Kamera Mendadak Naik saat Tarian di Atas Perahu Dimulai

Perjalanan mereka dimulai dari Museum Universitas Cenderawasih, tempat di mana sejarah dan identitas Papua tersimpan rapi. Disana, mereka melihat jejak masa lalu, memahami cerita yang membentuk kehidupan masyarakat hingga hari ini. Namun, petualangan sesungguhnya baru dimulai saat mereka dibawa menuju Tanjung Yobeh. Sesampainya di Yobeh mereka disambut dengan apa yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya.

Para wisatawan ini juga mengunjungi Ifale, Hobong, hingga Enggele. Di setiap tempat, mereka melihat kehidupan yang berbeda dari yang biasa mereka temui kehidupan yang masih begitu dekat dengan alam dan tradisi. Namun perjalanan mereka belum selesai. Setelah meninggalkan Yobeh, mereka dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Watisore, di Teluk Cenderawasih, wilayah Nabire.

Baca Juga :  Efektifitas MBG Sulit Diukur bila Tidak Mengacu Angka Kecukupan Gizi

Di sana, pengalaman lain telah menanti bertemu langsung dengan hiu paus, makhluk laut raksasa yang menjadi daya tarik dunia. Dan setelah itu, perjalanan mereka akan berlanjut lagi ke Sorong, membuka lembaran baru dari petualangan panjang mereka di tanah Papua. Di balik semua itu, pemerintah daerah melihat sesuatu yang lebih besar dari sekadar kunjungan wisata.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayapura, Elisa Yarusabra menyampaikan soal budaya lokal yang memiliki nilai tinggi. Kampung Yobeh bukan hanya sebagai kampung biasa, tetapi sebagai kampung adat yang menyimpan kekayaan budaya yang tak ternilai. Apa yang ditampilkan masyarakat hari itu tarian, kerajinan, kuliner, hingga cara hidup adalah aset yang sangat berharga.

Baca Juga :  Juara Video Dokumenter Hasil Pengeloaan Kopi, Ajak Pemuda Fokus Emas Hijau

“Mereka datang dengan tujuan yang jelas, mencari dan merasakan budaya asli. Dan Yobeh berhasil menjawab rasa ingin tahu itu,” puji Elisa.

Perjalanan mereka dimulai dari Museum Universitas Cenderawasih, tempat di mana sejarah dan identitas Papua tersimpan rapi. Disana, mereka melihat jejak masa lalu, memahami cerita yang membentuk kehidupan masyarakat hingga hari ini. Namun, petualangan sesungguhnya baru dimulai saat mereka dibawa menuju Tanjung Yobeh. Sesampainya di Yobeh mereka disambut dengan apa yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya.

Para wisatawan ini juga mengunjungi Ifale, Hobong, hingga Enggele. Di setiap tempat, mereka melihat kehidupan yang berbeda dari yang biasa mereka temui kehidupan yang masih begitu dekat dengan alam dan tradisi. Namun perjalanan mereka belum selesai. Setelah meninggalkan Yobeh, mereka dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Watisore, di Teluk Cenderawasih, wilayah Nabire.

Baca Juga :  Upaya Sat Samapta Polres Jayapura  Tingkatkan Keamanan dan Ketertiban di Jalan

Di sana, pengalaman lain telah menanti bertemu langsung dengan hiu paus, makhluk laut raksasa yang menjadi daya tarik dunia. Dan setelah itu, perjalanan mereka akan berlanjut lagi ke Sorong, membuka lembaran baru dari petualangan panjang mereka di tanah Papua. Di balik semua itu, pemerintah daerah melihat sesuatu yang lebih besar dari sekadar kunjungan wisata.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayapura, Elisa Yarusabra menyampaikan soal budaya lokal yang memiliki nilai tinggi. Kampung Yobeh bukan hanya sebagai kampung biasa, tetapi sebagai kampung adat yang menyimpan kekayaan budaya yang tak ternilai. Apa yang ditampilkan masyarakat hari itu tarian, kerajinan, kuliner, hingga cara hidup adalah aset yang sangat berharga.

Baca Juga :  Peringati HLS, Dishut LHK Tanah Sagu di Sentani 3 Hektar

“Mereka datang dengan tujuan yang jelas, mencari dan merasakan budaya asli. Dan Yobeh berhasil menjawab rasa ingin tahu itu,” puji Elisa.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya