Lalu catatan lainnya jangan ada diskresi presiden yang membuat program lain tereduksi. “Ini kita akui saja banyak program lain yang akhirnya dikorbankan karena dananya terserap semua di MBG. Ini akan menimbulkan resistensi kepada penerima manfaat maupun pegawai sendiri karena program di dinasnya tidak jalan. “Programnya bagus tapi masih ngawur,” cecar Frits. “Prabowo harus dikasitau dan jangan justru tidak mau tahu,” imbuhnya.
Sementara itu, Imam Khoiri selaku Waket II DPRK Kota Jayapura menyebutkan program makan bergizi gratis sejak tahun 2025 kemarin, sudah berjalan dengan baik dan kita syukuri tidak ada kasus luar biasa sehingga menurutnya program ini patut dilanjutkan. “Saya setuju dikoma, bukan titik,” jelasnya.
Ia berpendapat dampak makan bergizi gratis sangat baik, anak didik memperoleh kesehatan yang baik dan gizi mereka seimbang serta uang jajan akan lebih hemat yang diberikan orang tua. Meski begitu dikatakan ke depan perlu sekali dievaluasi secara menyeluruh agar menutupi yang kurang-kurang. Terlepas dari itu dikatakan DPR menyayangkan bahwa sampai saat ini, ada sekolah yang belum terlayani makan bergizi gratis hal ini menjadi perhatian semua pihak. “Ini juga bisa kami pertanyakan nanti, harusnya semua sekolah dapat,” tegasnya
DItempat yang sama Hesty Kere selalu perwakilan SPPG di Jayapura mengatakan khusus untuk pelayanan makan bergizi gratis di wilayah pelayanan baik dan berjalan lancar dan membuat anak sekolah sangat senang sekali.
“Pelayanan makan bergizi gratis hingga saat ini sudah cukup baik dan berjalan lancar. Anak sekolah sangat senang sekali,” ujarnya.
Akan tetapi Ia mengakui meski pelaksanaan program tersebut masih menghadapi berbagai tantangan, namun ia menilai hal tersebut sebagai peluang untuk memperbaiki dan memperkuat program pada tahun-tahun yang akan datang.
Sebutnya, kehadiran MBG memberikan warna maupun suasana yang unik dan menarik, terlihat di sekolah-sekolah sekarang, tidak hanya disibukan aktivitas kegiatan belajar saja, namun ada suasana yang menarik lainnya yaitu terlihatnya kesibukan pendistribusian makan gratis bagi siswa.
Ditempat sama, Ketua Yayasan Teker Papua, Hesty Kere menyatakan bahwa soal pro kontra sejatinya hal biasa apalagi ini merupakan program yang baru dijalankan sehingga sudah pasti menyimpan banyak kelemahan. Meski begitu dikatakan sistem pengawasan yang untuk masing-masing dapur sangatlah ketat. Ia bahkan menerapkan screening ganda untuk memastikan jika menu yang disajikan tidak bermasalah usai dikonsumsi.
“Kalau mengatakan ada kejadian keracunan, itu hanya satu. Dapurnya tidak layak. Tapi puji Tuhan selama ini kami melakukan pengawasan internal dan chef yang dipercaya harus mencicipi lebih dulu sebelum disajikan. Sangat ketat,” bebernya. Itu belum lagi pengawasan yang dilakukan oleh tim BGN yang ketika datang tidak pernah diketahui. Datangnya selalu tiba-tiba dan jika ditemukan satu hal yang berpotensi mengganggu kualitas maka disitulah status dapur terancam.