Pendidikan Gratis, Harus Dimanfaatkan Anak-anak untuk Terus Belajar

NABIRE-Jarak yang jauh, akses yang terbatas, dan kondisi ekonomi keluarga yang serba sederhana tak lagi sepenuhnya menjadi penghalang bagi anak-anak di Distrik Mapia, Kabupaten Dogiyai, untuk terus mengejar pendidikan.

Rasa syukur itu disampaikan Kepala SMP Negeri 1 Mapia, Fransiska Tagi, yang menyebut kebijakan pendidikan gratis menjadi kabar menggembirakan bagi sekolah-sekolah di wilayah pedalaman.

Menurutnya, sebagian besar orang tua siswa bekerja sebagai petani dengan kemampuan ekonomi yang terbatas sehingga bantuan pendidikan sangat meringankan beban mereka.

“Kami sangat bersyukur atas kebijakan pendidikan gratis dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Terima kasih kepada Bapak Gubernur Papua Tengah yang telah memberikan perhatian kepada anak-anak kami di pedalaman. Program ini sangat membantu orang tua yang selama ini kesulitan memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anaknya,” ujar Fransiska saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (15/7).

Baca Juga :  Diisukan Sejumlah Guru SMPN1 Sentani akan Dimutasi

Ia mengatakan, meski dana BOSDA belum disalurkan, pihak sekolah telah menyusun Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS) agar dana tersebut nantinya dapat dimanfaatkan secara maksimal sesuai kebutuhan sekolah dan peserta didik.

Prioritas utama, kata Fransiska, adalah membantu siswa dari keluarga kurang mampu, termasuk penyediaan seragam sekolah. Selain itu, dana juga akan digunakan untuk mendukung kegiatan ekstrakurikuler, memberikan honor kepada guru non-ASN yang belum menerima insentif dari pemerintah, memenuhi kebutuhan alat tulis kantor (ATK), administrasi sekolah, serta mendukung pelaksanaan les tambahan bagi mata pelajaran sains.

Ia juga berpesan kepada seluruh peserta didik agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan belajar lebih giat.

Menurutnya, bantuan yang diberikan pemerintah harus dijawab dengan semangat belajar dan prestasi yang lebih baik.

Baca Juga :  Resmikan Ikon Pulau Liki, Mahasiswa KKN UGM Minta Ikon Dijaga

Saat ini SMP Negeri 1 Mapia memiliki 315 siswa yang dibimbing oleh 27 guru. Di tengah berbagai keterbatasan, sekolah tersebut terus berupaya memberikan pelayanan pendidikan terbaik, sembari menaruh harapan besar agar setiap anak di pedalaman memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan dan mewujudkan cita-citanya. (tft/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

NABIRE-Jarak yang jauh, akses yang terbatas, dan kondisi ekonomi keluarga yang serba sederhana tak lagi sepenuhnya menjadi penghalang bagi anak-anak di Distrik Mapia, Kabupaten Dogiyai, untuk terus mengejar pendidikan.

Rasa syukur itu disampaikan Kepala SMP Negeri 1 Mapia, Fransiska Tagi, yang menyebut kebijakan pendidikan gratis menjadi kabar menggembirakan bagi sekolah-sekolah di wilayah pedalaman.

Menurutnya, sebagian besar orang tua siswa bekerja sebagai petani dengan kemampuan ekonomi yang terbatas sehingga bantuan pendidikan sangat meringankan beban mereka.

“Kami sangat bersyukur atas kebijakan pendidikan gratis dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Terima kasih kepada Bapak Gubernur Papua Tengah yang telah memberikan perhatian kepada anak-anak kami di pedalaman. Program ini sangat membantu orang tua yang selama ini kesulitan memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anaknya,” ujar Fransiska saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (15/7).

Baca Juga :  Perubahan Karakteristik Siswa Menuntut Pola Pengajaran yang Dinamis

Ia mengatakan, meski dana BOSDA belum disalurkan, pihak sekolah telah menyusun Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS) agar dana tersebut nantinya dapat dimanfaatkan secara maksimal sesuai kebutuhan sekolah dan peserta didik.

Prioritas utama, kata Fransiska, adalah membantu siswa dari keluarga kurang mampu, termasuk penyediaan seragam sekolah. Selain itu, dana juga akan digunakan untuk mendukung kegiatan ekstrakurikuler, memberikan honor kepada guru non-ASN yang belum menerima insentif dari pemerintah, memenuhi kebutuhan alat tulis kantor (ATK), administrasi sekolah, serta mendukung pelaksanaan les tambahan bagi mata pelajaran sains.

Ia juga berpesan kepada seluruh peserta didik agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan belajar lebih giat.

Menurutnya, bantuan yang diberikan pemerintah harus dijawab dengan semangat belajar dan prestasi yang lebih baik.

Baca Juga :  Saatnya Menjadi Perhatian Serius Provinsi Papua

Saat ini SMP Negeri 1 Mapia memiliki 315 siswa yang dibimbing oleh 27 guru. Di tengah berbagai keterbatasan, sekolah tersebut terus berupaya memberikan pelayanan pendidikan terbaik, sembari menaruh harapan besar agar setiap anak di pedalaman memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan dan mewujudkan cita-citanya. (tft/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya