu KASIH disiapkan untuk memastikan ibu hamil hingga bayi berusia di bawah dua tahun memperoleh pelayanan kesehatan secara berkelanjutan tanpa biaya.
“Program ini kami siapkan untuk memberikan perlindungan kepada ibu sejak hamil, melahirkan, masa nifas, hingga anak berusia dua tahun,” katanya.
Menurut Fakhiri, Kartu KASIH yang diluncurkan ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah mencegah stunting sejak masa kehamilan di mana saat kondisi seperti merupakan fase yang sangat penting dan rentan dalam menentukan kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak.
“Kartu KASIH nantinya mencakup pelayanan pemeriksaan kesehatan, pengobatan, hingga rujukan bagi ibu hamil, ibu melahirkan, masa nifas atau menyusui, serta bayi di bawah usia dua tahun,” ujarnya.
JAYAPURA – Pemerintah Provinsi Papua mengalokasikan anggaran awal sebesar Rp1 miliar untuk menjalankan program Kartu KASIH (Keluarga Sehat Ibu Hamil) pada 2026 sebagai upaya meningkatkan perlindungan kesehatan ibu dan anak.
Gubernur Papua Matius D Fakhiri di Jayapura, Rabu, mengatakan Kartu KASIH disiapkan untuk memastikan ibu hamil hingga bayi berusia di bawah dua tahun memperoleh pelayanan kesehatan secara berkelanjutan tanpa biaya.
“Program ini kami siapkan untuk memberikan perlindungan kepada ibu sejak hamil, melahirkan, masa nifas, hingga anak berusia dua tahun,” katanya.
Menurut Fakhiri, Kartu KASIH yang diluncurkan ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah mencegah stunting sejak masa kehamilan di mana saat kondisi seperti merupakan fase yang sangat penting dan rentan dalam menentukan kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak.
“Kartu KASIH nantinya mencakup pelayanan pemeriksaan kesehatan, pengobatan, hingga rujukan bagi ibu hamil, ibu melahirkan, masa nifas atau menyusui, serta bayi di bawah usia dua tahun,” ujarnya.