JAYAPURA-Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, meminta Dinas Pendidikan Kota Jayapura memberikan perhatian dan dukungan khusus kepada para siswa yang terdampak musibah kebakaran di wilayah Kelurahan Mandala, Distrik Jayapura Utara.
Perhatian tersebut dinilai penting karena musibah kebakaran tidak hanya berdampak pada tempat tinggal dan kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga dapat mengganggu keberlangsungan pendidikan anak-anak yang menjadi korban.
Abisai Rollo menegaskan, pemerintah tidak boleh membiarkan para siswa terdampak kebakaran kehilangan kesempatan untuk tetap mengikuti proses belajar mengajar. Karena itu, Dinas Pendidikan diminta segera turun ke lapangan untuk melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap siswa yang terdampak.
“Dinas Pendidikan harus turun dan mendata berapa banyak siswa yang terkena dampak kebakaran, termasuk tingkat pendidikannya,” tegas Abisai.
Menurutnya, pendataan tersebut menjadi langkah awal yang penting agar bantuan yang diberikan pemerintah dapat tepat sasaran. Data tersebut nantinya perlu mencakup siswa mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga tingkat SMA.
Dengan adanya data yang jelas, pemerintah dapat mengetahui jumlah siswa yang membutuhkan bantuan sekaligus memastikan tidak ada anak korban kebakaran yang terlewatkan dalam mendapatkan dukungan pendidikan.
JAYAPURA-Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, meminta Dinas Pendidikan Kota Jayapura memberikan perhatian dan dukungan khusus kepada para siswa yang terdampak musibah kebakaran di wilayah Kelurahan Mandala, Distrik Jayapura Utara.
Perhatian tersebut dinilai penting karena musibah kebakaran tidak hanya berdampak pada tempat tinggal dan kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga dapat mengganggu keberlangsungan pendidikan anak-anak yang menjadi korban.
Abisai Rollo menegaskan, pemerintah tidak boleh membiarkan para siswa terdampak kebakaran kehilangan kesempatan untuk tetap mengikuti proses belajar mengajar. Karena itu, Dinas Pendidikan diminta segera turun ke lapangan untuk melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap siswa yang terdampak.
“Dinas Pendidikan harus turun dan mendata berapa banyak siswa yang terkena dampak kebakaran, termasuk tingkat pendidikannya,” tegas Abisai.
Menurutnya, pendataan tersebut menjadi langkah awal yang penting agar bantuan yang diberikan pemerintah dapat tepat sasaran. Data tersebut nantinya perlu mencakup siswa mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga tingkat SMA.
Dengan adanya data yang jelas, pemerintah dapat mengetahui jumlah siswa yang membutuhkan bantuan sekaligus memastikan tidak ada anak korban kebakaran yang terlewatkan dalam mendapatkan dukungan pendidikan.