Thursday, March 12, 2026
25.9 C
Jayapura

Bahas Perbatasan, Konjen PNG Kunjungi Papua Selatan

MERAUKE – Konsulat Jenderal (Konjen) Papua Nugini (PNG) mengunjungi  Provinsi Papua Selatan, Senin (30/9). Dalam kunjungannya ke Provinsi Papua Selatan tersebut, Konsulat RI VanimoTangkuman Alexander  bersama rombongan menemui Pemerintah Provinsi Papua Selatan diterima Asisten I Bidang Pemerintahan Umum dan Otsus Papua Selatan Agustinus Joko Guritno di Gedung Negara.

Saat menerima rombongan tersebut, Agustinus Joko Guritno mengatakan, banyak permasalahan yang terjadi di wilayah perbatasan PNG-Indonesia di Distrik Sota karena masih terbuka sehingga secara bebas dilintasi masyarakat baik dari PNG maupun sebaliknya dari Indonesia ke PNG.  “Untuk itu ada hal-hal yang perlu dibicarakan bersama dalam pertemuan ini,”kata Joko.

Untuk itu, aparat yang bertugas di perbatasan bisa memanfaatkan pos-pos yang ada seperti di Yetetkun di Kabupaten Boven Digoel dan lainnya, terutama dalam mendata masyarakat pelintas batas. “Saat ini banyak masyarakat yang datang ke Indonesia dan sebaliknya melalui Sota bahkan ada yang sekolah di Sota,”ujarnya.

Baca Juga :  Seluruh ASN dan Honorer Diwajibkan VCT

Konsulat RI Vanimo,Tangkuman Alexander   mengatakan pihaknya punya hubungan dekat  yang ditunjukan dengan kunjungan di Indonesia dan PNG.

Menurut Tangkuman, kunjungan berlangsung terus menerus dari tahun 2023-2024 baik ke PNG maupun di Indonesia. Meski demikian, Tangkuman menyebut perlu ada peningkatan hubungan antara kedua negara.

Sementara itu, Konsulat Jenderal PNG untuk Indonesia,Geoffrey L Wiri DMS (col) mengatakan ada tiga provinsi baru di Indonesia yang berbatasan langsung dengan PNG.

Terkait itu, Geoffrey menyebut ini delegasi atau tim terbesar yang melakukan kunjungan untuk membahas terkait permasalahan di wilayah perbatasan.

Sekedar informasi, inti dalam kunjungan yang dilakukan yakni memverifikasi warga yang sedang bekerja di PT Papua Agro Lestari yang beroperasi di Kumaaf-Ulilin, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Selain itu juga membahas soal  anak-anak yang sementara sekolah di Distrik Sota, Merauke, Provinsi Papua Selatan. (ulo/wen)

Baca Juga :  ADK Cair 100 Persen, ADD Belum Seluruhnya Cair untuk 179 Kampung

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

MERAUKE – Konsulat Jenderal (Konjen) Papua Nugini (PNG) mengunjungi  Provinsi Papua Selatan, Senin (30/9). Dalam kunjungannya ke Provinsi Papua Selatan tersebut, Konsulat RI VanimoTangkuman Alexander  bersama rombongan menemui Pemerintah Provinsi Papua Selatan diterima Asisten I Bidang Pemerintahan Umum dan Otsus Papua Selatan Agustinus Joko Guritno di Gedung Negara.

Saat menerima rombongan tersebut, Agustinus Joko Guritno mengatakan, banyak permasalahan yang terjadi di wilayah perbatasan PNG-Indonesia di Distrik Sota karena masih terbuka sehingga secara bebas dilintasi masyarakat baik dari PNG maupun sebaliknya dari Indonesia ke PNG.  “Untuk itu ada hal-hal yang perlu dibicarakan bersama dalam pertemuan ini,”kata Joko.

Untuk itu, aparat yang bertugas di perbatasan bisa memanfaatkan pos-pos yang ada seperti di Yetetkun di Kabupaten Boven Digoel dan lainnya, terutama dalam mendata masyarakat pelintas batas. “Saat ini banyak masyarakat yang datang ke Indonesia dan sebaliknya melalui Sota bahkan ada yang sekolah di Sota,”ujarnya.

Baca Juga :  Tersangka Pembacokan Gadis 20 Tahun Berstatus Pelajar    

Konsulat RI Vanimo,Tangkuman Alexander   mengatakan pihaknya punya hubungan dekat  yang ditunjukan dengan kunjungan di Indonesia dan PNG.

Menurut Tangkuman, kunjungan berlangsung terus menerus dari tahun 2023-2024 baik ke PNG maupun di Indonesia. Meski demikian, Tangkuman menyebut perlu ada peningkatan hubungan antara kedua negara.

Sementara itu, Konsulat Jenderal PNG untuk Indonesia,Geoffrey L Wiri DMS (col) mengatakan ada tiga provinsi baru di Indonesia yang berbatasan langsung dengan PNG.

Terkait itu, Geoffrey menyebut ini delegasi atau tim terbesar yang melakukan kunjungan untuk membahas terkait permasalahan di wilayah perbatasan.

Sekedar informasi, inti dalam kunjungan yang dilakukan yakni memverifikasi warga yang sedang bekerja di PT Papua Agro Lestari yang beroperasi di Kumaaf-Ulilin, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Selain itu juga membahas soal  anak-anak yang sementara sekolah di Distrik Sota, Merauke, Provinsi Papua Selatan. (ulo/wen)

Baca Juga :  Polisi Masih Kejar Pencungkil  Mata Tukang Ojek 

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya