BBPJN Tangani Longsor di Ruas Jalan Trans Papua Segmen Yetti-Mamberamo

JAYAPURA – Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Balai Jalan (PJN) Wilayah II pada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Papua-Papua Pegunungan menangani longsor yang terjadi di ruas Jalan Trans Papua tepatnya pada segmen Yetti–Senggi–Mamberamo. Kasatker PJN Wilayah II Yohanes Melsasail dalam siaran pers yang diterima Antara di Jayapura, Sabtu, mengatakan percepatan penanganan dilakukan untuk menjaga konektivitas antar wilayah terutama dalam mendukung kelancaran distribusi bahan pokok ke Papua Pegunungan.

“Langkah percepatan penanganan dilakukan guna memastikan konektivitas tetap terjaga. Longsor ini sebelumnya sempat menghambat arus logistik dan mobilitas masyarakat,” katanya.

Menurut Yohanes, akses Jalan Trans Papua menuju Papua Pegunungan terputus akibat longsor karena curah hujan tinggi yang terjadi pada Minggu (19/4) sehingga menyebabkan badan jalan amblas sepanjang 80 meter dengan kedalaman mencapai 12 meter.

Baca Juga :  Pemprov Papeg Salurkan Bantuan Sosial ke Panti Asuhan Pelangi II

“Sebagai langkah awal kami telah mengerahkan alat berat berupa excavator, bulldozer, serta peralatan pendukung lainnya ke lokasi kejadian,” ujarnya.

Dia menjelaskan proses pekerjaan membutuhkan waktu karena pihaknya harus melakukan penurunan grade, penimbunan, serta pemasangan geotextile stabilisasi dan geobag untuk perkuatan badan jalan. “Kami perkirakan pekerjaan rampung dalam dua minggu ke depan,” katanya lagi.

Dia menambahkan pihaknya juga menyiapkan jalur alternatif guna memastikan distribusi logistik tetap berjalan di mana arus lalu lintas sementara dialihkan melalui rute Yetti-Yabanfa-Warlef (Tembus ke Senggih) dengan jarak sekitar 14 kilometer.

“Kami telah melakukan survei dan jalur alternatif ini dinilai cukup aman untuk dilalui kendaraan logistik. Ini menjadi solusi sementara agar pasokan bahan makanan tidak terhenti,” ujarnya.

Baca Juga :  Warga Supiori Tolak Disebut Alami Stunting

JAYAPURA – Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Balai Jalan (PJN) Wilayah II pada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Papua-Papua Pegunungan menangani longsor yang terjadi di ruas Jalan Trans Papua tepatnya pada segmen Yetti–Senggi–Mamberamo. Kasatker PJN Wilayah II Yohanes Melsasail dalam siaran pers yang diterima Antara di Jayapura, Sabtu, mengatakan percepatan penanganan dilakukan untuk menjaga konektivitas antar wilayah terutama dalam mendukung kelancaran distribusi bahan pokok ke Papua Pegunungan.

“Langkah percepatan penanganan dilakukan guna memastikan konektivitas tetap terjaga. Longsor ini sebelumnya sempat menghambat arus logistik dan mobilitas masyarakat,” katanya.

Menurut Yohanes, akses Jalan Trans Papua menuju Papua Pegunungan terputus akibat longsor karena curah hujan tinggi yang terjadi pada Minggu (19/4) sehingga menyebabkan badan jalan amblas sepanjang 80 meter dengan kedalaman mencapai 12 meter.

Baca Juga :  Daerah Rawan Akan Dibangun Pos Keamanan

“Sebagai langkah awal kami telah mengerahkan alat berat berupa excavator, bulldozer, serta peralatan pendukung lainnya ke lokasi kejadian,” ujarnya.

Dia menjelaskan proses pekerjaan membutuhkan waktu karena pihaknya harus melakukan penurunan grade, penimbunan, serta pemasangan geotextile stabilisasi dan geobag untuk perkuatan badan jalan. “Kami perkirakan pekerjaan rampung dalam dua minggu ke depan,” katanya lagi.

Dia menambahkan pihaknya juga menyiapkan jalur alternatif guna memastikan distribusi logistik tetap berjalan di mana arus lalu lintas sementara dialihkan melalui rute Yetti-Yabanfa-Warlef (Tembus ke Senggih) dengan jarak sekitar 14 kilometer.

“Kami telah melakukan survei dan jalur alternatif ini dinilai cukup aman untuk dilalui kendaraan logistik. Ini menjadi solusi sementara agar pasokan bahan makanan tidak terhenti,” ujarnya.

Baca Juga :  Bawaslu Ingatkan Netralitas ASN dan TNI Polri dalam PSU

Berita Terbaru

Artikel Lainnya