Antisipasi Kebakaran, BPBD Mimika Akan Tambah Pos Pemadam

MIMIKA — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika berencana menambah dua pos pemadam kebakaran baru tahun ini.
Langkah ini diambil guna mempercepat respons penanganan dan menghindari keterlambatan yang memicu konflik dengan warga.
Rencana tersebut mencuat setelah insiden kebakaran menghanguskan Gereja Katolik Santo Fransiskus Asisi di Pomako, Distrik Mimika Timur, pada Rabu malam, 27 Mei 2026.

Kepala BPBD Mimika, Agustina Rahaded, mengatakan bahwa awalnya saat kebakaran terjadi, petugas pemadam kebakaran (Damkar) langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan pada pukul 19.14 WIT.

Namun, jarak yang jauh membuat armada terlambat tiba di lokasi kejadian. Keterlambatan ini memicu kemarahan warga setempat. Massa yang kecewa kemudian melakukan aksi pemalangan jalan dan menghadang kendaraan petugas.

Baca Juga :  Polisi Jemput PPD Yang Belum Serahkan Hasil Pleno Distrik 

“Mereka (petugas Damkar) turun, gereja itu kan kayu, jadi memang sudah terbakar, semua hangus terbakar. Lalu karena masyarakat, massa mengamuk, akhirnya saya perintahkan (tim) menghubungi saya kembali, disitu saya perintahkan mobilnya kembali. Tiga armada itu kembali,” jelas Agustina saat dihubungi, Kamis (28/5/2026).

​BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang meratakan bangunan gereja bermaterial kayu tersebut. *Solusi Jarak dan Penempatan Pos Baru*
​Untuk mengatasi kendala geografis ini, BPBD Mimika menjadwalkan pembangunan dua pos pemadam kebakaran baru pada tahun 2026.

MIMIKA — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika berencana menambah dua pos pemadam kebakaran baru tahun ini.
Langkah ini diambil guna mempercepat respons penanganan dan menghindari keterlambatan yang memicu konflik dengan warga.
Rencana tersebut mencuat setelah insiden kebakaran menghanguskan Gereja Katolik Santo Fransiskus Asisi di Pomako, Distrik Mimika Timur, pada Rabu malam, 27 Mei 2026.

Kepala BPBD Mimika, Agustina Rahaded, mengatakan bahwa awalnya saat kebakaran terjadi, petugas pemadam kebakaran (Damkar) langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan pada pukul 19.14 WIT.

Namun, jarak yang jauh membuat armada terlambat tiba di lokasi kejadian. Keterlambatan ini memicu kemarahan warga setempat. Massa yang kecewa kemudian melakukan aksi pemalangan jalan dan menghadang kendaraan petugas.

Baca Juga :  APBD Kab. Mimika Terjun Bebas, Belanja Pegawai Akan Dikurangi

“Mereka (petugas Damkar) turun, gereja itu kan kayu, jadi memang sudah terbakar, semua hangus terbakar. Lalu karena masyarakat, massa mengamuk, akhirnya saya perintahkan (tim) menghubungi saya kembali, disitu saya perintahkan mobilnya kembali. Tiga armada itu kembali,” jelas Agustina saat dihubungi, Kamis (28/5/2026).

​BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang meratakan bangunan gereja bermaterial kayu tersebut. *Solusi Jarak dan Penempatan Pos Baru*
​Untuk mengatasi kendala geografis ini, BPBD Mimika menjadwalkan pembangunan dua pos pemadam kebakaran baru pada tahun 2026.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya