Kamera Mendadak Naik saat Tarian di Atas Perahu Dimulai

Sementara itu, di balik semua pertunjukan, ada harapan besar yang tersimpan. Bagi masyarakat Kampung Yobeh, ini bukan sekadar penyambutan. Ini adalah upaya menjaga warisan. Para orang tua adat, para penari, para pengrajin, semua memiliki tujuan yang sama: agar budaya mereka tidak hilang ditelan zaman. Mereka ingin anak-anak mereka tetap mengenal tarian, bahasa, dan tradisi leluhur. Mereka ingin dunia melihat bahwa di sudut timur Indonesia, ada kekayaan budaya yang tak ternilai.

Di tengah keramaian, Simson Nicky Mehue selaku Ketua DPD Himpunan Pariwisata Provinsi Papua menjelaskan bahwa ada perjalanan panjang para tamu itu hingga akhirnya tiba di kampung kecil di tepi Danau Sentani tersebut.

Baca Juga :  Semangat Kolaborasi Harus Ditingkatkan Untuk Membangun dan Menjaga Kota

Rabu siang, sebuah kapal pesiar bernama Swan Hellenic bersandar di Pelabuhan Jayapura. Kapal berbendera Panama itu membawa puluhan wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Mereka datang dari latar belakang yang berbeda ada yang dari Asia, Eropa, Filipina, Tiongkok, hingga negara-negara lain yang jauh dari tanah Papua.

“Perjalanan mereka bukanlah perjalanan biasa. Mereka telah menempuh rute panjang, melintasi kepulauan Solomon sebelum akhirnya tiba di Jayapura,” jelasnya.

Setelah proses administrasi dan pemeriksaan selesai di pelabuhan, sebanyak 70 turis turun dengan rasa penasaran yang besar terhadap tempat yang baru mereka injak. Tak ingin membuang waktu, rombongan langsung diajak mengenal Papua lebih dekat.

Sementara itu, di balik semua pertunjukan, ada harapan besar yang tersimpan. Bagi masyarakat Kampung Yobeh, ini bukan sekadar penyambutan. Ini adalah upaya menjaga warisan. Para orang tua adat, para penari, para pengrajin, semua memiliki tujuan yang sama: agar budaya mereka tidak hilang ditelan zaman. Mereka ingin anak-anak mereka tetap mengenal tarian, bahasa, dan tradisi leluhur. Mereka ingin dunia melihat bahwa di sudut timur Indonesia, ada kekayaan budaya yang tak ternilai.

Di tengah keramaian, Simson Nicky Mehue selaku Ketua DPD Himpunan Pariwisata Provinsi Papua menjelaskan bahwa ada perjalanan panjang para tamu itu hingga akhirnya tiba di kampung kecil di tepi Danau Sentani tersebut.

Baca Juga :  Akan Lebih Ketat Jalankan Patroli di X Pasar Lama Sentani

Rabu siang, sebuah kapal pesiar bernama Swan Hellenic bersandar di Pelabuhan Jayapura. Kapal berbendera Panama itu membawa puluhan wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Mereka datang dari latar belakang yang berbeda ada yang dari Asia, Eropa, Filipina, Tiongkok, hingga negara-negara lain yang jauh dari tanah Papua.

“Perjalanan mereka bukanlah perjalanan biasa. Mereka telah menempuh rute panjang, melintasi kepulauan Solomon sebelum akhirnya tiba di Jayapura,” jelasnya.

Setelah proses administrasi dan pemeriksaan selesai di pelabuhan, sebanyak 70 turis turun dengan rasa penasaran yang besar terhadap tempat yang baru mereka injak. Tak ingin membuang waktu, rombongan langsung diajak mengenal Papua lebih dekat.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya