Dari 115 Butir Telur Paruh Bengkok, 35 Berhasil Menetas

Irsan menjelaskan, telur-telur tersebut bukan berasal dari kegiatan peternakan. Berdasarkan informasi yang diterima, telur dikumpulkan masyarakat dari alam, kemudian dikumpulkan oleh pengepul sebelum selanjutnya dibawa keluar Papua.

Masa pengeraman telur paruh bengkok diperkirakan berlangsung sekitar 35 hingga 40 hari. Karena itu, petugas masih memberikan waktu untuk melihat perkembangan telur yang tersisa.

Dalam penanganan lebih lanjut, Irsan mengaku akan terus berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) untuk menentukan langkah terhadap telur yang belum menetas maupun anakan yang telah berhasil diselamatkan.

Sementara itu, sebanyak 35 anakan paruh bengkok yang telah berhasil menetas saat ini ditempatkan di Kagor untuk mendapatkan perawatan dan pemantauan.

Baca Juga :  Kadis Pendidikan Sebut Terjadi Miss Komunikasi 

Irsan mengatakan, anakan tersebut nantinya akan dilepasliarkan kembali ke habitatnya setelah dinilai siap dan setelah ada koordinasi dengan pihak terkait.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya bersama untuk mencegah perdagangan dan penyelundupan satwa liar dari Papua, sekaligus menjaga keberlangsungan satwa endemik Papua di habitat alaminya. (ulo/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Irsan menjelaskan, telur-telur tersebut bukan berasal dari kegiatan peternakan. Berdasarkan informasi yang diterima, telur dikumpulkan masyarakat dari alam, kemudian dikumpulkan oleh pengepul sebelum selanjutnya dibawa keluar Papua.

Masa pengeraman telur paruh bengkok diperkirakan berlangsung sekitar 35 hingga 40 hari. Karena itu, petugas masih memberikan waktu untuk melihat perkembangan telur yang tersisa.

Dalam penanganan lebih lanjut, Irsan mengaku akan terus berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) untuk menentukan langkah terhadap telur yang belum menetas maupun anakan yang telah berhasil diselamatkan.

Sementara itu, sebanyak 35 anakan paruh bengkok yang telah berhasil menetas saat ini ditempatkan di Kagor untuk mendapatkan perawatan dan pemantauan.

Baca Juga :  Lokasi Pembangunan Kantor Gubernur Tidak Terdampak Banjir 

Irsan mengatakan, anakan tersebut nantinya akan dilepasliarkan kembali ke habitatnya setelah dinilai siap dan setelah ada koordinasi dengan pihak terkait.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya bersama untuk mencegah perdagangan dan penyelundupan satwa liar dari Papua, sekaligus menjaga keberlangsungan satwa endemik Papua di habitat alaminya. (ulo/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya