​Koleksi Buku Rawan Hilang, Perpustakaan Uncen Pasang Sensor Gate

   “Apabila seseorang nekat melintasi area gerbang sambil membawa barang yang masih memiliki tag aktif, sistem alarm pada pintu akan otomatis berbunyi keras sebagai tanda peringatan dini adanya potensi pencurian atau penyelundupan barang,” jelasnya.

   Di UPT Perpustakaan Uncen, sistem canggih ini didukung pula dengan pelabelan kode rahasia pada puluhan ribu hingga hampir keseluruhan koleksi buku yang ada. Dengan adanya pengamanan ganda ini, mahasiswa secara teknis tidak akan bisa membawa pulang buku perpustakaan begitu saja tanpa melalui prosedur peminjaman yang sah kepada petugas.

​   Kendati perpustakaan telah mengandalkan teknologi pengamanan pintu utama yang canggih, pihak pengelola mengakui bahwa dinamika di lapangan masih menyisakan tantangan tersendiri. Kasus kehilangan buku dilaporkan masih saja terjadi, meskipun intensitas dan jumlahnya tidak separah pada masa sebelum sistem elektronik tersebut diterapkan.

Baca Juga :  Ungkap Upaya Berdayakan Polisi OAP untuk  Memitigasi Konflik di Papua

  “​Pintu utama yang dijaga ketat oleh EAS Gate praktis membuat para oknum yang berniat buruk tidak bisa berbuat banyak. Alarm yang otomatis berbunyi membuat mereka mengurungkan niat melewati pintu depan,” jelasnya.

  Namun, kata Fatmawati keterbatasan fisik gedung terkadang dimanfaatkan untuk mencari celah alternatif yang luput dari jangkauan sensor utama.

   “Apabila seseorang nekat melintasi area gerbang sambil membawa barang yang masih memiliki tag aktif, sistem alarm pada pintu akan otomatis berbunyi keras sebagai tanda peringatan dini adanya potensi pencurian atau penyelundupan barang,” jelasnya.

   Di UPT Perpustakaan Uncen, sistem canggih ini didukung pula dengan pelabelan kode rahasia pada puluhan ribu hingga hampir keseluruhan koleksi buku yang ada. Dengan adanya pengamanan ganda ini, mahasiswa secara teknis tidak akan bisa membawa pulang buku perpustakaan begitu saja tanpa melalui prosedur peminjaman yang sah kepada petugas.

​   Kendati perpustakaan telah mengandalkan teknologi pengamanan pintu utama yang canggih, pihak pengelola mengakui bahwa dinamika di lapangan masih menyisakan tantangan tersendiri. Kasus kehilangan buku dilaporkan masih saja terjadi, meskipun intensitas dan jumlahnya tidak separah pada masa sebelum sistem elektronik tersebut diterapkan.

Baca Juga :  Disdik Awasi Pelaksanaan Ujian Kompetensi Sekolah

  “​Pintu utama yang dijaga ketat oleh EAS Gate praktis membuat para oknum yang berniat buruk tidak bisa berbuat banyak. Alarm yang otomatis berbunyi membuat mereka mengurungkan niat melewati pintu depan,” jelasnya.

  Namun, kata Fatmawati keterbatasan fisik gedung terkadang dimanfaatkan untuk mencari celah alternatif yang luput dari jangkauan sensor utama.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya