Friday, January 23, 2026
30.2 C
Jayapura

Obat Kecemasan Masyarakat Pesisir yang Dihantui Gempabumi Berpotensi Tsunami

Manfaat Sekolah Lapang Gempabumi Bagi Masyarakat yang Bermukim di Daerah Pesisir

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura menyelenggarakan Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami (SLG) di Aula Kantor Kampung Holtekamp, Rabu (15/10). Kegiatan ini dirasa penting bagi warga yang bermukim di dekat pesisir yang berhadapan langsung dengan samudra pasifik.

Laporan: Mustakim Ali

Kecemasan akan datangnya bencana menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat yang bermukim di daerah rawan bencana, termasuk warga Kampung Holtekamp, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura.

Wilayah yang berada di ujung Teluk Youtefa ini dikenal sebagai kawasan pesisir dengan topografi dataran rendah yang berpotensi terdampak gempa dan tsunami. Kekhawatiran ini muncul bukan tanpa alasan, sebab selama ini pengetahuan warga tentang mitigasi bencana masih terbatas.

Baca Juga :  Pelaku Usaha Diminta Tingkatkan Kualifikasi Badan Usaha

Namun, rasa cemas itu mulai mendapat jawaban. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura menyelenggarakan Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami (SLG) di Aula Kantor Kampung Holtekamp, Rabu (15/10).

Kegiatan edukatif ini diikuti oleh puluhan warga dari berbagai lapisan masyarakat, tokoh adat, pemuda, pohak sekolah, dan aparat kampung dengan tujuan memperkuat pemahaman tentang kesiapsiagaan bencana di wilayah pesisir.

Kegiatan ini menjadi penting mengingat Holtekamp merupakan daerah yang rawan terhadap gempa bumi dan berpotensi tsunami. Melalui SLG, BMKG memberikan pelatihan dan simulasi tentang cara menyelamatkan diri ketika terjadi gempa, arah dan jalur evakuasi yang aman, serta pemahaman terhadap sistem peringatan dini tsunami.

Baca Juga :  Masakan MBG di Wilayah Abepura Kelas Restauran

Edukasi ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa keselamatan dimulai dari pengetahuan dan kesiapan diri.

Manfaat Sekolah Lapang Gempabumi Bagi Masyarakat yang Bermukim di Daerah Pesisir

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura menyelenggarakan Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami (SLG) di Aula Kantor Kampung Holtekamp, Rabu (15/10). Kegiatan ini dirasa penting bagi warga yang bermukim di dekat pesisir yang berhadapan langsung dengan samudra pasifik.

Laporan: Mustakim Ali

Kecemasan akan datangnya bencana menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat yang bermukim di daerah rawan bencana, termasuk warga Kampung Holtekamp, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura.

Wilayah yang berada di ujung Teluk Youtefa ini dikenal sebagai kawasan pesisir dengan topografi dataran rendah yang berpotensi terdampak gempa dan tsunami. Kekhawatiran ini muncul bukan tanpa alasan, sebab selama ini pengetahuan warga tentang mitigasi bencana masih terbatas.

Baca Juga :  Kembangkan Bakat Seni, Setelah Dua Tahun Terkurung Covid-19

Namun, rasa cemas itu mulai mendapat jawaban. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura menyelenggarakan Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami (SLG) di Aula Kantor Kampung Holtekamp, Rabu (15/10).

Kegiatan edukatif ini diikuti oleh puluhan warga dari berbagai lapisan masyarakat, tokoh adat, pemuda, pohak sekolah, dan aparat kampung dengan tujuan memperkuat pemahaman tentang kesiapsiagaan bencana di wilayah pesisir.

Kegiatan ini menjadi penting mengingat Holtekamp merupakan daerah yang rawan terhadap gempa bumi dan berpotensi tsunami. Melalui SLG, BMKG memberikan pelatihan dan simulasi tentang cara menyelamatkan diri ketika terjadi gempa, arah dan jalur evakuasi yang aman, serta pemahaman terhadap sistem peringatan dini tsunami.

Baca Juga :  Miliki 9 Armada, Idealnya Miliki 22 Mobil Monitor dan 12 Mobil Suplay Water

Edukasi ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa keselamatan dimulai dari pengetahuan dan kesiapan diri.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya