Kesiapan TRC PB Menghadapi Potensi Bencana Jelang Akhir Tahun di Kota Jayapura
Menjelang akhir dan awal tahun, potensi curah hujan diperkirakan akan meningkat. Tiap kali hujan deras, ancaman banjir maupun tanah longsor terus membayangi Kota Jayapura. Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) Kota Jayapura pun dituntut siaga dengan fasilitas pendukung yang ada.
Laporan: Jimianus Karlodi_Kota Jayapura
Topografi Kota Jayapura yang unik diapit oleh gugusan perbukitan curam dan bentangan pesisir pantai membuat lanskap ibu kota Provinsi Papua ini memiliki kecantikan visual yang memikat. Namun, ketika kalender memasuki penghujung tahun dan awan mendung mulai menggelayuti langit, keindahan itu berganti menjadi bayang-bayang kerentanan bencana.
Peningkatan curah hujan musiman kerap membawa ancaman laten, mulai dari genangan air di kawasan permukiman, tanah longsor di lereng bukit, hingga potensi luapan air yang menuntut kesiapsiagaan penuh dari seluruh elemen kota.
Di tengah ancaman ekologis musiman tersebut, Pemerintah Kota Jayapura bergerak secara terstruktur dan terpusat. Ketika tanda-tanda ancaman darurat bencana mengintai, komando penanganan langsung dikeluarkan oleh pimpinan daerah.
“Jadi pada prinsipnya untuk personel yang kami siagakan dalam menghadapi tanggap darurat, itu langsung dikeluarkan (diperintah) oleh Wali Kota sendiri,” ungkap Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jayapura, Ronald Turangan, ST, M.Si.
Kesiapan TRC PB Menghadapi Potensi Bencana Jelang Akhir Tahun di Kota Jayapura
Menjelang akhir dan awal tahun, potensi curah hujan diperkirakan akan meningkat. Tiap kali hujan deras, ancaman banjir maupun tanah longsor terus membayangi Kota Jayapura. Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) Kota Jayapura pun dituntut siaga dengan fasilitas pendukung yang ada.
Laporan: Jimianus Karlodi_Kota Jayapura
Topografi Kota Jayapura yang unik diapit oleh gugusan perbukitan curam dan bentangan pesisir pantai membuat lanskap ibu kota Provinsi Papua ini memiliki kecantikan visual yang memikat. Namun, ketika kalender memasuki penghujung tahun dan awan mendung mulai menggelayuti langit, keindahan itu berganti menjadi bayang-bayang kerentanan bencana.
Peningkatan curah hujan musiman kerap membawa ancaman laten, mulai dari genangan air di kawasan permukiman, tanah longsor di lereng bukit, hingga potensi luapan air yang menuntut kesiapsiagaan penuh dari seluruh elemen kota.
Di tengah ancaman ekologis musiman tersebut, Pemerintah Kota Jayapura bergerak secara terstruktur dan terpusat. Ketika tanda-tanda ancaman darurat bencana mengintai, komando penanganan langsung dikeluarkan oleh pimpinan daerah.
“Jadi pada prinsipnya untuk personel yang kami siagakan dalam menghadapi tanggap darurat, itu langsung dikeluarkan (diperintah) oleh Wali Kota sendiri,” ungkap Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jayapura, Ronald Turangan, ST, M.Si.