Monday, March 2, 2026
26.9 C
Jayapura

Guru Aktif Terjemahkan Lewat Bahasa Isyarat Bagi Murid yang Miliki Keterbatasan

“Kegiatan ini sangat penting dilakukan untuk menambah pemahaman siswa terhadap makan yang layak di konsumsi oleh manusia terutama siswa di sekolah kita ini (SLB). Kemarin mereka (BPOM) membawa contoh produk yang tidak layak dikonsumsi dan contoh produk yang bisa di konsumsi manusia terutama siswa,” terang Kasmino kepada Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya, Sabtu (21/2).

Dalam kegiatan yang digelar BBPOM tersebut kata Kasmino guru-guru turut berperan aktif mendampingi siswa, termasuk memberikan terjemahan bahasa isyarat bagi murid yang memiliki keterbatasan pendengaran, sehingga seluruh materi dapat tersampaikan tanpa hambatan berarti.

Antusiasme siswa sangat terlihat dari keterlibatan mereka dalam sesi tanya jawab serta ketertarikan terhadap berbagai produk yang dipamerkan oleh pihak BPOM. “Mereka mengikuti kegiatan dengan tertib dan fokus, menunjukkan bahwa metode edukasi partisipatif mampu menjembatani kebutuhan pembelajaran di lingkungan sekolah luar biasa,” jelasnya.

Baca Juga :  Akibat Pandemi Target PAD Tidak Tercapai, Pansus Diharap Beri Masukan

Tidak hanya siswa, para guru juga menunjukkan minat yang tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan terkait keamanan produk dan regulasi yang berlaku.
Sebelumnya Kepala BBPOM Jayapura Herianto Baan, mengatakan kegiatan tersebut dinamai pihaknya merupakan KASBI (Kami Siap Berbagi Informasi).

Menurutnya, KASBI adalah salah satu program di BPOM Jayapura yang dirancang sebagai ruang pembelajaran dua arah yang menghadirkan contoh-contoh produk secara langsung untuk meningkatkan pemahaman siswa dan guru terhadap aspek keamanan pangan, obat, dan produk lainnya.

Kepada Cenderawasih Pos Herianto menegaskan bahwa KASBI merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperluas akses informasi kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk peserta didik berkebutuhan khusus.

“Melalui pendekatan komunikasi dua arah, peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga aktif bertanya dan berdiskusi secara langsung dengan petugas,” jelasnya.

Baca Juga :  Terbatasnya SDM jadi Kendala Minimnya Pengawasan Gunung Cycloop

“Kegiatan ini sangat penting dilakukan untuk menambah pemahaman siswa terhadap makan yang layak di konsumsi oleh manusia terutama siswa di sekolah kita ini (SLB). Kemarin mereka (BPOM) membawa contoh produk yang tidak layak dikonsumsi dan contoh produk yang bisa di konsumsi manusia terutama siswa,” terang Kasmino kepada Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya, Sabtu (21/2).

Dalam kegiatan yang digelar BBPOM tersebut kata Kasmino guru-guru turut berperan aktif mendampingi siswa, termasuk memberikan terjemahan bahasa isyarat bagi murid yang memiliki keterbatasan pendengaran, sehingga seluruh materi dapat tersampaikan tanpa hambatan berarti.

Antusiasme siswa sangat terlihat dari keterlibatan mereka dalam sesi tanya jawab serta ketertarikan terhadap berbagai produk yang dipamerkan oleh pihak BPOM. “Mereka mengikuti kegiatan dengan tertib dan fokus, menunjukkan bahwa metode edukasi partisipatif mampu menjembatani kebutuhan pembelajaran di lingkungan sekolah luar biasa,” jelasnya.

Baca Juga :  Terbatasnya SDM jadi Kendala Minimnya Pengawasan Gunung Cycloop

Tidak hanya siswa, para guru juga menunjukkan minat yang tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan terkait keamanan produk dan regulasi yang berlaku.
Sebelumnya Kepala BBPOM Jayapura Herianto Baan, mengatakan kegiatan tersebut dinamai pihaknya merupakan KASBI (Kami Siap Berbagi Informasi).

Menurutnya, KASBI adalah salah satu program di BPOM Jayapura yang dirancang sebagai ruang pembelajaran dua arah yang menghadirkan contoh-contoh produk secara langsung untuk meningkatkan pemahaman siswa dan guru terhadap aspek keamanan pangan, obat, dan produk lainnya.

Kepada Cenderawasih Pos Herianto menegaskan bahwa KASBI merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperluas akses informasi kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk peserta didik berkebutuhan khusus.

“Melalui pendekatan komunikasi dua arah, peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga aktif bertanya dan berdiskusi secara langsung dengan petugas,” jelasnya.

Baca Juga :  Disbudpar Kab Jayapura Gelar Temu Seniman & Budayawan

Berita Terbaru

Artikel Lainnya