Bangun Papua dengan Penghormatan, Nama Gusdur dan Acub Zainal Sempat Disebut

Menyimak Pesan LMA Port Numbay dari Berkumpulnya para Tokoh Adat Tabi di Obhe Warke

Agenda silaturahmi dengan tema Merajut Harmoni Demokrasi dan Pembangunan Melalui Kebijaksanaan Adat untuk Masa Depan Papua menghadirkan banyak tokoh adat. Berbagai isu dibahas. Intinya, adat harus terlibat aktif untuk masa depan Papua

Laporan : Abdel Gamel Naser – Jayapura

Sebuah moment yang digagas tokoh adat Port Numbay mendudukkan sejumlah tokoh masyarakat Tabi untuk didengarkan pendapatnya sekaligus bercerita keluh kesah bahkan masukan dari kondisi Papua saat ini.

Satu persatu menyampaikan pemikirannya dengan tujuan ada poin yang bisa digunakan untuk menyelesaikan satu persatu persoalan di Papua. Adat memang tak bisa dikesampingkan jika berbicara pembangunan di Papua dan moment ini memfasilitasi hal tersebut. Disini dinyatakan bahwa entitas adat bukan pelengkap, melainkan fondasi.

Baca Juga :  Pemkot Berangkatkan 16 Warga Untuk Umrah Gratis

Peran ondoafi, kepala suku, dan seluruh otoritas adat sebagai tiang utama yang menjaga harmoni sosial, mengawal demokrasi yang beradab, dan memastikan pembangunan yang tidak menginjak akar, melainkan bertumbuh darinya. Jadi disini posisi dan peran entitas adat harus terlihat dan konkrit sebagai pilar utama dalam menjaga harmoni sosial, ketertiban masyarakat, keberlanjutan demokrasi, dan pembangunan yang berkelanjutan di wilayah Adat Tabi dan Saireri.

Para Ondoafi, kepala suku, dan tokoh adat juga patut memiliki komitmen yang sama dalam mendukung pelaksanaan pesta demokrasi yang sedang berjalan. Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Port Numbay, George Arnold Awi menyampaikan bahwa perlu sinkronisasi dan integrasi nilai-nilai adat ke dalam kebijakan pembangunan daerah, khususnya dalam perlindungan hak ulayat, peningkatan partisipasi masyarakat adat, dan pelestarian lingkungan hidup.

Baca Juga :  Periksa Secara Manual Tanpa Alat Khusus, Lapor Aparat Jika Ada Kecurigaan

Menyimak Pesan LMA Port Numbay dari Berkumpulnya para Tokoh Adat Tabi di Obhe Warke

Agenda silaturahmi dengan tema Merajut Harmoni Demokrasi dan Pembangunan Melalui Kebijaksanaan Adat untuk Masa Depan Papua menghadirkan banyak tokoh adat. Berbagai isu dibahas. Intinya, adat harus terlibat aktif untuk masa depan Papua

Laporan : Abdel Gamel Naser – Jayapura

Sebuah moment yang digagas tokoh adat Port Numbay mendudukkan sejumlah tokoh masyarakat Tabi untuk didengarkan pendapatnya sekaligus bercerita keluh kesah bahkan masukan dari kondisi Papua saat ini.

Satu persatu menyampaikan pemikirannya dengan tujuan ada poin yang bisa digunakan untuk menyelesaikan satu persatu persoalan di Papua. Adat memang tak bisa dikesampingkan jika berbicara pembangunan di Papua dan moment ini memfasilitasi hal tersebut. Disini dinyatakan bahwa entitas adat bukan pelengkap, melainkan fondasi.

Baca Juga :  Belajar Secara Otodidak, Berharap Ruang Berekspresi Diperbanyak

Peran ondoafi, kepala suku, dan seluruh otoritas adat sebagai tiang utama yang menjaga harmoni sosial, mengawal demokrasi yang beradab, dan memastikan pembangunan yang tidak menginjak akar, melainkan bertumbuh darinya. Jadi disini posisi dan peran entitas adat harus terlihat dan konkrit sebagai pilar utama dalam menjaga harmoni sosial, ketertiban masyarakat, keberlanjutan demokrasi, dan pembangunan yang berkelanjutan di wilayah Adat Tabi dan Saireri.

Para Ondoafi, kepala suku, dan tokoh adat juga patut memiliki komitmen yang sama dalam mendukung pelaksanaan pesta demokrasi yang sedang berjalan. Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Port Numbay, George Arnold Awi menyampaikan bahwa perlu sinkronisasi dan integrasi nilai-nilai adat ke dalam kebijakan pembangunan daerah, khususnya dalam perlindungan hak ulayat, peningkatan partisipasi masyarakat adat, dan pelestarian lingkungan hidup.

Baca Juga :  Ada yang Sahur dan Berbuka Puasa Hingga Tidur di Mobil Pickup

Berita Terbaru

Artikel Lainnya