Tahun Depan Kapal dan Pesawat Harus Masuk Waropen

“Kami juga mempunyai pelabuhan yang ada kapal cepat, tapi dia tidak bisa sandar ketika gelombang tinggi. Termasuk kapal besi atau kapal sabuk nusantara susah sandar di Pelabuhan Waropen. Sehingga kadang kala kapal kembali,” ujarnya.

Mote berharap status dan fasilitas pelabuhan tersebut dapat ditingkatkan sehingga mampu disinggahi kapal berukuran besar. Ia menyebut kapal besar seperti Dorolonda hingga kini masih harus berlabuh di laut karena belum dapat bersandar di pelabuhan.

Untuk mewujudkan rencana tersebut, Mote meminta dukungan Pemprov Papua agar dapat membantu menghubungkan kebutuhan pembangunan Waropen dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Perhubungan.

“Harapan kami dari kepala dinas perhubungan provinsi bersama gubernur membantu kami kabupaten dalam rangka terkoneksi dengan Kementerian Perhubungan sehingga pelabuhan laut bisa terkoneksi dengan baik,” tuturnya.

Baca Juga :  Satu Kapal Butuh 6 Bulan, Yang ijazah S1 S2 Biasa Dijadikan Tukang

Selain jalur darat dan laut, Mote juga berharap konektivitas udara Waropen segera ditingkatkan. Saat ini, bandara di daerah tersebut masih terbatas dan baru dapat didarati pesawat jenis Caravan.

Pemkab Waropen, kata dia, telah menyiapkan lahan untuk mendukung pengembangan bandara. Bahkan, terdapat penambahan lahan sekitar 800 meter yang diharapkan memungkinkan bandara tersebut didarati pesawat berukuran lebih besar seperti ATR maupun propeller (Wings Air).

“Kami juga mempunyai pelabuhan yang ada kapal cepat, tapi dia tidak bisa sandar ketika gelombang tinggi. Termasuk kapal besi atau kapal sabuk nusantara susah sandar di Pelabuhan Waropen. Sehingga kadang kala kapal kembali,” ujarnya.

Mote berharap status dan fasilitas pelabuhan tersebut dapat ditingkatkan sehingga mampu disinggahi kapal berukuran besar. Ia menyebut kapal besar seperti Dorolonda hingga kini masih harus berlabuh di laut karena belum dapat bersandar di pelabuhan.

Untuk mewujudkan rencana tersebut, Mote meminta dukungan Pemprov Papua agar dapat membantu menghubungkan kebutuhan pembangunan Waropen dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Perhubungan.

“Harapan kami dari kepala dinas perhubungan provinsi bersama gubernur membantu kami kabupaten dalam rangka terkoneksi dengan Kementerian Perhubungan sehingga pelabuhan laut bisa terkoneksi dengan baik,” tuturnya.

Baca Juga :  Tiga Bus Damri Resmi Layani ASN di Sarmi, Dorong Terminal Baru Segera Dibangun

Selain jalur darat dan laut, Mote juga berharap konektivitas udara Waropen segera ditingkatkan. Saat ini, bandara di daerah tersebut masih terbatas dan baru dapat didarati pesawat jenis Caravan.

Pemkab Waropen, kata dia, telah menyiapkan lahan untuk mendukung pengembangan bandara. Bahkan, terdapat penambahan lahan sekitar 800 meter yang diharapkan memungkinkan bandara tersebut didarati pesawat berukuran lebih besar seperti ATR maupun propeller (Wings Air).

Berita Terbaru

Artikel Lainnya