Jatuh Cinta dengan Profesi Hobi yang Dibayar

Maharani, Sang Joki Perempuan di Wahana Tong Setan Pasar Malam

Bagi yang pernah menonton pasar malam, terutama di wahana ekstrem Tong Setan merasa kagum dengan atraksi tong setan, dimana dengan mengendarai motor dengan berputar dengan sudut kemiringan yang hampir 90 derajat tapi tak jatuh, kok bisa?

Laporan – Elfira

Namun ada yang menarik di salah satu kelompok penyedia jasa pasar malam. Mereka memiliki joki wahana tong setan yang merupakan seorang wanita.

Pasar malam merupakan hiburan bagi masyarakat perkotaan ataupun perdesaan. Sebab, ragam wahana senantiasa berdiri kokoh guna menghibur para penikmat hiburan malam tersebut.

Dan Maharani, perempuan 24 tahun mematahkan stereotip bahwa joki tong setan hanya dilakoni kaum adam. Perempuan asal Medan ini membuktikan bisa melakukan atraksi berbahaya di tong setan.

Baca Juga :  Tahun 2023, PT AMJ RN Dinilai Tunjukkan Kinerja Sehat

Ia mulai melakoni profesi sebagai joki tong setan sejak tahun 2016 atau tepatnya 8 tahun silam termotivasi dari senior ceweknya yang tampil di arena balapan.

“Saya termotivasi dari senior saya cewek seorang pembalap, saya bergumam dalam hati kala itu kenapa dia bisa saya tidak bisa. Dan kenapa hanya cowok yang melakoni ini,” ucap Maharani yang ditemui Cenderawasih Pos pada 10 Juli lalu.

Sejak itulah, Maharani melakoni joki tong setan hingga saat ini. Dan dimana Pasar Malam digelar, di situ ia selalu tampil terkecuali saat sakit maka ia tidak akan tampil.

Maharani menyukai hobi yang dibayar, itulah yang membuat dia jatuh cinta sama profesi ini. “Aku suka hobi yang dibayar, aku menyalurkan hobi namun dibayar dan saya nyaman dengan ini,” kata dia.

Baca Juga :  Ojol dan Pedagang Malam Rasakan Dampaknya, Aparat Diminta Beri Jamin Keamanan

Meski dibayar, namun aksinya itu bukan tanpa resiko. Perempuan 24 tahun itu pernah jatuh hingga mengakibatkan saraf kejepit dan lengan kirinya tergeser. “Namun saya tetap main, karena sudah terbiasa dan tidak mau kapok,” timpalnya.

Karenanya kata Maharani, pentingnya mengecek kondisi motor serta berdoa sebelum beraksi. Dan jika dalam kondisi tidak sehat maka jangan memaksakan kondisi untuk tampil di arena.

Maharani, Sang Joki Perempuan di Wahana Tong Setan Pasar Malam

Bagi yang pernah menonton pasar malam, terutama di wahana ekstrem Tong Setan merasa kagum dengan atraksi tong setan, dimana dengan mengendarai motor dengan berputar dengan sudut kemiringan yang hampir 90 derajat tapi tak jatuh, kok bisa?

Laporan – Elfira

Namun ada yang menarik di salah satu kelompok penyedia jasa pasar malam. Mereka memiliki joki wahana tong setan yang merupakan seorang wanita.

Pasar malam merupakan hiburan bagi masyarakat perkotaan ataupun perdesaan. Sebab, ragam wahana senantiasa berdiri kokoh guna menghibur para penikmat hiburan malam tersebut.

Dan Maharani, perempuan 24 tahun mematahkan stereotip bahwa joki tong setan hanya dilakoni kaum adam. Perempuan asal Medan ini membuktikan bisa melakukan atraksi berbahaya di tong setan.

Baca Juga :  Tarian Kolosal HAN  Libatkan 2000 Penari SD dan SMP

Ia mulai melakoni profesi sebagai joki tong setan sejak tahun 2016 atau tepatnya 8 tahun silam termotivasi dari senior ceweknya yang tampil di arena balapan.

“Saya termotivasi dari senior saya cewek seorang pembalap, saya bergumam dalam hati kala itu kenapa dia bisa saya tidak bisa. Dan kenapa hanya cowok yang melakoni ini,” ucap Maharani yang ditemui Cenderawasih Pos pada 10 Juli lalu.

Sejak itulah, Maharani melakoni joki tong setan hingga saat ini. Dan dimana Pasar Malam digelar, di situ ia selalu tampil terkecuali saat sakit maka ia tidak akan tampil.

Maharani menyukai hobi yang dibayar, itulah yang membuat dia jatuh cinta sama profesi ini. “Aku suka hobi yang dibayar, aku menyalurkan hobi namun dibayar dan saya nyaman dengan ini,” kata dia.

Baca Juga :  Pj Wali Kota: Jadi Anggota KPPS Harus Berintegritas!

Meski dibayar, namun aksinya itu bukan tanpa resiko. Perempuan 24 tahun itu pernah jatuh hingga mengakibatkan saraf kejepit dan lengan kirinya tergeser. “Namun saya tetap main, karena sudah terbiasa dan tidak mau kapok,” timpalnya.

Karenanya kata Maharani, pentingnya mengecek kondisi motor serta berdoa sebelum beraksi. Dan jika dalam kondisi tidak sehat maka jangan memaksakan kondisi untuk tampil di arena.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya