SENTANI – Kasus keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, beberapa waktu lalu menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Jayapura.
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Jayapura menjadikan kejadian tersebut sebagai bahan evaluasi agar kasus serupa tidak kembali terjadi.
Menurut Yunus, proses penyediaan makanan untuk program MBG tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, waktu memasak, hingga makanan disajikan kepada anak-anak harus mendapat perhatian serius.
“Mulai dari menyiapkan bahan baku, pengelolaan makanan, waktu memasak sampai penyajian harus benar-benar diperhatikan. Jangan sampai ada yang terlewat,” ujar Yunus, Senin (17/8).
Ia menegaskan, keselamatan dan kesehatan anak-anak harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program MBG. Pengelola SPPG juga diminta tidak hanya mengejar aspek finansial, tetapi memastikan setiap makanan yang diberikan benar-benar aman untuk dikonsumsi.
“Ini harus menjadi catatan bagi kami, khususnya para pengelola dapur. Jangan mengejar finansial, tetapi kesehatan dan keamanan harus diperhatikan,” tegasnya.
Terkait kondisi para korban, Yunus menyebut sebagian besar pasien yang sebelumnya mendapatkan perawatan akibat dugaan keracunan MBG telah diperbolehkan pulang.
SENTANI – Kasus keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, beberapa waktu lalu menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Jayapura.
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Jayapura menjadikan kejadian tersebut sebagai bahan evaluasi agar kasus serupa tidak kembali terjadi.
Menurut Yunus, proses penyediaan makanan untuk program MBG tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, waktu memasak, hingga makanan disajikan kepada anak-anak harus mendapat perhatian serius.
“Mulai dari menyiapkan bahan baku, pengelolaan makanan, waktu memasak sampai penyajian harus benar-benar diperhatikan. Jangan sampai ada yang terlewat,” ujar Yunus, Senin (17/8).
Ia menegaskan, keselamatan dan kesehatan anak-anak harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program MBG. Pengelola SPPG juga diminta tidak hanya mengejar aspek finansial, tetapi memastikan setiap makanan yang diberikan benar-benar aman untuk dikonsumsi.
“Ini harus menjadi catatan bagi kami, khususnya para pengelola dapur. Jangan mengejar finansial, tetapi kesehatan dan keamanan harus diperhatikan,” tegasnya.
Terkait kondisi para korban, Yunus menyebut sebagian besar pasien yang sebelumnya mendapatkan perawatan akibat dugaan keracunan MBG telah diperbolehkan pulang.