Lahan Perkebunan Hipere Di Kampung Pikhe Ditetapkan Sebagai Kebun Percontohan

WAMENA – Pemda Kabupaten Jayawijaya menjadikan Perkebunan hipere di Kampung Pikhe distrik PisugiĀ  sebagai Perkebunan percontohan, hal ini dilakukan lantaran aksi masyarakat atau kelompok taniĀ  untuk terus mengembangkan sektor pertanian yang tak terputus untuk menjadi sumber bahan pangan bersama dengan kepala Distrik setempat.

PJ Bupati Jayawijaya Dr. Sumule Tumbo, SE, MM menilai jika dari program pemerintah yang mencanangkan 1 hektar untuk satu Distrik, namun di kampung pikhe ini memiliki lahan seluas 4 hektar, sehingga ini yang patut menjadi contoh bagi distrik yang lain di Kabupaten Jayawijaya,

ā€œsaya berharap semua kepala Distrik berlomba -lomba meningkatkan pelayanan kepada masyarakat agar warganya juga bisa meningkatkan kesejahtrahannya sebagaimana berbangsa dan bernegara untuk menuju pada kesejahtraan dan keadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia,ā€ungkapnya Sabtu (18/5) kemarin.

Menurutnya, kerja keras dinas Pertanian dan OPD teknis lainnya yang luar biasaĀ  hadir langsung bersama -sama, juga membangun Kerjasama yang baik, sehingga anggaran yang ada di Dinas Pertanian ini akan dipercepat untuk realisasi untuk untuk membantu kelompok tani yang ada di Distrik.

Baca Juga :  Terkesan Tertutup, Nenu Tabuni Sesalkan Sikap Pansel DPRK Jalur Pengangkatan

ā€œtadi mama -mama kita disini juga meminta untuk dilakukan pengadaan ternak Wam (Babi) untuk mereka, ini sudah kita siapakan sepasang dan akan di berikan per kepala Keluarga,ā€jelasnya.

Ia juga meminta kepada kepala distrik untuk mengakomodirĀ  semua kelompok tani yang ada di Wilayahnya, karena Pemkab Jayawijaya akan memperjuangkan ke kementrian terkaitĀ  seperti kementrian pertanian, kemudaian Kementrian PUPR.

ā€œsaya sudah menendatangani 140 kelompok tani dan sekitar 67 kelompok telah terverifikasi dengan baik, kita harapkan semuanya lancar , khusus di kampung pikhe distrik Pisugi supaya juga bisa ditambahkan kelompok taninya bisa diperjuangkan untuk mendapatkan bantuan yang sesuai kebutuhan,ā€kata Sumule Tumbo.

Ditempat yang sama Kepala Distrik Pisugi Agustinus Kosay menyatakan sebagai kepala pemerintahan di Distrik suah menjadi tugasnya melakukan koordinasi dengan masyarakat dan sudah menjadi panggilan hudupnya untuk membawa masyarakat mengelola tanahnya sendiri dengan membuka Perkebunan dan itu sudah melekat.

Baca Juga :  Ada Demo Minta Legalkan Togel, FKUB Jayawijaya Sesalkan

ā€œKebutulan apa yang di programkan PJ Bupati sangat nyambung denga napa yang dilakukan, sebelum ada program ini pun kami sudah membuka lahan ini, ini juga salah satu Langkah agar kebun masyarakat tidak terendam banjir terus sehingga pembukaan lahan ini di dataran tinggi,ā€katanya.

Pembukaan lahan ini tidak tergantung kepada pemerintah ini merupakan Upaya dari masyarakat sendiri, pemerintah memberikan stimulant saja , sehingga Langkah ini juga dilakukan agar masyarakat bisa keluar dari kemiskinan ekstrim, sehingga masyarakat sendiri yang harus bergerak mengelola potensi yang ada.

ā€œintelektual jangan hanya tinggal di kota tapi turun di kampung dan bekerja bersama -sama masyarakat, contoh kebun saya , dari ujungĀ  ke ujung saya sendiri yang buat, kalau hanya di kota saja lalu suruh kerja tidak akan pernah terjadi, kampung membutuhkan intelektual yang bisa mengarahkan masyarakat untuk bekerja,ā€ tutup Agustinus. (jo)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSĀ  https://www.myedisi.com/cenderawasihposĀ  Ā 

WAMENA – Pemda Kabupaten Jayawijaya menjadikan Perkebunan hipere di Kampung Pikhe distrik PisugiĀ  sebagai Perkebunan percontohan, hal ini dilakukan lantaran aksi masyarakat atau kelompok taniĀ  untuk terus mengembangkan sektor pertanian yang tak terputus untuk menjadi sumber bahan pangan bersama dengan kepala Distrik setempat.

PJ Bupati Jayawijaya Dr. Sumule Tumbo, SE, MM menilai jika dari program pemerintah yang mencanangkan 1 hektar untuk satu Distrik, namun di kampung pikhe ini memiliki lahan seluas 4 hektar, sehingga ini yang patut menjadi contoh bagi distrik yang lain di Kabupaten Jayawijaya,

ā€œsaya berharap semua kepala Distrik berlomba -lomba meningkatkan pelayanan kepada masyarakat agar warganya juga bisa meningkatkan kesejahtrahannya sebagaimana berbangsa dan bernegara untuk menuju pada kesejahtraan dan keadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia,ā€ungkapnya Sabtu (18/5) kemarin.

Menurutnya, kerja keras dinas Pertanian dan OPD teknis lainnya yang luar biasaĀ  hadir langsung bersama -sama, juga membangun Kerjasama yang baik, sehingga anggaran yang ada di Dinas Pertanian ini akan dipercepat untuk realisasi untuk untuk membantu kelompok tani yang ada di Distrik.

Baca Juga :  PJ Bupati Beri MotifasiĀ  Siswa Baru SMA Negeri 1 Wamena

ā€œtadi mama -mama kita disini juga meminta untuk dilakukan pengadaan ternak Wam (Babi) untuk mereka, ini sudah kita siapakan sepasang dan akan di berikan per kepala Keluarga,ā€jelasnya.

Ia juga meminta kepada kepala distrik untuk mengakomodirĀ  semua kelompok tani yang ada di Wilayahnya, karena Pemkab Jayawijaya akan memperjuangkan ke kementrian terkaitĀ  seperti kementrian pertanian, kemudaian Kementrian PUPR.

ā€œsaya sudah menendatangani 140 kelompok tani dan sekitar 67 kelompok telah terverifikasi dengan baik, kita harapkan semuanya lancar , khusus di kampung pikhe distrik Pisugi supaya juga bisa ditambahkan kelompok taninya bisa diperjuangkan untuk mendapatkan bantuan yang sesuai kebutuhan,ā€kata Sumule Tumbo.

Ditempat yang sama Kepala Distrik Pisugi Agustinus Kosay menyatakan sebagai kepala pemerintahan di Distrik suah menjadi tugasnya melakukan koordinasi dengan masyarakat dan sudah menjadi panggilan hudupnya untuk membawa masyarakat mengelola tanahnya sendiri dengan membuka Perkebunan dan itu sudah melekat.

Baca Juga :  Pemkab Keerom Mulai Rekrut Paskibraka 2024

ā€œKebutulan apa yang di programkan PJ Bupati sangat nyambung denga napa yang dilakukan, sebelum ada program ini pun kami sudah membuka lahan ini, ini juga salah satu Langkah agar kebun masyarakat tidak terendam banjir terus sehingga pembukaan lahan ini di dataran tinggi,ā€katanya.

Pembukaan lahan ini tidak tergantung kepada pemerintah ini merupakan Upaya dari masyarakat sendiri, pemerintah memberikan stimulant saja , sehingga Langkah ini juga dilakukan agar masyarakat bisa keluar dari kemiskinan ekstrim, sehingga masyarakat sendiri yang harus bergerak mengelola potensi yang ada.

ā€œintelektual jangan hanya tinggal di kota tapi turun di kampung dan bekerja bersama -sama masyarakat, contoh kebun saya , dari ujungĀ  ke ujung saya sendiri yang buat, kalau hanya di kota saja lalu suruh kerja tidak akan pernah terjadi, kampung membutuhkan intelektual yang bisa mengarahkan masyarakat untuk bekerja,ā€ tutup Agustinus. (jo)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSĀ  https://www.myedisi.com/cenderawasihposĀ  Ā 

Berita Terbaru

Artikel Lainnya