Tuesday, March 17, 2026
27.2 C
Jayapura

Evaluasi Setiap Bulan, Mampu Raih Juara III Nasional Lomba Sekolah Rakyat

“Saya dan ibunya, sudah kedua kali kami dipanggil pihak sekolah untuk mengahadap, karena sandi telah melakukan kesalahan. Dia mencoba untuk panjat tembok untuk keluar dari lingkungan sekolah, karena ketahuan akhirnya kita dipanggil,” jelasnya.

Carles merasa yakin meskipun anaknya tergolong nakal di sekolah itu, namun besar harapan anaknya bisa belajar dengan baik dan hidup sangat layak karena semua kebutuhan sekolah dan kebutuhan sehari-hari dicukupi oleh pemerintah. Ia tidak khawatir dengan makan dan jam tidur anaknya karena ada pendamping kelas dan asrama yang akan menjaga mereka.

Dirinya pun merasa beruntung anaknya mendapat kesempatan bisa belajar di sekolah rakyat secara gratis karena tanpa bantuan pemerintah tersebut, ia ragu bisa menyekolahkan anak-anaknya hingga lulus.

Baca Juga :  Pelajar Terlibat Narkoba, Guru Kontrak Tak Digaji, Hingga Jadi Korban Konflik

Sementara disudut lain terlihat seorang ibu guru dan orang tua murid memberikan nasihat kepada anaknya untuk meyakinkan bahwa sekolah rakyat menjadi harapan mereka untuk meraih mimpi di saat keterbatasan ekonomi keluarga. Hal itu menjadi salah satu suntikan semangat anak-anak untuk semangat belajar dan bertahan di asrama.

Beberapa ibu lainnya juga harapan anak-anak mereka bisa tetap bersekolah dan menuntut ilmu, hingga jenjang yang tinggi, sehingga ke depannya bisa menjadi orang sukses dengan memiliki kehidupan yang lebih baik.

“Saya harus tega anak-anak jauh dari kami. Itu semua demi masa depan mereka agar bisa hidup lebih baik dan kami merasa sangat terbantu dengan adanya sekolah rakyat ini,” kata seorang ibu yang buru-buru masuk keruangan guru.

Baca Juga :  Jatuh Cinta dengan Profesi Hobi yang Dibayar

“Saya dan ibunya, sudah kedua kali kami dipanggil pihak sekolah untuk mengahadap, karena sandi telah melakukan kesalahan. Dia mencoba untuk panjat tembok untuk keluar dari lingkungan sekolah, karena ketahuan akhirnya kita dipanggil,” jelasnya.

Carles merasa yakin meskipun anaknya tergolong nakal di sekolah itu, namun besar harapan anaknya bisa belajar dengan baik dan hidup sangat layak karena semua kebutuhan sekolah dan kebutuhan sehari-hari dicukupi oleh pemerintah. Ia tidak khawatir dengan makan dan jam tidur anaknya karena ada pendamping kelas dan asrama yang akan menjaga mereka.

Dirinya pun merasa beruntung anaknya mendapat kesempatan bisa belajar di sekolah rakyat secara gratis karena tanpa bantuan pemerintah tersebut, ia ragu bisa menyekolahkan anak-anaknya hingga lulus.

Baca Juga :  Dorong OAP Port Numbay Bisa Jadi Pemimpin dan Bantu Sukseskan 4 Program

Sementara disudut lain terlihat seorang ibu guru dan orang tua murid memberikan nasihat kepada anaknya untuk meyakinkan bahwa sekolah rakyat menjadi harapan mereka untuk meraih mimpi di saat keterbatasan ekonomi keluarga. Hal itu menjadi salah satu suntikan semangat anak-anak untuk semangat belajar dan bertahan di asrama.

Beberapa ibu lainnya juga harapan anak-anak mereka bisa tetap bersekolah dan menuntut ilmu, hingga jenjang yang tinggi, sehingga ke depannya bisa menjadi orang sukses dengan memiliki kehidupan yang lebih baik.

“Saya harus tega anak-anak jauh dari kami. Itu semua demi masa depan mereka agar bisa hidup lebih baik dan kami merasa sangat terbantu dengan adanya sekolah rakyat ini,” kata seorang ibu yang buru-buru masuk keruangan guru.

Baca Juga :  IRT dengan 10 Anak, Belajar dari Pengalaman Hidup, Referensinya dari Internet

Berita Terbaru

Artikel Lainnya