Kepala BBPOM Jayapura, Herianto Baan menegaskan bahwa langkah tegas ini diambil bukan semata-mata untuk melakukan penindakan hukum, melainkan demi memberikan kepastian perlindungan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat Papua.
Dalam pelaksanaannya kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri oleh sejumlah narasumber, di antaranya Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Fattahul Muluk Papua, Marwan Sileuw, Ketua Tim (Katim) Sertifikasi dan Pendampingan UMKM Balai Besa
Laporan keracunan makanan, dalam program andalan Presiden Prabowo Subianto yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG) masih saja ditemukan di beberapa daerah di seluruh Indonesia termasuk di Papua. Atas kondisi ini masyarakat pertanyakan keberadaan d
Kepala BBPOM Jayapura Herianto Baan menyampaikan bahwa penyelenggaraan Forum Konsultasi Publik yang dilakukan pihaknya sebagai bentuk komitmen BBPOM Jayapura dalam meningkatkan kualitas layanan publik melalui masukan dan aspirasi dari berba
Kepala Kepala BBPOM Jayapura Herianto Baan menjelaskan, pengawasan dilakukan sejak pekan pertama Ramadan bersama lintas sektor, termasuk Dinas Kesehatan pemerintah Kota Jayapura dan instansi terkait lainnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa dari seluruh sampel yang diambil dan diuji, tidak ditemukan kandungan bahan berbahaya seperti boraks, formalin, metanil yellow maupun rhodamin B yang dilarang digunakan dalam produk p
"Di setiap lokasi yang dikunjungi, petugas kita (BBPOM di Jayapura) secara saksama memeriksa tanggal kedaluwarsa (expired date) pada berbagai produk pangan. Mereka memastikan tidak ada produk yang sudah melewati batas ko
Sidak tersebut dilakukan bersama Kapolresta Jayapura Kota, Ketua Pengadilan Negeri Jayapura, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM), serta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
Ia menyatakan bahwa jadwal pengawasan takjil masih dalam tahap penyusunan. Namun, inspeksi terhadap makanan olahan di supermarket, distributor, importir, dan sarana distribusi pangan lainnya telah dimulai sejak 18 Februa
Kegiatan sosialisasi yang dilakukan kepada masyarakat umum, tentu tidak banyak menghadapi kendala komunikasi. Berbeda jika yang menjadi sasaran sosialisasi adalah mereka yang memiliki berbagai keterbatasan. Karena itu pe
Kepala BBPOM Jayapura Herianto Baan mengaku meski BBPOM Jayapura sejak tahun 2025 terkena dampak Efesiensi anggaran, namun tidak mengurangi kinerja pihaknya dalam melakukan pengawasan.
Kepala BBPOM Jayapura Herianto Baan, mengatakan pengawasan daring dilakukan seiring dengan peningkatan aktivitas jual beli obat dan pangan melalui lokal pasar dan media sosial di Papua.
Pengawas Farmasi dan Makanan BBPOM Jayapura, Iin Siti Korinah, mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya memastikan mutu serta keamanan produk yang dihasilkan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah
Dalam sidak tersebut Kepala Balai Besar POM di Jayapura Hermanto mengatakan bahwa tidak ditemukannya produk pangan kedaluwarsa, rusak dan lainnya. Namun pihaknya memberikan sejumlah catatan terkait dengan tempat penyimpanan produk di beberapa gudang tersebut serta diperlukannya transparansi informasi pada produk curah.
Ia mengungkapkan hal ini, setelah sebelumnya anggota Komisi C DPR Kota Jayapura menggelar inspeksi mendadak (Sidak) di beberapa toko dan supermarket di seluruh Kota Jayapura. Dimana ditemukan beberapa produk makanan yang diduga telah rusak dan kedaluwarsa, tetapi masih dijual.
Tingginya permintaan masyarakat terhadap skincare, perawatan kulit atau pemutih kulit ini, menyebabkan banyak produk skincare abal- abal lainnya yang juga beredar di masyarakat. Mulai dari yang tanpa label, etiket biru yang tidak sesuai ketentuan, hingga produk impor ilegal.
Kegiatan yang berlangsung sejak 28 November 2024 itu menemukan sejumlah sarana yang menjual produk tidak memenuhi ketentuan dalam hal ini produk kedaluwarsa. Sejumlah daerah tersebut meliputi Kota Jayapura, Biak, Serui, Wamena dan Kabupaten Keerom. Dari wilayah tersebut BBPOM temukan 10 sarana yang jual barang kedaluwarsa.
Melalui Rillis yang diterima Cendrawasih Pos dari BBPOM Jayapura Rabu (24/7) kemarin, BPOM RI telah mengambil sampel produk roti Aoka dari peredaran dan melakukan pengujian. Hasil pengujian menunjukkan produk tidak mengandung natrium dehidroasetat.
"BPOM lakukan uji pada 28 Juni 2024 lalu," kata Imelda Gunawan selaku Humas BBPOM Jayapura.
Kepala BBPOM Jayapura Hermanto, S.Si, Apt, mengatakan Bimtek itu bagian dari tahapan progam Pentahelix penigkatan kepatuhan industri rumah tangga pangan (IRTP) yang dibuka pada 10 juli lalu.
Santi Mangisu, selaku koordinator Pokja progam Pentahelix BBPOM Jayapura menjelaskan Bimtek ini bertujuan meningkatkan kapasitas para petugas. Adapun pengawas IRTP tersebut berjumlah 15 orang, masing masing dari Dinas Kesehatan, Perikanan dan Perindagkop Kota Jayapura, serta beberapa dari instansi lain yang menjadi petugas pengawas IRTP di Kota Jayapura.
Kepala BBPOM Jayapura Hermanto mengatakan FGD tersebut bentuk bentuk komitmen BBPOM Jayapura dalam mendukung kemajuan UMKM dan pengawasan produk IRTP di Provinsi Papua.
Untuk tahun 2024 ini sudah ada 2 item (AMIU) yang dilakukan sampling oleh BBPOM Jayapura. Dari hasil sampling parameter kimia dan mikro biologi semuanya memenuhi syarat dengan begitu, maka kedua item Amiu ini layak dikonsumsi oleh masyarakat.
"Setelah sosialisasi kami berharap, nanti mereka tertarik untuk ikut, karena nanti diperkirakan itu akhir bulan Juni atau awal bulan Juli itu akan membuka pengumuman penerimaan CASN di Balai POM, melalui website Badan POM," kata Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Jayapura Hermanto, S.Si, Apt, MPPM, saat diwawancarai Cenderawasih Pos, pekan kemarin.
Latar belakang memilih media terbesar dan pertama di Papua itu, karena jangkauan informasinya sangat valid dan terjangkau di seluruh tanah Papua termasuk juga pada wilayah kerja BBPOM Jayapura.
Dijelaskan Hermanto, yang Pertama Cek kemasan pastikan kata Hermanto kemasan dalam kondisi baik, tidak rusak, tidak penyok, atau berkarat. Kedua Cek Lebel, di Lebel itu Hermanto sampaikan bahwa ada komposisinya, cara penyimpanannya, cara penyajiannya perlu dibaca, kemudian Cek Izin Edarnya, apakah produk tersebut ada izin edarannya dari BBPOM dengan nomor sekian, terus Cek tanggal kedaluwarsa. “Jadi pastikan produk tersebut dikonsumsi sebelum tanggal kedaluwarsanya.”tandasnya.
Menurut Hermanto, semua produk diawasi BBPOM sepanjang tahun mulai dari bulan Januari hingga Desember. "Memang tugas kami adalah pengawasan terhadap produk-produk sebelum diedarkan,"tegasnya.
Dari hasil pengawasan yang dilakukan sampai 4 minggu sekarang, pihaknya sudah melakukan pengawasan di 7 kabupaten/kota, termasuk di wilayah Kota Jayapura. Dari hasil pengawasan yang sudah dilakukan di lapangan pihaknya menemukan beberapa produk yang sudah kedaluarsa. Yang paling banyak ditemukan produk kedaluawrsa itu ada di wilayah Kabupaten Keerom.
Meski begitu, pihaknya tetap melakukan pengawasan, untuk memperkecil peluang bahan makanan yang dijual mengandung bahan berbahaya. Apalagi menurut dia, selama Ramadan saat ini tingkat konsumsi masyarakat sangat tinggi. Karena itu, untuk antisipasi pedagang nakal yang memanfaatkan moment tersebut dengan menjual makanan yang mengandung bahan berbahaya, maka BBPOM masif melakukan pengawasan.
Dalam pengawasan tersebut, pihaknya memang tidak menemukan produk yang dijual yang tidak sesuai standar BPOM, namun menemukan produk yang direturn, atau ditarik kembali oleh distributor.
Kepala BBPOM Jayapura melalui Ketua Tim Kerja Informasi dan Komunikasi Imelda Gunawan mengatakan pengawasan takjil akan dilakukan di beberapa Kota/Kabupaten di wilayah kerja BBPOM Jayapura.