RSUD Yowari Disorot Pusat, Bupati Siap Rolling Tenaga Kesehatan

SENTANI – RSUD Yowari mendapat sorotan dari pemerintah pusat menyusul sejumlah persoalan pelayanan kesehatan, termasuk kasus meninggalnya almarhumah Irene Sokoy.

Bupati Jayapura, Yunus Wonda, mengatakan hasil pertemuan dengan pihak Wamendagri, menunjukkan masih adanya persoalan internal di rumah sakit tersebut. “Dari hasil pertemuan bersama Wamendagri, terlihat masih ada ego sektoral antara perawat dan dokter di RSUD Yowari,” ujarnya, Kamis (26/3).

Sebagai langkah pembenahan, Bupati memastikan akan melakukan sistem rotasi atau rolling tenaga kesehatan, khususnya perawat. Ia telah meminta data perawat yang bertugas di distrik-distrik di wilayah Kabupaten Jayapura.

Menurutnya, perawat yang telah bertugas lebih dari lima tahun di distrik akan dipindahkan ke RSUD Yowari, terutama untuk memperkuat layanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Sebaliknya, perawat yang saat ini bertugas di RSUD Yowari akan dipindahkan ke distrik.

Baca Juga :  Seluruh Hak ASN Akan Diperjuangkan

“Ini sistem rolling. Saya ingin melihat apakah pola pelayanan dari perawat di distrik bisa membawa perubahan di Yowari,” katanya.

Bupati berharap langkah tersebut dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Yowari. Evaluasi terhadap kinerja tenaga kesehatan akan dilakukan dalam kurun waktu satu tahun. “Kalau hasilnya baik, maka sistem ini akan dipertahankan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, dr. Anton Mote, menyampaikan pihaknya sebelumnya telah meluncurkan inovasi layanan kesehatan melalui aplikasi “Resimen Center” pada 2024.

Melalui aplikasi tersebut, tenaga medis dapat langsung memberikan pelayanan ke rumah pasien tanpa harus datang ke rumah sakit, sehingga dapat mengurangi risiko keterlambatan penanganan.

Baca Juga :  Pemkab Jayapura Salurkan Bantuan Nataru ke 139 Kampung dan 5 Kelurahan

“Petugas kami siap siaga, termasuk di kampung-kampung. Masyarakat bisa memanfaatkan aplikasi ini untuk mendapatkan pelayanan langsung,” ujarnya.

SENTANI – RSUD Yowari mendapat sorotan dari pemerintah pusat menyusul sejumlah persoalan pelayanan kesehatan, termasuk kasus meninggalnya almarhumah Irene Sokoy.

Bupati Jayapura, Yunus Wonda, mengatakan hasil pertemuan dengan pihak Wamendagri, menunjukkan masih adanya persoalan internal di rumah sakit tersebut. “Dari hasil pertemuan bersama Wamendagri, terlihat masih ada ego sektoral antara perawat dan dokter di RSUD Yowari,” ujarnya, Kamis (26/3).

Sebagai langkah pembenahan, Bupati memastikan akan melakukan sistem rotasi atau rolling tenaga kesehatan, khususnya perawat. Ia telah meminta data perawat yang bertugas di distrik-distrik di wilayah Kabupaten Jayapura.

Menurutnya, perawat yang telah bertugas lebih dari lima tahun di distrik akan dipindahkan ke RSUD Yowari, terutama untuk memperkuat layanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Sebaliknya, perawat yang saat ini bertugas di RSUD Yowari akan dipindahkan ke distrik.

Baca Juga :  Di Ruang Sunyi, Suara-Suara yang Hilang Kembali Terdengar

“Ini sistem rolling. Saya ingin melihat apakah pola pelayanan dari perawat di distrik bisa membawa perubahan di Yowari,” katanya.

Bupati berharap langkah tersebut dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Yowari. Evaluasi terhadap kinerja tenaga kesehatan akan dilakukan dalam kurun waktu satu tahun. “Kalau hasilnya baik, maka sistem ini akan dipertahankan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, dr. Anton Mote, menyampaikan pihaknya sebelumnya telah meluncurkan inovasi layanan kesehatan melalui aplikasi “Resimen Center” pada 2024.

Melalui aplikasi tersebut, tenaga medis dapat langsung memberikan pelayanan ke rumah pasien tanpa harus datang ke rumah sakit, sehingga dapat mengurangi risiko keterlambatan penanganan.

Baca Juga :  NasDem Papua Minta Masyarakat Tak Berspekulasi Soal Ketua DPRK Jayapura

“Petugas kami siap siaga, termasuk di kampung-kampung. Masyarakat bisa memanfaatkan aplikasi ini untuk mendapatkan pelayanan langsung,” ujarnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya